Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Revolusi Perancis

Revolusi Perancis

Ratings: (0)|Views: 54 |Likes:
Published by Dian Cahaya Utami

More info:

Published by: Dian Cahaya Utami on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2012

pdf

text

original

 
Makalah SejarahDISUSUN
Oleh :
Kelompok 3Dinda Safira AmandaniFari RabbaniReza PahleviSMA Negeri 6 PalembangTahun Ajaran 2011/2012
 
Revolusi Perancis
Revolusi Perancis
adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 dimana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut diPerancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.Meski Perancis kemudian akan berganti sistem antararepublik, kekaisaran,dan monarkiselama 1 bulan setelahRepublikPertama Perancis jatuh dalamkudetayang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte, revolusi ini dengan jelas mengakhiri
ancienrégime
 (bahasa Indonesia:Rezim Lama; merujuk kepada kekuasaan dinasti sepertiValoisdanBourbon)dan menjadi lebih penting daripada revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Perancis.
Penyebab
Banyak faktor yang menyebabkan revolusi ini. Salah satu di antaranya adalah karenasikap orde yang lama terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah. Penyebablainnya adalah karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh idePencerahandari kaumborjuis,kaum petani, para buruh, dan individu dari semua kelas yang merasadisakiti. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badanlegislatif,kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yangsemula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah.Sebab-sebab Revolusi Perancis mencakup hal-hal di bawah ini:
 
Kemarahan terhadapabsolutismekerajaan.
 
Kemarahan terhadapsistem seigneurialismedi kalangan kaum petani, paraburuh, dan
 — 
sampai batas tertentu
 — 
kaum borjuis.
 
Bangkitnya gagasan-gagasanPencerahan
 
Utangnasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah olehsistempajakyang tak seimbang.
 
Situasi ekonomi yang buruk, sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis danbantuan terhadapRevolusi Amerika. 
 
Kelangkaanmakanandi bulan-bulan menjelang revolusi.
 
Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalamkehidupan publik oleh kelas profesional yang ambisius.
 
Kebencian terhadap intoleransi agama.
 
Kegagalan Louis XVI untuk menangani gejala-gejala ini secara efektif.Aktivitas proto-revolusioner bermula ketika raja PerancisLouis XVI(memerintah1774-1792)menghadapi krisis dana kerajaan. Keluarga raja Perancis, yang secarakeuangan sama dengan negara Perancis, memiliki utang yang besar. SelamapemerintahanLouis XV(1715-1774)dan Louis XVI sejumlah menteri, termasuk Turgot(Pengawas Keuangan Umum1774-1776)danJacques Necker(Direktur- Jenderal Keuangan1777-1781), mengusulkan sistem perpajakan Perancis yang lebih seragam, namun gagal. Langkah-langkah itu mendapatkan tantangan terus-menerus dari
 (pengadilan hukum), yang didominasi oleh "Para Bangsawan", yangmenganggap diri mereka sebagai pengawal nasional melawan pemerintahan yangsewenang-wenang, dan juga dari fraksi-fraksi pengadilan. Akibatnya, kedua menteri ituakhirnya diberhentikan.Charles Alexandre de Calonne,yang menjadi Pengawas Umum
 
Keuangan pada1783,mengembangkan strategi pengeluaran yang terbuka sebagai carauntuk meyakinkan calon kreditur tentang kepercayaan dan stabilitas keuangan Perancis.Namun, setelah Callone melakukan peninjauan yang mendalam terhadap situasikeuangan Perancis, menetapkan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan, dan karenanyaia mengusulkanpajak tanahyang seragam sebagai cara untuk memperbaiki keuanganPerancis dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, dia berharap bahwa dukungandari Dewan Kaum Terkemuka yang dipilih raja akan mengemalikan kepercayaan akankeuangan Perancis, dan dapat memberikan pinjaman hingga pajak tanah mulaimemberikan hasilnya dan memungkinkan pembayaran kembali dari utang tersebut.Meskipun Callone meyakinkan raja akan pentingnya pembaharuannya, Dewan KaumTerkemuka menolak untuk mendukung kebijakannya, dan berkeras bahwa hanyalembaga yang betul-betul representatif, seyogyanya
 (wakil-wakilberbagai golongan) Kerajaan, dapat menyetujui pajak baru. Raja, yang melihat bahwaCallone akan menjapada masalah baginya, memecatnya dan menggantikannya denganÉtienne Charles de Loménie de Brienne,Uskup Agung Toulouse, yang merupakanpemimpin oposisi di Dewan. Brienne sekarang mengadopsi pembaruan menyeluruh,memberikan berbagai hak sipil (termasuk kebebasan beribadah kepada kaum Protestan),dan menjanjikan pembentukan
 Etats-Généraux
dalam lima tahun, tetapi ssementara itu juga mencoba melanjutkan rencana Calonne. Ketika langkah-langkah ini ditentang di
Parlement 
Paris (sebagian karena Raja tidak bijaksana), Brienne mulai menyerang,mencoba membubarkan seluruh "parlement" dan mengumpulkan pajak baru tanpapeduli terhadap mereka. Ini menyebabkan bangkitnya perlawanan massal di banyakbagian di Perancis, termasuk "Day of the Tiles" yang terkenal diGrenoble.Yang lebihpenting lagi, kekacauan di seluruh Perancis meyakinkan para kreditor jangka-pendek.Keuangan Prancis sangat tergantung pada mereka untuk mempertahankan kegiatannyasehari-hari untuk menarik pinjaman mereka, menyebabkan negara hampir bangkrut, danmemaksa Louis dan Brienne untuk menyerah.Raja setuju pada8 Agustus1788untuk mengumpulkan
 Estates-General
pada Mei1789untuk pertama kalinya sejak1614.Brienne mengundurkan diri pada25 Agustus1788,  dan Necker kembali bertanggung jawab atas keuangan nasional. Dia menggunakanposisinya bukan untuk mengusulkan langkah-langkah pembaruan yang baru, melainkanuntuk menyiapkan pertemuan wakil-wakil nasional.
SejarahEtats-Généraux 1789
Pembentukan
 Etats-Généraux
menyebabkan berkembangnya keprihatinan pada pihakoposisi bahwa pemerintah akan berusaha seenaknya membentuk sebuah Dewan sesuaikeinginannya. Untuk menghindarinya,
Parlement 
Paris, setelah kembali ke kota dengankemenangan, mengumumkan bahwa
 Etats-Généraux
harus dibentuk sesuai denganketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam pertemuan sebelumnya. Meskipunkelihatannya para politikus tidak memahami "ketentuan-ketentuan 1614" ketika merekamembuat keputusan ini, hal ini membangkitkan kehebohan. Estates1614terdiri dari jumlah wakil yang sama dari setiap kelompok dan pemberian suara dilakukan menuruturutan, yaituKelompok Pertama(para rohaniwan),Kelompok Kedua(para bangsawan), danKelompok Ketiga(lain-lain), masing-masing mendapatkan satu suara.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->