Peningkatan keimanan dan ketakwaan akan lebih efektif, manakaladioptimalkan melalui sistem pendidikan Islam, baik melalui jalur kelembagaanpendidikan Islam, maupun melalui proses pembelajaran bidang studi (pelajaranpendidikan agama di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi umum), sebagai sub-sistem pendidikan nasional. Sebab pendidikan Islam memiliki transmisi spiritualyang lebih nyata dalam proses pembelajarannya. Kejelasannya terletak padakeinginan untuk mengembangkan keseluruhan aspek dalam diri peserta didiksecara berimbang, baik aspek spiritual, imajinasi dan keilmiahan, kultural sertakepribadian.
Dengan kata lain penyelenggaraan sistem pendidikan Islamdilakukan dengan secara sadar dan sistematis serta terarah pada kepentinganyang mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (
iptek
), dandilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan (
imtaq
).
Dengan demikian tujuanpendidikan nasional yang ditetapkan akan terwujud, sebab secara praktis nilai-nilai dasar sistem pendidikan nasional pada hakekatnya tidak bertentangandengan ajaran Islam. Untuk itu sistem pendidikan Islam harus dioptimalkan,agar sistem pendidikan nasional terisi oleh nilai-nilai yang semakin identikdengan ajaran Islam.Dalam realitasnya, justru pendidikan Islam belum responsif terhadaptuntutan hidup manusia dan masih menghadapi masalah-masalah yangkompleks. Hal ini dapat dilihat dari ketertinggalannya dengan pendidikanlainnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang belum meraihkeunggulan kompetitif, sehingga masih cenderung dilabelkan sebagaipendidikan “kelas dua”. Memang terasa janggal, dalam suatu komunitasmasyarakat muslim terbesar dan memiliki sejarah panjang dalam perjalananpendidikan Islam di Indonesia, justru pendidikan Islam tersisih dari
mainstrem
sistem pendidikan nasional.
Berdasarkan pengamatan Usman Abu Bakar, bahwa persoalan-persoalankompleks yang dihadapi pendidikan Islam di Indonesia disebabkan oleh berbagaihal yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
Seperti jeleknya
4
Hasbullah,
Kapita Selekta Pendidikan Islam,
(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 6.
5
E. Mulyasa,
Manajemen Berbasis Sekolah; Konsep, Strategi dan Implementasi,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002),hlm. 4.
6
H. A. R. Tilaar,
Paradigma Baru Pendidikan Nasional,
(Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm. 147.
7
Usman Abu Bakar, dan Surohim,
Fungsi Ganda Lembaga Pendidikan Islam,
(Yogyakarta: Safiria Insania Press, Cet. I,2005), hlm. 3.
3