Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
3._Bab_I Stres Dang Konerja Perawat

3._Bab_I Stres Dang Konerja Perawat

Ratings: (0)|Views: 443 |Likes:
Published by End's Tharty

More info:

Published by: End's Tharty on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2013

pdf

text

original

 
 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, baik yangdiselenggarakan oleh pemerintah dan atau masyarakat yang berfungsi untuk melakukan upaya pelayanan kesehatan dasar atau kesehatan rujukan dan atauupaya kesehatan penunjang. Keberhasilan suatu rumah sakit dalammenjalankan fungsinya ditandai dengan adanya peningkatan mutu pelayananrumah sakit. Mutu rumah sakit sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Faktor yang paling dominan adalah sumber daya manusia (Depkes,2002).Perawat adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan pentingdalam penyelenggaraan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumahsakit. Pada standar tentang evaluasi dan pengendalian mutu dijelaskan bahwapelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang bermututinggi dengan terus-menerus melibatkan diri dalam program pengendalianmutu di rumah sakit (Aditama, 2004).Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu bagian di rumah sakityang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dancedera. pelayanan gawat darurat adalah salah satu ujung tombak pelayanankesehatan di sebuah rumah sakit.setiap rumah sakit pasti memiliki layananIGD yang melayani pelayanan medis 24 jam dengan beberapa dokter umumdan beberapa perawat yang melayaninya.
 
2
Peran perawat sangat penting karena sebagai ujung tombak di IGD danrawat inap, Perawat IGD bekerja di suatu daerah staf dan dilengkapi untuk penerimaan dan perawatan orang dengan kondisi yang membutuhkanperawatan medis segera, termasuk penyakit serius dan trauma. Perawat IGDmerupakan suatu pekerjaan yang memiliki peran dan kondisi tertentu(Rahardjo, 2007).Tugas dan tanggung jawab perawat bukan hal yang ringan untuk dipikul. Disatu sisi perawat bertanggung jawab terhadap tugas fisik,administratif dari instansi tempat ia bekerja, menghadapi kecemasan, keluhandan mekanisme pertahanan diri pasien yang muncul pada pasien akibatsakitnya, ketegangan, kejenuhan dalam menghadapi pasien dengan kondisiyang menderita sakit kritis atau keadaan terminal, disisi lain ia harus selaludituntut untuk selalu tampil sebagai profil perawat yang baik oleh pasiennya.Stres yang dihadapi perawat di dalam bekerja akan sangatmempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien.Stres di pandang sebagai kondisi yang timbul ketika seseorang berhubungandengan situasi tertentu, Di mana suatu permintaan melebihi batas kemampuancoping seseorang. pada orang yang menghadapi stresor atau mengalami stres,akan mengalami terjadinya respon imun. stresor dapat berupa stresorpsikologik, Fisik, Biologis, kimia dll. ( Diding,2006 ).Pada tahapan selanjutnya, stress akan berpengaruh terhadap kinerja.Robbins (2006) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara stressdengan kinerja. Pada tahapan tertentu stres akan meningkatkan kinerja
 
3
karyawan, namun dengan semakin tinggi tingkatan stres akan berdampak padamenurunnya kinerja karyawan. Lebih lanjut, Robbins (2006) mengindikasikanterdapat gejala yang ditimbulkan dengan adanya stres, yaitu gejala
 physiological
,
 psycological
, dan
behavior 
. Gejala
 physiological
dapat dilihatdengan adanya dampak langsung berupa perubahan kesehatan dari orang yangmenderita stres. Perubahan yang terjadi misalnya perubahan metabolismetubuh, meningkatnya tekanan darah, meningkatnya detak jantung, keluhansakit kepala, dan berdampak pada serangan jantung. Gejala
 psycological
muncul dengan adanya ketidakpuasan, Ketegangan, Kecemasan, Mudahmarah, kebosanan, dan suka menunda nunda. Gejala ketiga yang disebabkanoleh stress adalah pada perilaku karyawan. Indikasinya antara lainmenurunnya produktivitas, meningkatnya absensi, perputaran tenaga kerjasemakin tinggi. Di samping itu, juga dapat berakibat pada kebiasaan polamakan, meningkatnya konsumsi rokok dan alkohol, bicara cepat, gelisah, dangangguan tidur.Penelitian dari Grandey dan Cropanzano (1999), Edwards danRothbard (1999), Kinicki, et al (1996) membuktikan bahwa stress berkaitansecara negatif dengan kepuasan kerja, komitmen organisasional, Emosi positif,dan kinerja serta berhubungan secara positif dengan tingkat perputaran yangdisebabkan oleh kepenatan. Berbagai gejala yang muncul dalam stres tentunyaditimbulkan oleh berbagai sebab. Adapun faktor-faktor potensial yang dapatmenyebabkan seseorang stress antara lain: faktor intrinsik, hubungan dalam

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
sryindrayanins05 liked this
Azis Maulana liked this
Samy Ina liked this
leni liked this
Metilda Mutzz liked this
Indah Dimitry liked this
Mia Miutz Cliqz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->