2.1 Pengertian
Istilah kusta berasal dari bahasa Sansekerta, yakni Kushta yang berartikumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta disebut juga
Morbus Hansen,
sesuai dengan nama yang menemukan kusta yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1872 sehingga penyakit ini disebut
Morbus Hansen
(Zulkifli,2003). Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkanoleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakitgranulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapatsangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak,dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakittzaraath yang digambarkan dan sering disamakan dengan kusta.Umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang, dansebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah. Penyakit inisering kali menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya,keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta bukan penyakit keturunan ataukutukan Tuhan. Penyakit ini diduga berasal dari Afrika atau Asia Tengah yangkemudian menyebar keseluruh dunia lewat perpindahan penduduk ini disebabkankarena perang, penjajahan, perdagangan antar benua dan pulau-pulau. Berdasarkan pemeriksaan kerangka-kerangka manusia di Skandinavia diketahui bahwa penderitakusta ini dirawat di Leprosaria secara isolasi ketat. Penyakit ini masuk ke Indonesiadiperkirakan pada abad ke IV-V yang diduga dibawa oleh orang-orang India yangdatang ke Indonesia untuk menyebarkan agamanya dan berdagang.Penyakit kusta adalah penyakit menular yang menahun yang menyerang saraf perifer, kulit dan jaringan tubuh lainnya.Lepra : Morbus hansen, HamseniasisReaksi : Episode akut yang terjadi pada penderita kusta yang masih aktif disebabkan suatu interaksi antara bagian-bagian dari kuman kusta yang telah matidengan zat yang telah tertimbun di dalam darah penderita dan cairan penderita.3