Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
dormansi-biji

dormansi-biji

Ratings: (0)|Views: 120 |Likes:
Published by ayusaidah_bio10

More info:

Published by: ayusaidah_bio10 on May 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
Dormansi dapat dikatakan sebagai suatu fase dimana kulit biji dalam kondisi yangkeras menghalangi penyerapan. Organisme hidup dapat memasuki keadaan tetap hidupmeskipun tidak tumbuh selama jangka waktu yang lama, dan baru mulai tumbuh aktif bilakondisinya sudah sesuai. Kondisi penyimpanan selalu mempengaruhi daya hidup biji.Meningkatnya kelembaban biasanya mempercepat hilangnya daya hidup (Salisbury dan Ross,1995).Menurut Werein & Phillips (1970), istilah yang mendekati pada arti dormansiadalah masa istirahat bagi suatu organ tanaman atau biji sebelum akhirnya tumbuh danmelewati fase vegetatifnya..Hasil praktikum manunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh GA
3
lebih efektif daripada NAA
 
terutama pada konsentrasi 60 ppm, dari data terlihat pada konsentrasi 60 ppm bias mencapai84%. Tanaman budidaya yang lama belum dibudidayakan seringkali menunjukan dormansisampai tingkat tertentu dan memerlukan kondisi khusus atau waktu penyimpanan yang lebihpanjang sebelum berkecambah Gardner
et al
(1991).Perlakuan pemberian zat pengatur tumbuh NAA maupun GA3 ternyata memberikanpengaruh terhadap pematahan dormansi biji. Pada konsentrasi tinggi, pengaruh yangditimbulkan akan lebih cepat dari pada konsentrasi rendah, namun tingkatnya masih dalamambang terbatas karena ZPT dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit. Pada perlakuanGA3 memiliki pengaruh yang lebuh besar karena Giberelin merupakan fitohormon yangmempengaruhi peningkatan pembelahan sel dan perbesaran sel pada pertambahan panjangbatang dan akar pada tanaman (Abidin,1987).Hal ini sesuai dengan hasil praktikum yangdidapat.Hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan batang dan dapat jugameningkatkan besar daun dan beberapa jenis tumbuhan, besar bunga dan buah adalahgiberelin. Giberelin juga dapat menggantikan perlakuan suhu rendah (2º-4º) pada tanaman.Giberelin pada tanaman dapat menyebabkan peningkatan sel, pembelahan dan pembesaransel. (Zummermar,1961). Biji biasanya berkecambah dengan segera bila diberi air dan udarayang cukup, mendapat suhu pada kisaran yang memadai dan pada keadaan tertentu, mendapatperiode terang dan gelap yang sesuai. Tetapi pada sekelompok tumbuhan yang bijinya tidak segera berkecambah meskipun telah diletakkan pada kondisi kandungan air, suhu, udara dancahaya yang memadai. Perkecambahan tertunda selama beberapa hari, minggu bahkan bulan,tetapi dengan adanya giberelin dormansi dapat dipatahkan (Prawiranata
et al
, 1989).
Menurut Kusumo (1990), NAA (α naphthalene acetic acid)
merupakan ZPT yangdikelompokkan ke dalam auksin. Penambahan NAA akan mempengaruhi pertumbuhan akar,yaitu mengenai banyaknya akar maupun kualitas akar yang dihasilkan.Namun dibutuhkanpada konsentrasi kecil pada peranannya untuk mengatur tumbuh tanaman. Sifat-sifat yangmenyebabkan NAA berespon positif terhadap tanaman antara lain (1) sifat kimianya yangmantap dan pengaruhnya yang lama, (2) hormon ini tetap berada di tempat ia diberikan dantidak menyebar kebagian lain, sehingga tidak mempengaruhi pertumbuhan bagian lain.Kekurangan dari NAA adalah kisaran (range) kepekatan yang senpit, kepekatan yangmelebihi batas (diluar range) akan bersifat racun.Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji adalah :1.
 
Tidak sempurnanya embrio (rudimentary embryo),2.
 
Embrio yang belum matang secara fisiologis (physiological immature embryo),3.
 
Kulit biji yang tebal (tahan terhadap pergerakkan mekanis),4.
 
Kulit biji impermeable (impermeable seed coat) dan5.
 
Adanya zat penghambat (inhibitor) untuk perkecambahan (Abidin, 1987).
 
Teknologi pertanian menangani biji dengan tekstur keras itu sengaja dirusak ataudilembekkan dengan suatu proses yang disebut skarifikasi. Skarifikasi secara kimiawi, bijidirendam dalam asam pekat, pelarut organik seperti aseton atau bahkan dalam air yangmendidih. Skarifikasi mekanik, biji digoyang-goyang dalam bahan penggosok seperti pasiratau ditoreh dengan pisau (Loveless, 1990).Fase-fase yang terjadi dalam dormansi biji menurut Abidin (1987) adalah :1.
 
Fase induksi ditandai dengan terjadinya penurunan jumlah hormon2.
 
Fase tertundanya metabolisme3.
 
Fase bertahanya embrio untuk berkecambah karena faktor lingkungan yang tidak menguntungkan4.
 
Perkecambahan, ditandai oleh meningkatnya hormon dan aktifitas enzim.Menurut Muhammad Salim Saleh (2004), pada dasarnya dormansi dapatdiperpendek dengan berbagai perlakuan sebelum dikecambahkan, baik secara fisik, kimia danbiologi. Benih yang cepat berkecambah berarti memiliki kesempatan tumbuh axis embriolebih panjang sehingga memungkinkan terjadi pembekakan pada bagian ujungnya sebagaitempat pertumbuhan akar dan plumula sehingga akar menjadi lebih panjang.Daftar ReferensiAbidin,Z. 1987. Dasar-dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa, Bandung.Gardner, F. R., Pearce, F. B dan Mitchell, R. L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press,Jakarta.Loveless, A. R. 1990. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Gramedia, Jakarta.Kusumo, S. 1990. Zat Pengatur Tumbuh. Yasaguna, Jakarta.Prawiranata, W., Harram, S dan T. Tjodronegoro. 1989. Dasar Fisiologi Tumbuhan II. IPB,Bogor.Saleh,M.S.,2004. Pematahan Dormansi Benih Aren Secara Fisik Pada Berbagi Lama Ekstrasi Buah.Dalam Industri Benih di Indonesia Aspek Penunjangan Pengembangan. Jurusan BudidayaFakultas Pertanian UNTAD.Wereing, D.F and I. D.J. Phillips. 1970. The Control of Growth and Differentation in Plants.Pergamon Press, New York.Zummermar,P.W.1961. Plant Growth Regulation.The Lowa State University Press.USA
 
 
I. Judul : DORMANSI BENIHII. Tanggal : 2 Juni 2010III. Tujuan : Mengetahui periode dormansi dan cara mengatasinyaIV. Pendahuluan :Dormansi adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan tidak terjadi walaupun kondisilingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan.Pada beberapa jenis varietas tanaman tertentu, sebagian atau seluruh benih menjadi dormansewaktu dipanen, sehingga masalah yang sering dihadapi oleh petani atau pemakai benihadalah bagaimana cara mengatasi dormansi tersebut.Benih yang mengalami dormansi biasanya disebabkan oleh :Rendahnya/ tidak adanya proses imbibisi air yang disebabkan oleh struktur benih (kulitbenih) yang keras, sehingga mempersulit keluar masuknya air ke dalam benih.Respirasi yang tertukar, karena adanya membran atau pericarp dalam kulit benih yang terlalukeras, sehingga pertukaran udara dalam benih menjadi terhambat dan menyebabkanrendahnya proses metabolisme dan mobilisasi cadangan makanan dalam benih.Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio, karena kulit biji yang cukup kuatsehingga menghalangi pertumbuhan embrio. Pada tanaman pangan, dormansi sering dijumpaipada benih padi, sedangkan pada sayuran dormasni sering dijumpai pada benih timun putih,pare dan semangka non biji.Dormansi, yaitu peristiwa dimana benih tersebut mengalami masa istirahat (Dorman).Selanjutnya didefinisikan bahwa Dormansi adalah suatu keadaan dimana pertumbuhan tidak terjadi walaupun kondisi lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan.Kondisi dormansi mungkin dibawa sejak benih masak secara fisiologis ketika masih beradapada tanaman induknya atau mungkin setelah benih tersebut terlepas dari tanaman induknya.Dormansi pada benih dapat disebabkan oleh keadaan fisik dari kulit biji dan keadaanfisiologis dari embrio atau bahkan kombinasi dari kedua keadaan tersebut.Secara umum menurut Aldrich (1984) Dormansi dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu Innatedormansi (dormansi primer), Induced dormansi (dormansi sekunder), dan Enforced dormansi.Sedangkan menurut Sutopo (1985) Dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu DormansiFisik dan Dormansi Fisiologis.Untuk mengetahui dan membedakan/ memisahkan apakah suatu benih yang tidak dapatberkecambah adalah dorman atau mati, maka dormansi perlu dipecahkan. Masalah utamayang dihadapi pada saat pengujian daya tumbuh/ kecambah benih yang dormansi adalahbagaimana cara mengetahui dormansi, sehingga diperlukan cara-cara agar dormansi dapatdipersingkat.Ada beberapa cara yang telah diketahui adalah :Dengan perlakuan mekanisDengan perlakuan kimia.Perlakuan perendaman dengan air.Perlakuan dengan suhu.Perlakuan dengan cahaya.X. Daftar Pustaka :Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Malang: Fakultas Pertanian UNBRAW .

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->