Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sterilisasi Alat Dan Pembuatan Media

Sterilisasi Alat Dan Pembuatan Media

Ratings: (0)|Views: 437 |Likes:

More info:

Published by: Muslikhatun Mutmainnah on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

 
 
ACARA IPEMBUATAN LARUTAN STOK, MEDIA KULTUR DANSTERILISASI ALATA.
 
Pendahuluan
1.
 
Latar belakangKultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian daritanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ sertamenumbuhkannya dalam kondisi aseptik, sehingga bagian-bagian tersebutdapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh kembali.Teknik kultur jaringan telah digunakan secara luas selain untuk mendapatkan tanaman bebas virus dapat pula digunakan sebagai metodeuntuk memperbaiki sumber plasma nutfah yaitu mendapatkan tanamanyang lebih baik dari tetuanya. Dalam kultur jaringan, eksplan yang akandikulturkan ditanam pada media dalam kondisi yang aseptis dan perludiperhatikan pula kesesuaian media kultur yang digunakan.Media kultur merupakan faktor utama dalam perbanyakan dengankultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenistanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiridari garam mineral unsur hara makro dan unsur hara mikro, vitamin, danzat pengatur tumbuh (hormon). Selain itu, diperlukan juga bahan tambahanseperti agar, gula, agar, arang aktif, bahan organik. Media yang sudah jadiditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yangdigunakan juga harus sterilkan dengan cara memanaskannya denganautoklaf.Larutan stok merupakan larutan bahan-bahan komponen mediayang besarnya telah dikalikan menjadi beberapa konsentrasi. Sehinggalarutan stok ini berfungsi untuk memudahkan penimbangan danmenghindari kesalahan penimbangan bahan-bahan yang diperlukan dalam jumlah yang relatif kecil dalam pembuatan medium kulturjaringan. Dalampembuatan media kultur, komposisi formulasi dari suatu media harus
 
 mengandung air,karena 90% media air. Disamping itu diperlukan juganutrien esensial makro dan mikro, karbohidrat, ZPT (Zat PengaturTumbuh), vitamin, asam amino dan ekstrak bahan organik.Problem yang sering mengganggu dalam pekerjaan
in-vitro
adalahmembuat dan menjaga kondisi aseptis. Dalam lingkungan disekitar kita,spora dari bakteri dan fungi dimana-mana. Maka, lebih baik pekerjaanyang dilakukan diawali dengan bagian tanaman dalam kondisi bebasmikroba dan semua alat gelas, media dan alat-alat lain telah disterilkan.Kultur jaringan tanaman akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Untuk menghasilkan hasiltanaman yang baik, syaratnya meliputi, pemilihan eksplan atau bahantanaman, penggunaan media yang sesuai keadaan yang aseptis danpengaturan lingkungan tempat tumbuh yang sesuai.2.
 
Tujuan praktikum
Tujuan dari praktikum Acara 1 “
Pembuatan Larutan Stok, Media
Kultur dan Serilisasi Alat” adalah:
 a.
 
Mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan larutan stok b.
 
Mengetahui langkah-langkah dalam pembutan media kultur jaringanc.
 
Mengetahui prosedur sterilisasi alat alat penanaman
B.
 
Tinjauan Pustaka
 Kultur jaringan yaitu suatu metode untuk mengisolasi bagian darisuatu tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organserta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagiantersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yangutuh kembali (Gunawan, 1992). Teknik kultur jaringan telah digunakansecara luas selain untuk mendapatkan tanaman bebas virus dapat puladigunakan sebagai metode untuk memperbaiki sumber plasma nutfah yaitumendapatkan tanaman yang lebih baik dari tetuanya (Wattimena et al., 1992).Kultur jaringan menurut Suryowinoto (1991) dalam Hendaryono(1994) yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil
 
 yang mempunyai sifat seperti induknya. Keberhasilan kultur jaringantanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sterilisasi, pemilihanbahan eksplan, faktor lingkungan seperti pH, cahaya dan temperatur, sertakandungan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dalam medium kultur. Tujuan daristerilisasi adalah agar tidak ada mikroorganisme lain, yang tidak diinginkan,tumbuh dalam media tersebut, sehingga dapat menghambat pertumbuhanmikroorganisme yang akan dibiakkan dalam media tersebut (Ermila, 2005).Zulkarnain (2009) mengungkapkan bahwa dalam teknik kultur jaringan,kehadiran zat pengatur tumbuh sangat nyata pengaruhnya. Sangat sulit untuk menerapkan teknik kultur jaringan pada upaya perbanyakan tanaman tanpamelibatkan zat pengatur tumbuhnya
.
Media kultur jaringan dibedakan menjadi media dasar (
basic medium
)dan media tambahan. Komposisi media dasar mengandung hara essensialbaik makro maupun mikro, sumber energi dan vitamin yang jumlah danmacamnya tergantung dari penemunya. Komposisi media perlakuanmerupakan komposisi media tambahan yang dapat berupa vitamin, senyawaorganik kompleks dan zat pengatur tumbuh. Kepekaan jaringan terhadap zatyang ditambahkan pada media perlakuan khususnya zat pengatur tumbuhditentukan oleh konsentrasi zat pengatur tumbuhan yang sudah ada di dalam jaringan tumbuhan tersebut (Starling et al., 1986).Perbedaan komposisi media, komposisi zat pengatur tumbuh dan jenismedia yang digunakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan danregenerasi eksplan yang dikulturkan. Formulasi media kultur jaringanpertama kali dibuat berdasarkan komposisi larutan yang digunakan untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur-unsur makronya. Unsur-unsur haradiberikan dalam bentuk garam-garam anorganik. Komposisi media danperkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dantanaman yang digunakan serta pendekatan dari masing-masing peneliti.Beberapa jenis sensitif terhadap konsentrasi senyawa makro tinggi ataumembutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya (Evan, 2010).Menurut Yunus et al. (2010), pemilihan media yang digunakan merupakan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->