Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Yuridis Ex Tunc

Kajian Yuridis Ex Tunc

Ratings: (0)|Views: 569|Likes:
Published by Deli Indra Wahyudi

More info:

Published by: Deli Indra Wahyudi on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
TINJAUAN YURIDIS TENTANG AKIBAT HUKUM KEBATALANSECARA EX TUNC TERHADAP BERLAKUNYA KEPUTUSANTATA USAHA NEGARABAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Penciptaan manusia oleh Sang Pencipta sesungguhnya untuk berbagi satusama lain dalam hidup didunia. Oleh sebab itu manusia tidak dapat hidupsendiri, melainkan manusia selalu memerlukan manusia yang lainnya. MenurutAristoteles, bahwa manusia merupakan makhluk sosial
(zoon politicon
).Bahkan menurut P.J. Bouman manusia baru menjadi manusia setelah hidupdengan sesama manusia lainnya.
1
Jalinan antar manusia yang tercipta yangdisebabkan oleh hubungan satu sama lain itu akan membentuk suatu pranatadalam sekelompok manusia, yang kemudian akhirnya membentuk sekelompok masyarakat. Dimana dalam kehidupan masyarakat yang sudah tercipta itusudah sedikit banyak terbangun aturan-aturan sehingga secara tidak langsungmembangun tatanan sosial kemasyarakatan dalam hidup pergaulan mereka.Tatanan yang sudah terbentuk dalam kehidupan masyarakat selaluterdapat berbagai macam norma yang secara langsung atau tidak langsungmempengaruhi tata cara kita berperilaku atau bertindak. Kehendak masyarakatuntuk mengarahkan tingkah laku anggota-anggota masyarakat itu dilakukan
1
Soimin, pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia, UII Press, Yogyakarta, 2010 hal. 23
 
dengan membuat pilihan antara tingkah laku yang disetujui dan ditolak.Dengan memberi patokan-patokan penilaian, masyarakat telah mendoronghukumnya untuk bergerak atas kekuatan sendiri. Proses terciptanya sebuahtatanan sosial ini didukung oleh norma-norma yang secara sengaja dan sadar dibuat untuk menegakkan sesuatu jenis ketertiban tertentu dalam masyarakat.Jenis ketertiban ini ditentukan ditentukan oleh masyarakat iru sendiri, yangdiwakili oleh anggota-anggotanya melalui suatu mekanisme kerja tertentu. Norma yang sudah tercipta itulah yang kemudian dikatakan sebagai normahukum. Karena norma hukum adalah sebagai sarana yang dipakai olehmasyarakat untuk menertibkan, menuntut dan mengarahkan tingkah lakuanggota masyarakat, sudah barang tentu ia harus mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa. Paksaan ini tertuju kepada para anggota masyarakat dengantujuan untuk mematuhinya.Produk hukum yang dibuat untuk mengatur masyarakat harusmempunyai keabsahan, jika tidak memenuhi unsur-unsurnya, apalagi dari segiyuridis dikhawatirkan produk hukum itu akan batal dan menyebabkanketidakabsahan produk hukum tersebut
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka akan timbuk uraian masalah yaitu
“Bagaimana Persyaratan Absahnya Produk hukum, Dan BagaimanaKajian Yuridis Tentang Produk Hukum Yang Tidak Absah Karena AlasanKekurangan Yuridis? ”
 
BAB IIPEMBAHASAN
Kewenangan delegasi perundang-undangan yang dimiliki oleh aparat pemerintahan dalam membuat suatu produk hukum pada hakikatnya agar setiapkebijakan pemerintah dapat terlaksana dan berlandaskan hukum. sebagai negarahukum, meskipun kepada pemerintah diberikan kewenangan bebas, pada dasarnyatidak terdapat kebebasan dalam arti seluas-luasnyaatau kebebasan tanpa batas.Disamping itu, dalam negara hukum juga dianut prinsip bahwa setiap penggunaan kewenangan pemerintahan harus disertai pertanggungjawaban hukum.Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, pemerintah atau administrasi negaramenggunakan alat-alat atau sarana-sarana yang biasa disebut instrumen pemerintahan. Aparat pemerintahan menggunakan berbagai instrumen yuridisdalam menjalankan kegiatan mengatur dan menjalankan urusan pemerintahan dankemasyarakatan, seperti peraturan perundang-undangan, keputusan-keputusan, peraturan kebijaksanaan, perizinan, dan sebagainya.Dalam membuat atau menciptakan suatu produk hukum sebagaiinstrumen yuridis pemerintahan dalam menjalankan dan mengatur administrasinegara maupun masyarakat, diperlukan syarat-syarat dan kaidah-kaidah agar produk hukum yang dihasilkan mampu menjalankan tujuannya dan dapat diterima olehmasyarakat.Menurut prof. Muchsan, sebuah produk hukum yang baik haruslah produk hukum yang populis. Artinya, produk hukum tersebut dapat diterima dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->