Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Generatio Sepontanea

Teori Generatio Sepontanea

Ratings: (0)|Views: 48 |Likes:
Published by I WAYAN MADIYA

More info:

Published by: I WAYAN MADIYA on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2012

pdf

text

original

 
Penemuan jasad renik di alam, menimbulkan rasa ingin tahu tentang asal mula mahkluk hidup.Ada dua teori yang berbeda mengenai asal usul mahkluk hidup yaitu, yang pertama menurut teoriabiogenesis (generatio spontanea) dimana
abio
artinya tidak hidup dan
 genesis
artinya asal. Yangmenyatakan bahwa jasad renik itu muncul sebagai akibat dekomposisi jaringan tumbuhan atauhewan yang mati. Dengan kata lain, para ilmuan mengira bahwa organisme hidup berasal dari bahan mati yang mengalami penghancuran. Teori ini menyatakan bahwa mahkluk hidup berasaldari benda tak hidup atau mahkluk hidup ada dengan sendirinya.Salah satu pelopor teori abiogenesis ini adalah Aritoteles dengan melakukan percobaanyaitu pada tanah yang direndam air akan muncul cacing. Pemikiran yang sama mengenai generasispontan sekurang-kurangnya juga telah dicetuskan oleh bangsa Yunani Kuno yang meyakini bahwa daging yang membusuk menghasilkan belatung dan lalat serta katak muncul begitu saja darilumpur pada keadaan-keadaan iklim tertentu. Salah satu ilmuan yang mendukung teori generatiospontanea ialah John Needham (1713-1781) dengan merebus padi-padian dan daging dalam wadahselama beberapa menit kemudian ditempatkan dalam botol yang ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari, akhirnya ia mengamati adanya koloni bakteri pada permukaan daging tersebut. Iamenyimpulkan bahwa mikroorganisme terjadi spontan dari daging.
Adapun Antonie VanLeeuwenhoek dengan mikroskop penemuannya, beliau menemukan benda-benda aneh yang terdapatdalam setetes air rendaman jerami. Ia menyatakan
menyebut benda-benda aneh tadi dengan
‘animalcule’
yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil.Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan dari mana asalanimalcules tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukungterori yang mengatakan bahwa
makhluk hidup berasal dari benda mati melalui prosesabiogenesis. Konsep
 
ini dikenal dengan ganaratio spotanea.
Banyak orang pada masa yang lalusependapat bahwa mikroorganisme menjelma melalui generasi spontan bagi cacing, serangga, dan bahkan binatang seperti tikus dan katak., tetapi tidak sedikit pula yang tidak mendukung berlakunya generasi spontan. Teori abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance, seiring dengankemajuan pengetahuan mengenai mikroba, semakin lama teori tersebut menjadi tidak terbukti.Sebagian ahli yang tidak sependapat dengan teori Abiogenesis menganut teori Biogenesis,dengan pendapat bahwa jasad renik terbentuk dari “benihmahkluk hidup lainnya. Untumempertahankan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan
 
Gambar 1 : Percobaan Lazzaro Spalanzani
 berbagai percobaan.
 
Fransisco Redi (1665), memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ulat yang berkembang biak di dalam daging busuk, tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan didalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. Jadi dapat disimpulkan bahwaulat tidak secara spontan berkembang pada daging melainkan dari telur yang diletakan oleh lalat pada saat hinggap didaging. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani (1768)memberi bukti yang menguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya, pada percobaannya yang menggunakan kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan mikroba tidak tumbuh. Percobaan ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikroba di dalam suatu bahan, dalam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.Sekitar 1850 Schroeder dan Von Dusch melakukan percobaan yang lebih meyakinkandengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas steril kedalam labu berisi kaldu yangsebelumnya direbus dengan baik. Mikroba disaring keluar dari udara oleh serat-serat kapas dandengan demikian mikroba dicegah masuk kedalam sehingga tidak ada mikroba yang tumbuh dalamkaldu tersebut.
 
Gambar 2 : Percobaan Schroeder dan Von Dusch
Perbedaan pendapat ahli-ahli diatas dapat dipecahkan 80 atau 90 tahun kemudian oleh dua penelitisecara terpisah, yaitu Franz Schultze (1815-1873) dan Theodor Schwann (1810-1882). Schultzemengalirkan udara melewati larutan asam pekat ke dalam labu berisi kaldu daging yang telahdirebus terlebih dahulu dengan baik. Schwann dalam tahun 1837 membuat percobaan serupa itu juga dengan mengalirkan udara lewat pipa yang dipanasi menuju kepada botol yang berisi kalduyang telah dipanasi berjam-jam lamanya.  Namun tetap saja hal ini belum meyakinkan merekauntuk menentang teori Abiogenesis, dengan mengatakan bahwa asam dan panas mengubah udarasedemikian sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikroba baru.
Bukti Teori Biogenesis
Pada perioda yang sama muncul ilmuwan baru dari Perancis
Louis Pasteur
(1822 – 1895)seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada mikroorganisma.
 
Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba dalam industri anggur dana
 
 pembuatan alkohol. Salah satu pendukung teorigeneratio spontanea yang hidup
 
 pada masa Louis Pasteur adalah Felix Archimede Pouchet (1800-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->