Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
149Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Tekanan Darah Dengan Berbagai Posisi

Laporan Praktikum Tekanan Darah Dengan Berbagai Posisi

Ratings: (0)|Views: 16,344|Likes:
Published by Yulisti Fitri Utami

More info:

Published by: Yulisti Fitri Utami on May 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/22/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANI.1 Latar Belakang
Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiapsatuan luas dinding pembuluh (Guyton,2006 :172). Tekanan darah biasanyadigambarkan sebagai rasio tekanan sistolik terhadap tekanan diastolik. Sebagaicontoh, tekanan darah pada angka 120/80 menunjukkan tekanan sistolik padanilai 120 mmHg, dan tekanan diastolic pada nilai 80 mmHg. Nilai tekanandarah pada orang dewasa normalnya berkisar dari100/60 sampai 140/90. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 (Smeltzer& Bare, 2001 dalamYanti: 2012).Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayidan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendahdaripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimanaakan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi diwaktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari(Wikipedia:2012).Atas dasar perbedaan nilai tekanan darah yang tergantung aktivitas inilahdan pentingnya seorang mahasiswa kedokteran mengetahui cara menghitungtekanan darah dengan berbagai posisi dan aktivitas maka praktikum  pengukuran tekanan darah arteri secara tidak langsung” sangat penting untuk dilakukan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana ada perbedaan tekanan darah pada posisi duduk, berdiri, setelahmelakukan aktivitas otot dan berbaring ?2.Bagaimana mengukur arteri brachialis melalui auskultasi dan palpasi ?
1
 
1.3Tujuan1.3.1Tujuan Umum
1.Memahami cara mengukur tekanan darah pada berbagai posisi
2.
Memahami cara mengukur arteri brachialis melalui auskultasi dan palpasi
3.
Memahami perbedaan tekanan darah pada posisi duduk, berdiri, setelahmelakukan aktivitas otot dan berbaring
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengukur tekanan darah arteri brachialis melalui auskultasi dan palpasi2. Mengukur tekanan darah brachialis pada berbagai posisi3. Membandingkan ukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kerja otot
2
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1Tekanan darah
Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuanluas dinding pembuluh (Guyton,2006 :172). Tekanan darah arteri rata-rataadalah gaya utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan ini harus diatur secara ketat karena dua alasan. Pertama, tekanan tersebut harus cukup tinggiuntuk menghasilkan gaya dorong yang cukup. Kedua, tekanan tidak boleh terlalutinggi, sehinga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung danmeningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah serta kemungkinan rupturnya pembuluh-pembuluh halus.
2.2Faktor – Faktor Tekanan Darah1.Faktor Jenis Kelamin
Terdapat beberapa penelitian yang mengungkapkan perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap kerja sistem kardioaskuler. Dibandingkan dengan laki-lakidengan usia yang sama, wanita premenopause memiliki massa ventriel kiri jantung yang lebih kecil terhadap
body mass ratio
, yang mungkin mencerminkan
afterload 
jantung yang lebih rendah pada wanita. Hal ini mungkin akibat daritekanan darah arteri yang lebih rendah, kemampuan complince aorta yang lebih besar dan kemampuan peningkatan penginduksian mekanisme vasodilatasi.Perbedaan ini dianggap berhubungan dengan efek protektif estrogen danmungkin dapat menjelaskan mengapa pada wanita premenopause memilikiresiko lebih rendah menderita penyakit kardiovaskular. Tetapi, setelahmenopause perbedaan jenis kelamin tidak akan berpengaruh pada kemungkinanterderitanya penyakit kardiovaskular. Hal ini mungkin disebabkan karena berkurangnya jumlah estrogen pada wanita yang sudah menopause.
2.Faktor Gravitasi
3

Activity (149)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rina_rulez liked this
Ulya Diana Hilma liked this
Erica Fitriani liked this
kekalovalsa liked this
Amanda Putra liked this
Nha Azza liked this
Mega Sii Biipzz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->