Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mediasi Penal Dalam Perspektif Pembaharuan Sistem Peradilan Pidana Indonesia - CSA Teddy Lesmana

Mediasi Penal Dalam Perspektif Pembaharuan Sistem Peradilan Pidana Indonesia - CSA Teddy Lesmana

Ratings: (0)|Views: 388 |Likes:
Published by Csa Teddy Lesmana

More info:

Published by: Csa Teddy Lesmana on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

 
MEDIASI PENAL DALAM PERSPEKTIFPEMBAHARUAN SISTEM PERADILAN PIDANAINDONESIA
Oleh:
CSA Teddy Lesmana
 Diskusi dan wacana tentang pembaharuan SistemPeradilan Pidana
(criminal justice system)
terusberkembang dari masa ke masa. Berbagai gagasanbermunculan seiring dengan banyaknya perspektifyang digunakan dalam rangka mendukungargumentasi yang dikemukakan, tentu sajakeragaman itu dipengaruhi pula oleh latar belakangdari masing-masing pengusung gagasan tersebut.Namun demikian dalam perkembangannya dewasaini, dorongan berbagai gagasan dan wacana yangmuncul itu masih terbukti belum banyakmemberikan perubahan yang fundamental ataskarakteristik tradisional yang telah ternyata melekatpada sifat utama sistem peradilan pidana di duniapada umumnya.
 
Sulitnya merubah karakteristik tradisional dalamsistem peradilan pidana baik di negara penganutsistem hukum
common law 
maupun
civil law,
padadasarnya disebabkan oleh sifat hukum pidana itusendiri yang terlanjur telah disepakati dandibakukan sebagai bagian dari hukum publik
(algemene belangen).
Dengan bentuk dan sifat ini,bagaimanapun juga
fleksible 
-nya kaedah-kaedahpidana itu disusun dan diberlakukan, pada akhirnyatetap saja akan menghasilkan polarisasi ‘kaku’,yakni sedikitnya (jika enggan untuk menyebut tidakada) peran individu, dimana penegakan hukumhanya bertumpu pada negara sebagai yangterutama bagi penentu dan pemberi rasa keadilan.
Keadilan dalam Sistem Tradisional
 Polarisasi yang demikian itu dapat dipahamisebagai pengejawantahan konsep hukum dalamhubungannya dengan keadilan yang sempurna.Konsep ini sebagaimana dikemukakan oleh
Plato
,
 
yang pada intinya menekankan hukum sebagaitatanan dimana hanya kepentingan umum yangdiutamakan. Kepentingan umum yang dimaksudoleh konsep ini adalah partisipasi semua orangdalam gagasan untuk memeroleh keadilan melaluiketerwakilannya oleh negara, sehingga keadilanakan dicapai secara sempurna.
(Wiko: 2009)
Dengan demikian maka negara yang menetapkannorma-norma keadilan, negara yang membentuksekaligus pelaksana dari mekanisme pencariankeadilan, pada gilirannya negara pula yangmemutuskan atau memberikan keadilan.Demikian halnya dalam hukum pidana, perbuatanpidana dipandang sebagai suatu tindakan yangmerusak atau merugikan kepentingan orang lain,inilah dasar bagi korban sebagai pihak yangdirugikan untuk melakukan suatu pembalasankepada pihak yang merugikannya. Dalamperspektif kehidupan bersama pada suatumasyarakat, pembalasan tersebut umumnya tidakhanya menjadi hak dari korban tindak pidana itu

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Gunk Gunk' liked this
Abdul Manan liked this
Uphie Sufiarma liked this
Nining Manis liked this
David Sumarno liked this
Imam Tea liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->