Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alternatif Penyelesaian Sengketa

Alternatif Penyelesaian Sengketa

Ratings: (0)|Views: 442 |Likes:
Published by AngeliaRosiPertiwi

More info:

Published by: AngeliaRosiPertiwi on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
Alternatif Penyelesaian Sengketa
(Alternative Dispute Resolution)
di Indonesia,DAPATKAH DITERAPKAN Melalui Arbitrse Online
by. Agus Pranki Pasaribu, S.H.
BAB IPENDAHULUANA. Latar
 
Belakang
Sebelas ribu perkara saat ini masih belum tertangani di Mahkamah Agung (MA), tunggakantersebut meliputi perkara dari 2001 hingga 2005. Selama 2006 MA menerima sekitar 500-600perkara perdata. Untuk perkara kriminal jumlahnya juga mencapai ratusan. Sedangkan jumlahkasus yang telah berhasil diselesaikan oleh Mahkamah Agung pada 2005 lalu mencapai 11.800perkara.[1]Berdasarkan perolehan data tersebut, dapat dibayangkan berapa lama suatu perkara harusdiselesaikan melalui proses peradilan (litigation). Bahkan, tidak jarang suatu kasus perdatamembutuhkan tiga sampai dengan enam tahun untuk mendapatkan putusan / penyelesaian.Permasalahannya tidak berhenti sampai disitu, meskipun putusan telah didapatkan kemungkinanbesar para pihak yang merasa tidak puas atas putusan tentu akan mengajukan upaya hukumlainnya, seperti : banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali maupun bantahan. Apabiladijumlahkan, maka total waktu yang dibutuhkan sampai dengan adanya suatu putusan yangmemiliki kekuatan hukum tetap rata-rata bisa mencapai lima belas hingga dua puluh tahunlamanya. Berdasarkan waktu yang sangat panjang ini, justru akan menimbulkan permasalahanbaru jika putusan tersebut hendak dieksekusi. Tidak jarang, ketika putusan hendak dieksekusi,objek sengketanya telah musnah, belum lagi pihak ahli waris yang kalah mengajukan gugatanbaru dan lain sebagainyaSelain membutuhkan waktu yang lama, ada lagi permasalahan lain yang timbul ketika seseorangingin menyelesaikan suatu sengketa melalui jalur litigasi. Contohnya, diperlukan biaya yangtidak sedikit (mahal) dalam menyelesaikan perkara, mekanisme persidangan yang ruwet, tidak efektif dan lain-lain. Hal tersebut dapat dipahami, karena waktu yang lama selalu berkorelasidengan besarnya biaya yang dikeluarkan. Terkadang biaya besar yang dikeluarkan para pihak yang bersengketa, justru tidak digunakan secara langsung untuk proses pengadilan, melainkanbiaya tersebut banyak digunakan untuk urusan di luar pengadilan. Besarnya biaya perkara yangdemikian tentu sangat kurang adil bagi mereka yang memang ingin memperoleh keadilanmelalui lembaga hukum.Berkaitan dengan permasalahan tersebut, perlu kiranya diciptakan terobosan baru di bidanghukum, khususnya mengenai mekanisme penyelesaian sengketa, sehingga akan memenuhi rasakeadilan dan tercapainya asas hukum acara perdata yang menyatakan peradilan sederhana, cepatdan biaya ringan. Cara yang dapat ditempuh adalah menerapkan mekanisme alternatif dalampenyelesaian sengketa (non litigation) yaitu salah satu mekanisme penyelesaian sengketa di luarpengadilan atau yang biasa disebut sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS). Istilah APS
 
merupakan terjemahan dari Alternative Dispute Resolution (ADR).[2]Di Indonesia, Alternatif Penyelesaian Sengketa (dalam tulisan ini cukup disebut : APS) sudahlama dikenal dalam konstruksi hukum adat. Secara historis-sosiologis, kultur masyarakatIndonesia sangat menjunjung tinggi pendekatan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.Apabila timbul perselisihan di dalam masyarakat adat, anggota masyarakat yang berselisih lebihmemilih penyelesaian secara adat pula, misalnya melalui tetua adat dan atau melaluimusyawarah sebagia media (sarana). Sesungguhnya penyelesaian sengketa secara adat inimerupakan salah satu benih / cikal-bakal tumbuh kembangnya APS di Indonesia. Faktanya, APSsendiri sudah lama hidup dalam masyarakat Indonesia, menjadikan mekanisme penyelesaiansengketa di luar Pengadilan ini menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat.Seiring semakin kompleksnya permasalahan hukum yang dihadapi oleh manusia di era modernini, penyelesaian masalahnya pun semakin kompleks dan banyak pilihan. APS yang awalnyasederhana, saat ini sudah menjadi lebih lengkap dan mempunyai banyak pilihan, tergantungkeinginan para pihak. Pilihan tersebut antara lain adalah Negosiasi, Mediasi, Neutral FactFinding, Mini-Trial, Ombudsman, dan Summary Jury Trial. Masing-masing APS memilikikelebihan dan kekurangannya dalam praktek pelaksanaannya. Dalam APS tidak dikenal istilah
“one size fits for all” yang artinya tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan APS dan
seandainya dapat diselesaikan melalui APS, perlu dicari mekanisme mana yang tepatdigunakan.[3]Berbeda dengan yang terdapat di Amerika dan beberapa negara lain, bentuk APS yang dikenal diIndonesia adalah melalui konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, atau penilaian ahli. Hal inidapat dilihat dalam Pasal 1 butir 10 Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrasedan Alternatif Penyelesaian Sengketa. [4] Dalam tulisan ini, mekanisme APS yang akan dibahasadalah arbitrase online. [5]Dalam hubungannya dengan menkanisme penyelesaian sengketa, dibeberkan fakta berikut inibahwa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia(APJII) menyatakan bahwa pada akhir 2005 pelanggan Internet di Indonesia mencapai 1,5 jutapelanggan sementara pengguna Internet sendiri di Indonesia telah mencapai 16 juta pengguna.[6]
 
Tidak tertutup kemungkinan terjadi sengketa antara pengguna jasa Internet, di mana sengketa ituterjadi dalam lalu-lintas komunikasi elektronik secara online. Misalnya terjadi sengketamengenai perdagangan secara online atau yang biasa disebut e-commerce. Timbulnya sengketaelektronik yang terjadi secara online di Internet, diharapkan mampu diselesaikan secara online juga. Berdasarkan hal tersebut muncul gagasan menarik yaitu bagaimana cara menyelesaikanperselisihan yang terjadi di Internet melalui mekanisme penyelesaian sengketa yang juga melaluiInternet.[7]Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, gagasan / ide yang demikian dikembangkan menjadimekanisme arbitrase online untuk menyelesaikan sengketa akibat perbuatan hukum secaraelektronik pada khususnya dan sengketa lain pada umumnya. Terbatas pada sengketa yangberdasarkan undang-undang memang dapat diselesaikan melalui proses alternatif penyelesaiansengketa.
B. Perumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, dirumuskan dua pokok permasalahan yang akan dikaji dalam tulisan ini, yaitu:1. Dapatkah arbitrase online diterapkan di Indonesia, mengingat dalam Undang-undang Nomor30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa tidak mengatur secarategas mengenai arbitrase online ?2. Bagaimana prosedur pelaksanaan arbitrase online dalam suatu penyelesaian sengketa diIndonesia, jika ternyata arbitrase online dapat diterapkan sesuai Undang-undang Nomor 30Tahun 1999 ?
C. ujuan Penulisan
 Tujuan penulisan ini dibagi menjadi dua, yaitu tujuan secara umum dan tujuan khusus, adapuntujuannya, sebagai berikut :1. Tujuan UmumTujuan umum penulisan adalah memberikan gambaran alternatif penyelesaian sengketa diIndonesia. Selain itu ditekankan pada pelaksanaan arbitrase yang dilakukan secara online danbagaimana relevansinya terhadap peraturan perundang-undangan Indonesia yang mengatur haltersebut.2. Tujuan KhususTujuan khusus dari penulisan ini adalah sebagai berikut:a. Mengetahui apakah arbitrase online dapat diterapkan di Indonesia dengan mengacu padaketentuan Normatif Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.b. Mengetahui bagaimana tata cara atau prosedur yang dilakukan dalam penyelenggaraanarbitrase online di Indonesia, serta memahami segala kelebihan dan kekurangan serta hambatan-
 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dayu Arni liked this
Dahlia Tambajong liked this
Daud Yefri Nafi liked this
Mas'ud Mf liked this
Mahfud Breng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->