Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Cina

Filsafat Cina

Ratings: (0)|Views: 589|Likes:
Published by tutut miauw

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: tutut miauw on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
PendahuluanFilsafat Cina yang akan kami bicarakan di sini ialah Filsafat Cina Awal. Secara garis besar filsafat Cinadapat dibagi dalam:1. Filsafat Cina Awal2. Filsafat Cina Pertengahan3. Filsafat Cina ModernFilsafat Cina awal membicarakan para pemikir Cina dalam kurun waktu kerajaan/dinasti Chou sampaidinasti Han. Filsafat Cina pertengahan mulai dalam kurun waktu dinasti Han, dengan masuknyaBuddhisme ke Cina. Buddhisme lalu berbaur dengan Taoisme.Filsafat Cina modern merujuk kepada Neo-Confucianisme, yaitu Confucianisme di dalam suasanapemikiran Barat, terutama pemikiran nasionalisme. Juga termasuk Filsafat Cina Modern, filsafatKomunisme Cina dan alam pikiran Cina dewasa ini.Latar Belakang Sosial Politik dan BudayaSekitar tahun 3000 SM, sudah ada penduduk yang membuat pemukiman teratur di lembah sungaikuning (Sungai Yang Tze) dan sudah muncul kerajaan Hsiang yang cukup beradab, meskipun masihbersifat agraris. Sekitar 2200-1700 SM, muncullah kerajaan dynasti Shang, waktu itu sudah diketemukanpenggunaan barang-barang perunggu dan Sekitar 1500 SM, telah diketemukan penggunaan huruf-huruf 0 Cina (Ideography)= satu tanda berarti satu pengertian. Th.1050 SM, dinasti Chou mengambil alihkekuasaan dari dinasti Shang. Kurun waktu dinasti Chou dibagi:a) Dinasti Chou rawal th. 1050-770 SMb) Dinasti Chou Petengahan th. 770-474 SMc) Diasti Chou Akhir th. 474-250 SMSudah sejak th. 403 Diasti Chou mengalami kemunduran. Pemerintah Pusat sudah tidak bisa menguasaipara bupati yang di daerah, sehingga mereka mencari jalannya sendiri-sendiri. Terjadi pertikaian antardaerah, disebut "Kurun waktu pertikaian antar negara daerah" (warring states) th.403-221 SM.Sudah sejak dynasti Shang orang mulai menulis catatan tentang banyak hal. Catatan-catatan itu nantimenjadi bahan ajaran bagi para filsuf, para pemikir Cina. catatan itu menjadi enam -tulisan Klasik Cina.Mereka itu ialah :1. Buku mengenai perubahan = I Ching: Menunjukkan prinsip-prinsip Yin dan Yang2. Buku Pantun (tembang)= Shih: Memaparkan tujuan hidup dan tingkah laku.3. Buku Sejarah = Shu: Mencatat kejadian-kejadian.4. Buku Tata Upacara = Li: Memberi petunjuk upacara dan tingkah laku.5. Buku musik = Yueh: memberi dasar dan keselarasan (Harmoni)6. Buku catatan musim semi dan musim gugur = Ch'un Ch'in: Menunjukkan perbedaan (tingkah) dankewajiban serta tugas.Diamping karya tulis itu situasi budaya pada zaman itu (terutama masa dinasti Shang dan Chou) dapatdigambarkan sebagai berikut. Pemerintahan dijalankan oleh para bangsawan. Ada bangsawan adarakyat kecil: petani. Oleh raja, para bangsawan diberi kuasa atas suatu wilayah, menjadi semacam
 
bupati. Namun mereka tergantung dan harus setia kepada raja (sistem feodal). Para petani bekerjauntuk para bupati dan kehidupannya dijamin cleh para bupati. Pada waktu itu para pejabat sudah rajinmencatat perintah-perintah dan peristiwa-peristiwa. Sudah ada kelonpok orang yang terpelajar (ahlitulis, Literati). Namun catatan mereka belum merupakan pemikiran yang urut dan sistematis.Mereka percaya kepada adanya Dewa penguasa tertinggi alam dan manusia. Pada zaman Shang diadisebut Ti=Yang Maha Tinggi. Pada zaman Chou dia disebut Tien. Namun ada pengertian Tien ini lebihbersifat suatu kekuasaan pendorong, kekuasaan moral, daripada pribadi yang berkuasa. Tien=Kekuasaansurgawi, Langit. Dalam zaman Chou muncul juga apa yang disebut She suatu lambang bagi kekuatanbumi yang dipuja oleh para petani.Pada masa Shang dan Chou masyarakat memuja dewa tertinggi Ti dan T'ien, kecuali itu mereka memujadewa alam, seperti dewa air, dewa api) dsb. Juga mereka memuja dan menghormati arwah nenekmoyang, terutama nenek moyang para penguasa.Para dewa dan roh nenek moyang dianggap mampu memenuhi kebutuhan manusia, maka manusiamempersembahkan kurban kepada mereka. Semakin baik kurban dilaksanakan semakin baik kebutuhanmanusia dipenuhi. Ada keselarasan antara manusia dan para dewa dan nenek moyang. Keselarasan atauharmoni menjadi unsur penting dalam alam pikiran Cina.Untuk membuat pelaksanaan kurban lebih sempurna mereka menggunakan ramalan (divinisation)dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan ilmu bintang ada yang menggunakan lima unsur alam:Tanah, kayu, besi/logam, air, api dikaitkan dengan lima unsur pokok dalam manusia. Penampilan,pembicaraan, penglihatan, pendengaran, dan pemikiran. Ada yang menggunakan dua lidi, yang satulurus/utuh, yang satu terpotong. Dengan tiga kali menarik lidi itu timbul trigam dan seluruhkemungkinannya membentuk 8 trigrams yang merupakan dasar untuk perhitungan ramalan selanjutnya.Unsur penting yang digunakan dalam ramalan ialah unsur pasangan baik buruk, laki perempuan.Memulai menyelesaikan. Pasangan itu dalam zaman Shang disebut Shin dan K'un, dalam zaman Choudisebut Yang dan Yin. Pengertian bahwa semua yang ada ini berpasangan dengan lawannya merupakanunsur pemikiran Cina. Juga unsur alam yang lima tersebut di atas.Di samping itu) semua orang Cina kuno percaya akan hidup sesudah mati dan akan adanya jiwa yang takdapat mati. Maka juga waktu itu orang berusaha untuk mencari hidup yang tanpa mati/ hidup kekal.Dari semua ini nampak bahwa dasar hidup orang Cina kuno amat bersifat keagamaan, terkait denganmakhluk roh-roh yang mengatasi manusia.Asal Mula Pemikiran FalsafatiSekitar th. 500 SM, mulai terjadi kemerosotan dalam pemerintahan dynasti Chou. Para Bupati mulaitidak setia dan pemerintah tidak punya cukup kuasa mengendalikan Para bupati, hukum dan ketertibanmulai goncang. Rakyat tidak percaya lagi akan keampuhan kurban kepada dewa dan nenek moyang.Banyak orang terpelajar ingin arah-arah pemerintahan yang baik benar dan adil. Mereka mulaimemikirkan arah kebijaksanaan memerintah berdasar akal budi dan tidak berdasar atas kurbanpersembahan. Dewa dan nenek moyang dianggap sebagai kuasa pendukung moral yang benar danbukan hanya memerintah kehendak orang yang mohon kepada mereka. Mereka masih percaya kepadaprinsip Tien Ming (kuasa raja berasal dari "Surga". Namun "surga" diartikan bukan sebagai dewa,penguasa tetapi sebagai kekuatan tuntunan moral. Raja yang jahat tidak lagi memegang Tien Ming(mandat dari surga). Keagamaan mulai bersifat humanistic kemanusiaan terkait dengan etika. Disinilah
 
mulai muncul pemikiran filsafati.Ada enam aliran pokok falsafati di masa Cina awal yaitu: Aliran Yin Yang, Aliran Confucian, Aliran Mohist,Aliran legalist (hukum), Aliran Taoist, dan Aliran unsur alam.Aliran ConfuciusConfucius (551-479 SM)Yang penting dalam hidup Confucius (k'ung Fu tze) ialah bahwa ia seorang terpelajar, mula-mula bekerjasebagai guru, dikemudian hari mendapat kedudukan dan kepercayaan di pemerintahan kota Lu. Namunkarena intrigue politik dan kemerosotan moral penguasa dia mengundurkan diri dari jabatannya(th.497SM). Dia lalu menjadi guru pengembara mengajarkan jalan melaksanakan pemerintahan yangbaik. Jalan hidup dan ajaran Confucius terpusatkan pads tiga hal:a) Mengabdi Negara/Pemerintahanb) Menggapai kaum muda.c) Mengajarkan budaya leluhur kepada generasi penerus,Pokok-Pokok Ajaran Confuciusa. Mengenai roh-
roh Confucius berkata: “ .... curahka
n perhatianmu pada tugas-tugas untukkepentingan rakyat dan hormatilah roh-roh, tetapi ambil jarak dengan mereka, itulah yang disebutkebijaksanaan". (Lun Yu: VI-22)Jelas di sini Confucius tidak meninggalkan adat leluhur, namun juga lebih menekankan hidup dalamtugas-sehari-hari.b. Kebijakan-kebajikan ConfuciusTujuan hidup Confucius ialah mengajar kepada kaum muda dan pejabat bagaimana hidup yang baikmenjadi "Manusia unggulan". Maka untuk itu 'Confucius menganjurkan Cheng of Names = Meluruskannama/ status/ sebutan. Kalau orang memiliki jabatan dan disebut dengan nama itu maka dia harusbertindak sesuai jabatannya atau namanya itu. nSeorang raja hendaknya menjadi raja yang baik sesuaimartabat raja, seorang menteri hendaknya menjadi menteri yang baik sesuai jabatannya, seorang ayahhendaknya menjadi ayah yang baik sesuai sebutamnya, seorang anak hendaknya menjadi anak yang baiksesuai sebutannyan (Lun Yu: XII-11). Cheng Ming ini juga menjadi titik tolak pandangan politik Confucius.Struktur kebajikan ManusiaConfucius mendasarkan semua yang ada termasuk manusia pada T'ien Ming_Perintah dari surga. TienMing diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan fate=takdir, tetapi yang dimaksud di sini Ming berartitata aturan dalam alam semesta yang sejak asal mula mengatur jalannya semesta menuju tujuannyayang baik, dapat disamakan dengan konsep Hukum Alam Natural Law. Natural Law ini membawasemuanya kedalam keselarasan, juga dalam hal-hal yang tampaknya bertentangan. Semua dalam alamsaling mengisi dan saling memberi koreksi sehingga yang muncul keselarasan dan keseimbangan.Ming atau Tien Ming ini di dalam manusia membentuk hati nurani cinta kasih. Dalam dirinya manusiamampu memiliki keterbukaan terhadap sesama dan memiliki naluri mengendalikan hawa nafsu. Nuranicinta kasih ini disebut Jen. Tujuan hidup manusia ialah mengendalikan nafsu dan hidup seturut Jen itu.Keteraturan jen terungkap dalam segala bentuk aturan adat istiadat pergaulan, termasuk tata upacarahidup, termasuk juga pengendalian hawa nafsu, semua ini terangkum dalam kata Li.'Rasa/sikap hormat kalau tidak diatur oleh Li akan menjadi usaha yang sukar (tidak tulus), sikap hati-hatikalau tidak diatur oleh Li, hanya menjadi sifat penakut - Keberanian kalau tidak diatur oleh Li akanmenjadi sifat kurang ajar, keterbukaan kalau tidak diatur oleh Li, akan menjadi sikap ceplas cep -los

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->