Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kriteria Ketuntasan Minimal

Kriteria Ketuntasan Minimal

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
Published by nurlizawati200788

More info:

Published by: nurlizawati200788 on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

 
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)A.
 
Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal ketercapaian kompetensisetiap indikator, kompetensi dasar, standar kompentensi aspek penilaian mata pelajaranyang harus dikuasai oleh peserta didik.Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalahmenggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukankelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubahkeputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteriatidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurvanormal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jikadiperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurvanormal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuaiproporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yangtepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belumtuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui criteria ketuntasanminimal.Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasilmusyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikanyang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forumMGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensisehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkanmencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimaldi bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, danorang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadappenilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukansosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang
 
tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar(LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.
B.
 
Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
Fungsi kriteria ketuntasan minimal antara lain sebagai berikut:1.
 
sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuaikompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapatdiketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harusmemberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;2.
 
sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian matapelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harusdicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapatmempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM.Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yangbelum tuntas dan perlu perbaikan;3.
 
dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi programpembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasilprogram kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perludianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yangmudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhansarana-prasarana belajar di sekolah;4.
 
merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuanpendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upayayang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuanpendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM denganmemaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upayapencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran sertamengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantudengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalammengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupayamemaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya prosespembelajaran dan penilaian di sekolah;
 
5.
 
merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap matapelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampauiKKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuanpendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawabdapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.
C.
 
Mekanisme Penetapan KKM
Prinsip Penetapan KKM, penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlumempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:1.
 
Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapatdilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapatdilakukan melalui professional judgement oleh pendidik denganmempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajarmata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan denganrentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;2.
 
Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasanbelajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, dayadukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar danstandar kompetensi3.
 
Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-ratadari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yangbersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkanuntuk seluruh indikator pada KD tersebut;4.
 
Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rataKKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;5.
 
Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semuaKKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dandicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;6.
 
Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soalulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupunUlangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugas harus mampumencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->