Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal

Contoh Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal

Ratings: (0)|Views: 867|Likes:

More info:

Published by: Paulina Soesri Handajani on Jun 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
ZoesEducation | Dra. Paulina Soesri Handajani1
CONTOH PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )BIDANG STUDI SENI BUDAYA( SENI RUPA )
A.
 
PENGERTIAN KKM
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yangditentukan oleh satuan pendidikanKKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selainilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi
B.
 
RAMBU- RAMBU PENENTUAN KKM
1.
 
KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran denganmemperhatikan :a.
 
Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)b.
 
Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainyakompetensi dasar)c.
 
Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar)2.
 
KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran oleh satuan pendidikanberdasarkan hasil musyawarah guru mapel di satuan pendidikan3.
 
Ketuntasan Belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatukompetensi dasar berkisar antara 0
 –
100%.4.
 
Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0
 –
1005.
 
Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal,dan berupaya secara bertahap meningkatkan untuk mencapai ketuntasanmaksimal6.
 
Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta didik
C.
 
FUNGSI KKM
1.
 
Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai KDmata pelajaran yang diikuti2.
 
Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaianmata pelajaran.3.
 
Dapat digunakan sebagai bagian komponen dalam melakukan evaluasi programpembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.4.
 
Merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan satuanpendidikan dengan masyarakat5.
 
Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap matapelajaran.
D.
 
PRINSIP PENETAPAN KKM
a.
 
Dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikatordengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didikb.
 
KKM Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari KKM indikator yangterdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut
 
ZoesEducation | Dra. Paulina Soesri Handajani2
c.
 
Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebutd.
 
Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semuaKKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran,dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didike.
 
Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanyaperbedaan nilai ketuntasan minimal
E.
 
LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN KKM
1.
 
Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran denganmempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, danintake peserta didik dengan skema sebagai berikut:.
2.
 
Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajarandisahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalammelakukan penilaian3.
 
KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yangberkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan4.
 
KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepadaorang tua/wali peserta didik
F.
 
PENENTUAN KKM
a.
 
Kompleksitasb.
 
Daya Dukungc.
 
Intake Peserta Didik
Tingkat Kompleksitas:
a.
 
(kesulitan dan kerumitan) setiap KD atau indikator yang harus dicapaioleh peserta didik.b.
 
Kompleksitas tinggi, apabila dalam mencapai kompetensi diperlukan :Pendidik:1)
 
memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkanpada peserta didik;2)
 
kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi;
KKMINDIKATORKKM MATAPELAJARA
N
KKMKOMPETENSIDASAR
KKM STANDARKOMPETENSI

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->