Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Draft Biokestan

Draft Biokestan

Ratings: (0)|Views: 313 |Likes:
Published by anon_888757044

More info:

Published by: anon_888757044 on May 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

 
ACARA ITANAH SEBAGAI HABITAT MAKROFAUNAA.
 
Pendahuluan
1.
 
Latar BelakangTanah merupakan habitat bagi bermacam-macam makhluk hidup dan jumlah sangat banyak, baik nabati maupun hewani. Ada yang tergolongmikrobiota, mesobiota dan makrobiota. Makhluk hidup yang hidup di dalamtanah membentuk flora dan fauna khas yang berasosiasi dengan bahanpenyusun tanah yang merupakan benda abiotik, yaitu batuan, mineral, air danudara. Sebagai suatu kesatuan komponen biotik dengan komponen abiotik maka tanah merupakan suatu sistem ekologi.Kelompok fauna tanah terdiri dari mikrofauna, mesofauna, danmakrofauna. Yang termasuk mikrofauna ialah protozoa dan nematode,mesofauna adalah rayap dan semut, dan makrofauna ialah cacing tanah. Proseskimia oleh biota tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah contoh adalahcacing dimana lewat sismbiosis dengan bakteri di perutnya dapat mengubahtanah secara kimiawi sehingga tanah telapukkan dan menghasilkan unsur-unsuryang sangat dibutuhkan tanaman. Setiap kedalamamn tanah tertentu jenismakrofaunanya berbeda dan jenis tanah menentukan jenis dari makrofauna.Makrofauna yang ada di dalam tanah memiliki peranan yang penting, yaitusalah satu faktor penting yang mempengaruhi faktor pembentuk tanah. Peranmakrofauna dalam pembentukan tanah adalah sebagai agen pembentuk strukturtanah dan pori-pori tanah. Selain itu juga berperan dalam pendekomposisiansisa-sisa organik.2.
 
Tujuan Praktikum
Praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah Acara I “Tanah sebagai HabitatMakrofauna“ mempunyai beberapa tujuan yaitu :
 
 
a.
 
Menghitung populasi makrofauna tanah (anesik, epieik dan endogeik) pada jenis lahan yang berbeda (lahan terbuka, rumput, semak dan pohon).
 
b.
 
Mempelajari pengaruhnperbedaa jenis lahan terhadap populasi makrofaunatanah.
 
c.
 
Mengidentifikasi makrofauna tanah pada perbedaan jenis lahan.
 
3.
 
Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Biologi dan Kesehatan Tanah Acara I “Tanah sebagai Habitat
M
akrofauna“ dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2011 di berbagai
 jenis lahan yang ada di lingkungan Fakultas Pertanian UNS untuk pengambilansampel dan identifikasi makrofauna dilaksanakan di Laboratorium BiologiTanah Fakultas Pertanian UNS.
B.
 
Tinjauan Pustaka
Kelompok makrofauna tanah (ukuran > 2 mm) terdiri dari milipida, isopoda,insekta, peranannya dalam proses dekomposisi, aliran karbon, redistribusi unsurhara, siklus unsur hara, bioturbasi dan pembentukan struktur tanah. Biomasacacing tanah telah diketahui merupakan bioindikator yang baik untuk mendeteksiperubahan pH, keberadaan horison organik, kelembaban tanah dan kualitashumus.Rayap berperan dalam pembentukan struktur tanah dan dekomposisi bahan
organik (Maftu’ah et al, 2005).
Semut, rayap, laba-laba termasuk binatang berderajat agak tinggi.Kesemuanya dengan berperan membantu pelapukan danpenghancuran bahanorganic di dalam tanah. Tetapi tidak sedikit pula yang merugikan padapertumbuhan tanaman. Organisme-organisme yang berkependudukan di dalamtanah yang sanggup mengadakan perubahan-perubahan besar di dalam tanah,terutama dalam lapisan atas atau top soil di mana akar tanaman dapat denganmudah diperoleh bahan makanam (Sutejo et al, 2004).
 
Cahaya matahari merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhisifat-sifat tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan yang berbeda memilikikebutuhan akan cahaya, air, suhu, dan kelembapan yang berbeda. Jumar (2000)menyebutkan berdasarkan responnya terhadap cahaya, makrofauna tanah ada yangaktif pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Sugiyarto (2000) menjelaskan bahwakebanyakan makrofauna permukaaan tanah aktif di malam hari. Selain terkaitdengan penyesuaian proses metabolismenya, respon makrofauna tanah terhadapintensitas cahaya matahari lebih disebabkan oleh akitivitas menghindaripemangsaan dari predator. Dengan pergerakaannya yang umumnya lambat, makakebanyakan jenis makrofauna tanah aktif atau muncul ke permukaan tanah padamalam hari.Beberapa metode, seperti metode lempeng agar dan metode larutanmemberikan informasi yang berhubungan dengan berlimpahnya golonganmikroorganisme yang dapat berkembang terus atau kemampuan berkembang biak yang juga bersangkut paut dengan sifat atau keadaan alami proses-prosesbiokhemis yang berpengaruh terhadap keberadaan organisme di dalam tanah.Motede-metode ini berdasarkan pada perkembangan sel-sel hidup dalam berbagaibentuk koloni. Jumlah organisme yang didapat atau diketahui dalam penelitiandengan menggunakan salah satu di antara metode-metode ini umumnyadilaporkan berkisar dari satu juta sampai limapuluh juta pada per gram tanah(Mulyani
et al
, 1999).Kehidupan dalam tanah analog dengan kehidupan di atas tanah. Akar, dantumbuhan di dalam tanh merupakan bagian dari produsen primer. Terdapatkonsumen dan pengurai yang saling dihubungkan oleh rantai makanan. Barangkaliperbedaan utama antara ekologi di atas dan di bawah daerah peralihan janahadalah bahwa di atas daerah peralihan hewan berperan dominan sebagai konsumendan di bawah daerah peralihan jasad renik berperan dominan sebagai pengurai.Pengurai ini terutama bersel tunggal dan mikroskopis disebut mikrobia (Madiganet al, 2001).

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Catur Wahyu liked this
Catur Wahyu liked this
Rtih Purwanti liked this
Yeni Hartati liked this
Heny Susanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->