Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kurikulum Penjas (Naskah Akademik)

Kurikulum Penjas (Naskah Akademik)

Ratings: (0)|Views: 314 |Likes:
Published by Hatta Ata Coy
Sejarah Penjas
Sejarah Penjas

More info:

Published by: Hatta Ata Coy on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

 
 
NASKAH AKADEMIKPENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATANDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGANPUSAT KURIKULUM2007
 
 Kajian Kebijakan Kurikulum MP Penjas-2007 
i
KATA PENGANTAR
Pemberlakuan UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional, Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, danPeraturan Pemerintah No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasardan Menengah menuntut cara pandang yang berbeda tentang pengembangan dan pelaksanaankurikulum. Dulu, pengembangan kurikulum dilakukan oleh pusat dalam hal ini PusatKurikulum sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh satuan pendidikan.Pengembangan kurikulum yang dilakukan langsung oleh satuan pendidikan memberikanharapan tidak ada lagi permasalahan berkenaan dengan pelaksanaannya. Hal ini karenapenyusunan kurikulum satuan pendidikan seharusnya telah mempertimbangkan segalapotensi dan keterbatasan yang ada.Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standarnasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana danprasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Salah satu dari ke delapanstandar nasional pendidikan tersebut, yakni standar isi (SI) merupakan acuan utama bagisatuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum disamping standar kompetensi lulusan(SKL). Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkandalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi matapelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.Pengembangan kurikulum telah dilakukan oleh sebagian satuan pendidikan pada jenjangpendidikan dasar dan menengah dengan mengacu pada standar isi. Sebagai acuan, standar isiini masih perlu ditelaah. Penelaahan dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang ada-tidaknya rumusan pada standar isi yang menimbulkan permasalahan bila digunakan untuk mengembangkan kurikulum. Sebagai naskah, kurikulum yang telah dikembangkan olehsatuan pendidikan juga perlu ditelaah. Penelaahan terhadap naskah kurikulum dimaksudkanuntuk memperoleh gambaran tentang kemungkinan keterlaksanaannya. Penelaahan standarisi dan kurikulum dilakukan melalui berbagai tahapan kegiatan pengkajian.Salah satu hasil kajian tersebut adalah
Naskah Akademik Kebijakan KurikulumPenjasorkes.
Hasil kajian ini memberikan gambaran tentang muatan naskah standar isi dankurikulum sebagai masukan bagi perumus kebijakan pendidikan lebih lanjut.Pusat Kurikulum menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada banyak pakaryang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, Direktorat di lingkungan Depdiknas, kepalasekolah, pengawas, guru, dan praktisi pendidikan, serta Depag. Berkat bantuan dan kerjasama yang baik dari mereka, naskah akademik ini dapat diselesaikan dalam waktu yangrelatif singkat.Kepala Pusat KurikulumBadan Penelitian dan PengembanganDepdiknas,
Diah Harianti
 
 Kajian Kebijakan Kurikulum MP Penjas-2007 
ii
Abstrak
Rendahnya tingkat kebugaran jasmani peserta didik pada sekolah dari semua tingkat satuanpendidikan di Indonesia dapat dijadikan satu petunjuk umum bahwa mutu programpendidikan jasmani di Indonesia masih rendah. Rendahnya mutu hasil pembelajaranpendidikan jasmani dapat disimpulkan dari keluhan masyarakat olahraga yangmengindikasikan bahwa mutu bibit olahragawan usia dini dari sekolah-sekolah kita sangatrendah. Dari survey yang dilakukan oleh Pusat Kesegaran jasmani Depdiknas terdahulu,diperoleh informasi bahwa hasil pembelajaran Penjas di sekolah secara umum hanya mampumemberikan efek kebugaran jasmani terhadap kurang lebih 15 persen dari keseluruhanpopulasi peserta didik (Ditjora, 2002).Tujuan penyusunan naskah akademik adalah untuk memberikan pedoman yang dapatdijadikan sebagai acuan bagi pengembang kurikulum masa depan mata pelajaran penjas;Memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait sehingga merekadapat memberikan dukungan terhadap pengembang kurikulum masa depan dan sebagai acuandasar dalam pelaksanaan pembelajaran penjas pada satuan pendidikan dasar dan menengah.Ruang lingkup naskah akademik adalah mencakup kajian standar isi mata pelajaranPenjasorkes SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA dengan melibatkan unsur dari puskur, pakardari Universitas (PT), guru (SD, SMP, dan SMA), dan pemerhati pendidikan.. Kegiatandilaksanakan melalui Kajian dokumen, Kajian literatur, Kajian pelaksanaan standar isi dilapangan, Seminar, DiskusiTemuan yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah, bahwa Kurikulum 2004/SI Serbaperilaku motorik, tidak memasukkan unsur kognitif-reflektif, socio-motor dan afektif dalamruang lingkupnya; Terlalu melingkupi, seolah-olah semua materi “memungkinkan” untuk diimplementasikan di sekolah tanpa memperhatikan kondisi dan kemampuan sekolah;Berorientasi pada model kurikulum yang menekankan penguasaan teknik dasar danketerampilan olahraga. Dari segi pelaksanaan dapat ditemukan beberapa hal sebagai berikut:Tidak terlihat adanya pengayaan pendekatan, gaya, metode, model serta strategipembelajaran; Penjas terperangkap oleh paradigma dan orientasi tunggal “Pembinaan UsiaDini Pelatihan Olahraga;”Guru Penjas tidak lagi santun, tetapi lebih berwajah keras danrelatif penuh “hardikan;”Proses belajar tidak lagi bersifat pengasuhan dan tugas ajar tidak lagiberasas DAP.Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut perlu: Revisi latar belakang standar isi matapelajaran pendidikan jasmani; Pemisahkan SK dan KD permainan olahraga bola besar dankecil, Atletik dan Beladiri menjadi SK dan KD tersendiri; Menggabungan SK dan KD Ujidiri dan Aktivitas Ritmik menjadi SK dan KD Aktivitas Senam; SK dan KD Pola HidupSehat direvitalisasi termuat pada mata pembelajaran IPA. Dan yang perlu diperhatikan,bahwa Kurikulum Pendidikan Jasmani di masa depan selayaknya sudah mulai dirancangdengan memperhitungkan sebuah hasil ekstrapolasi tentang kondisi dan kebutuhanmasyarakat di masa depan, agar mampu memainkan peranan yang strategis dalam upayamerekonstruksi masyarakat Indonesia di masa depan
.
 

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Faris Insani liked this
Deny P. Sambodo liked this
Andi Wandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->