Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PASAL PASAL

PASAL PASAL

Ratings: (0)|Views: 258|Likes:
Published by Ngel Delau

More info:

Published by: Ngel Delau on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2013

pdf

text

original

 
PASAL PASAL YANG DIATUR DENGANPERATURAN MENTERI KEUANGANOLEH
NAMA : SILVYA TELAUMBANUANMP : 090120032MATA KULIAH : PERPAJAKAN 2FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMASSUMATERA UTARA2011
PASAL 3A
 
 
1.
 
Pengusaha yang melakukan peyerahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) huruf a,huruf f, huruf g, dan huruf h, kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan olehMenteri Keuangan,ini diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan No.68 Tahun 2010,ringkasan dari PMK ini adalah sebagai berikut :PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG BATASAN PENGUSAHA KECILPAJAK PERTAMBAHAN NILAI.
Pasal 1
1.
 
Pengusaha kecil adalah pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan peyerahan BarangKena Pajak dengan jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp600.000.000,00 ( enam ratus juta )2.
 
Jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan bruto sebagaimana dimaksud pada ayat (1)adalah jumlah keseluruhan penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau Jasa Kena Pajak yangdilakukan oleh pengusaha dalam rangka kegiatan usahanya.3.
 
Bagi pengusaha orang pribadi yang dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakanpembukuan, pengertian tahun buku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tahunkalender.
Pasal 2
Pengusaha kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) tidak wajib melaporkanusahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan tidak wajib memungut,menyetor, dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewahyang terutang atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan.
 Pasal 3
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 tidak berlaku apabila pengusaha kecilmemilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
Pasal 4
 1. Pengusaha wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak,apabila sampai dengan suatu bulan dalam tahun buku jumlah peredaran bruto dan/ataupenerimaan brutonya melebihi Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).2. Kewajiban melaporkan usaha untuk dikukuhkan sebagai Penhusaha Kena Pajak sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama akhir bulan berikutnya setelah bulan saat
 
 jumlah peredaran bruto dan/atau penerimaan brutonya melebihi Rp 600.000.000,00 (enamratus juta rupiah).
Pasal 5
1.
 
Apabila diperoleh data dan/ atau informasi yang menunjukkan adanya kewajiban perpajakansebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (2) tidak dipenuhi pengusaha, Direktur JendralPajak dapat mengukuhkan pengusaha sebagai Pengsaha Kena Pajak secara jabatan.2.
 
Direktur Jendral Pajak dapat menerbitkan surat ketetapan pajak dan/ atau surat tagihan pajak untuk Masa Pajak sebelum pengusaha dikukuhkan secara jabatan sebagai Pengusaha KenaPajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terhitung sejak saat jumlah peredaran bruto dan/ atau penerimaan brutonya melebihi Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
Pasal 6
Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wajib memungut, menyetor,dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yangterutang atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang dilakukannya.
Pasal 7
 Dalam hal pengusaha telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan peredaran brutodan/atau penerimaan brutonya dalam satu tahun buku tidak melebihi Rp 600.000.000,00(enam ratus juta rupiah), Pengusaha Kena Pajak dapat mengajukan permohonan pencabutanpengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
Pasal 8
Pada saat Peraturan Mentri Keuangan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Keuangan nomor552/KMK.04/2000 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai sebagaimanatelah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 571/KMK.03/2003, dicabut dandinyatakan tidak berlaku.
Pasal 9
Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2010.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan MenteriKeuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->