Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KAIDAH FIQIH

KAIDAH FIQIH

Ratings: (0)|Views: 4,257|Likes:
Published by Wahid Abdulrahman

More info:

Published by: Wahid Abdulrahman on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
LATAR BELAKANG
Kaidah fiqh adalah prinsip-prinsip umum yang mewadahi hukum-hukum cabangdi dalamnya. Dengan definisi seperti ini maka kaidah fiqh bisa disebut dengan hukumkulli yang mengandung beberapa cabang fiqh di dalamnya. Kaidah fiqh membingkaidiktum-diktum hukum menjadi sebuh maxim atau jargon umum yang memuat contoh-contoh pelaksanaan hukum. Dalam praktiknya, kadang terdapat sejumlah contohpengecualian yang tidak bisa ditarik garis lurus pada kaidah fiqh. Karena itu, MushthafaAhmad al-
Zarqa‟, guru besar syari‟ah dan perundang
-undangan Universitas Damaskus,menyebut kaidah-kaidah fiqh dengan ahkam aghlabiyyah (hukum-hukum yang berlakupada biasanya). Artinya, kaidah fiqh pada umumnya mencakup contoh-contoh fiqh padatataran cabang sesuai tema, dengan tidak menutup kemungkinan terdapat hukum-hukumtertentu tidak masuk di dalamnya sebagai pengecualian.Sungguhpun kaidah fiqh merupakan hukum-hukum kebanyakan atau kebiasaan,namun hal ini tidak dapat menyurutkan epistemologi ini dari blantika kajian ilmiah dibidang fiqh. Nilai keilmiahan kaidah fiqh dapat tercermin dalam upaya pemberianprinsip-prinsip dasar terhadap cabang-cabang fiqh yang terfragmentasi pada banyak temadan sub tema fiqh. Bisa dibanyangkan bagaimana sulitnya cabang-cabang fiqh ini diaksesoleh setiap orang tanpa merujuk pada prinsip-prinsip umum fiqh yang dapat menaungi
semua komponen di level juz‟iyyat
-nya. Kaidah fiqh dengan demikian sangat bermaknadalam upaya mensistematisasi fiqh yang tak terkira jumlanya menjadi jargon-jargonumum yang sangat mudah diingat dan dipelajari.Dari sini tegaslah bahwa fiqh itu merupakan hasil ijtihad ulama. Dalam ijtihad,tentunya memerlukan alat-alat tertentu untuk menghasilkannya. Salah satu yang palingutama adalah `ushûl fiqh.
Selain dari `ushûl fiqh, ada juga ilmu qawâ‟id al
-fiqh (kaidah-kaidah fiqh).
 
2Karena pada tiap daerah situasi dan kondisi yang berbeda-bea secara otomatis
qawâ‟id al
-fiqh pun mengalami perkembangan pada aplikasinya menyesuaikan dengankeadaan yang dapat mendatangkan kemaslahatan yang begitu banyak.
B.
 
FOKUS MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus masalah yang akan dibahas adalahsebagai berikut:1.
 
Pengertian qawâ‟id al
-fiqh.2.
 
Biografi Imam Abu Hanifah3.
 
Sejarah kaidah fiqh dan kitab-kitabnya.
C.
 
TUJUAN PENULISAN
Tujuan utama penulisan makalah ini adalah memberi informasi tentang masalahbentuk kaidah fiqih imam Abu Hanifah dalam prkateknya di masyarakat dijamansekarang, agar kelak dikemudian hari para mahasiswa terutama penulis sendiri mampu:
1.
 
Berpikir dan bekerja secara ilmiyah;2.
 
Merencanakan penulisan;
 3.
 
Melaksanakan tugas dengan baik;
 4.
 
Menuliskan karya dengan baik;
 5.
 
Mempertanggungjawabkan apa yang dipaparkan dari penulis.
 
 
3
BAB IIPEMBAHASANA.
 
PENGENALAN KAIDAH FIQH
Kata “” yang bentuk jamaknya “secara bahasa bermakna: asas (
)yaitu pondamen/dasar.
1
 
Seperti kata “
 
” bermakna: “kaidah segala sesuatu” itu berarti: yaitu: “dasar segala sesuatu”. Ini juga ditetapkan dengan firman Allah
SWT: {
 
} yang berarti: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
meninggikan (membina) dasar-
dasar Baitullah bersama Ismail”.
2
 
Sedangkan ” secara istilah menurut ulama itu adalah sebagai berikut:
 1.
 
al-Jurjânî:
] (ketentuan yang global yangdiperuntukkan terhadap seluruh juz-juznya).
3
 2.
 
al-
Tahânawî: “
 ... 
] (Kaidahsecara istilah ulama itu dimutlakkan terhadap makna-makna yang sinonim denganasal, kanun, masalah, dlâbith, dan tempat tujuan. Dan aku mendefinisikannydengan perkara yang global yang cocok terhadap semua juznya ketika mengetahuihukum-
hukumnya juz dari perkara global tersebut…dan perkara tersebut itu jelas
bagi orang yang terus-menerus menggunakannya. Sesunggunya kaidah itu yangsejenis global yang mudah mengetahui keadaan-keadaan juz-juz dari kaidahtersebut).
4
 Akan tetapi, pengertian ini hanya melambangkan sebuah istilah secara umum bagi
kata “”. Istilah seperti ini hanya berlaku secara umum dari berbagai bidang
1
Ahmad Warson Munawwir,
al-Munawwir
 – 
Kamus Arab-Indonesia
, (Surabaya: Pustaka Progressif,2002), hal. 24.
2
Muhammad Nûr al-Dîn Marbû Banjar al-Makkî,
al-Durarr al-Bahiyyah fî `Îdlâhi al-
Qawâ’id al 
-Fiqhiyyah
(Alor Setar: Pustaka Darussalam, 2002),hal. 9.
3
 
„Alî bin Muhammad al
-Syarîf al-Jurjânî,
Kitâb al-
Ta’rîfât 
(Beirut: Dâr al-Kutub al-
„Ilmiyyah, 1983), 171.
 
4
 
Muhammad `A‟lâ bin „Alî, Kasyâf `Ishthilâhât al
-
Funûn, ed. Luthfî „Abd al
-
Badî‟ (Beirut: Syarikat
Khiyâth li al-Kutub wa al-Nasyr, 1963), vol. 5, 1176-7.

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Asad Arifin liked this
Fusan El-ahdhory liked this
Arino Bemi Sd liked this
Agus Ayem liked this
Dewie Violetha added this note|
tnkss

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->