Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
90Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Umum Penyediaan Drainase - USMAN WIRYANTO - TEKNIK SIPIL UII YOGYAKARTA

Petunjuk Umum Penyediaan Drainase - USMAN WIRYANTO - TEKNIK SIPIL UII YOGYAKARTA

Ratings:

4.89

(9)
|Views: 4,822 |Likes:
Published by usman_wir
Penyusunan RPIJM Sub Bidang Drainase DInas Cipta Karya Propinsi DIY
Penyusunan RPIJM Sub Bidang Drainase DInas Cipta Karya Propinsi DIY

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: usman_wir on Dec 27, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

 
USMAN WIRYANTO
9.1PETUNJUK UMUM PENYEDIAAN DRAINASE9.1.1Pengantar
Tujuan dari penyusunan rencana pembangunan sub bidang drainaseadalah untuk memberikan suatu manual yang dapat memberikan arahankhususnya bagi Dinas Kimpraswil Kabupaten/Kota di Daerah IstimewaYogyakarta (DIY), dan bagi pihak lain yang berkepentingan dalampengelolaan/penataan system drainase. Sehingga pada akhirnya dapatdiwujudkan suatu sistem drainase yang terintegrasi dan dengan kualitaspelayanan yang memadai.Acuan yang dipakai adalah Kepmen PU No. 239/KPTS/1987 tentang fungsiutama saluran drainase sebagai drainase wilayah dan sebagai pengendalianbanjir.Sistem drainase tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berhubungan dengansektor infrastruktur lainnya seperti pengembangan daerah, air limbah,perumahan dan tata bangunan serta jalan kota. Hal ini dapat dijelaskansebagai berikut :1.Perencanaan sistem drainase harus mendukung skenariopengembangan dan pembangunan wilayah, serta terpadu rencanapengembangan prasarana lainnya.2.Perencanaan sistem drainase harus mempertimbangkanpengembangan infrastruktur air limbah, karena faktanyamenunjukkan bahwa saluran air limbah kebanyakan masih bercampurdengan sistem pembuangan air hujan.
9 - 1
 
3.Perencanaan sistem drainase harus dikoordinasikan dengan rencanapengembangan perumahan, terutama dalam kaitannya denganperencanaan sistem jaringan dan kapasitas prasarana.
4.
Perencanaan drainase yang menjadi satu kesatuan dengan jaringanjalan harus disinkronkan dengan sistem jaringan drainase yang sudahdirencanakan oleh istitusi atau lembaga pengelola jaringan drainase.Secara pasti dapat dikatakan bahwa penyelesaian masalah drainase (banjir)di suatu kawasan selain memfokuskan pada penyelesaian masalah kawaninternal, juga tidak terlepas dari penyelesaian masalah kawasan eksternal,terutama menyangkut aspek – aspek yang terkait secara langsung denganpermasalahan drainase di Kawasan studi.Dengan demikian disadari sepenuhnya bahwa usaha untuk membebaskansuatu wilayah dari banjir adalah merupakan usaha atau kegiatan yangbersifat lintas sektoral dan lintas wilayah. Tanpa adanya koordinasi dansinkronisasi penanganan, maka kegiatan – kegiatan yang dilakukan secaraparsial oleh masing – masing instansi atau wilayah pemerintahan tidak akanmenghasilkan out – put yang optimal.Sebagai bahan pengantar topik ini adalah uraian berikut. Studi tentangbanjir akan selalu berhubungan dengan debit banjir dan kapasitas pelayanansystem (pembuang), dan pemahaman mengenai daur hidrologi. Dari daurhidrologi dipahami secara jelas hubungan antara berbagai komponen darisimpanan air (“water storege”) dan aliran air (“water movement”). Dalamperjalanannya butiran butiran air hujan akan mengalami penguapan,peresapan ke dalam tanah, dan sisanya akan mengalir langsung ke sungaiterdekat. Komponennya dapat disederhanakan menjadi :
Qo p E  H 
++=
dimana :
H= HujanE= Penguapan
9 - 2
 
P= Peresapan
o
= Aliran permukaan menuju sungai
Dari rumus di atas terlihat bahwa debit sungai akibat hujan secara langsungadalah sebesar Q 
o
, sedangkan p sebagian akan menjadi air tanah (Q 
t
) dansebagaian akan menjadi air bawah permukaan (Q 
i
). secara berangsunr –angsur Q 
t
dan Q 
i
keluar menuju sungai. Ketiga komponen aliran air (Q 
o,
i, dan
t
) akan membentuk suatu kesatuan di sungai yang disebut larian (Runoff)dari sebuah daerah aliran.Besarnya resapan akan sangat tergantung pada kondisi lahan atau areatangkapan hujan. Jika lahan yang ada merupakan kawasan yang baik untukperesapan air (hutan atau kawasan “Green Belt”), maka nilai Q 
o
menjadikecil sehingga tidak terjadi peningkatan kapasitas secara mendadak dandalam kuantitas yang sangat tinggi pada sungai. Tetapi jika area resapanrusak atau berubah fungsi menjadi area pemukiman, maka nilai Qo menjadisangat besar, dan akibatnya akan terjadi luapan atau banjir pada sungaikarena sungai tersebut harus menampung debit yang sangat besar dalamperiode yang singkat.Dari gambaran di atas terlihat jelas fungsi daerah resapan untukpenanggulangan banjir yaitu untuk mengatur besarnya aliran permukaanmenuju sungai akibat hujan. Dalam konteks studi drainase dimana salah satupermasalahan adalah adanya genangan (banjir), maka pengendaliankawasan resapan di daerah hulu menjadi sangat penting. Seberapapunbesarnya dan lengkapnya kapasitas jaringan drainase di suatu wilayah, tanpaadanya kebijakan pengendalian kawasan di hulu yang menjadi daerahresapan air, maka dapat dipastikan bahwa system yang disediakan tidakakan mampu menampung beban yang ada. Contoh di atas adalah salah satuaspek. Aspek kebijakan yang dituntut tidak terbatas pada masalah tersebut.Masih banyak aspek lain seperti kebijakan kependudukan dan lainsebagainya dari kawasan eksternal yang harus di sinkronkan dandikoordinasikan secara seksama.
9 - 3

Activity (90)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
agusekoms liked this
BiMa ArFiyant liked this
lamury liked this
Chacha Ajah liked this
Ime Mamimumemo liked this
Nur Hidayah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->