Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Key

Key

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by melkywijayanti

More info:

Published by: melkywijayanti on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2012

pdf

text

original

 
Daftar Isi
About Me
Blog Archive
 
2010 (2)
o
 
 
 
Diposkan oleh DUNIA PENDIDIKAN
Tokoh Islam yang Berperan Besar dalam Matematika
 Rekayasa mekanika melambungkan nama Banu Musa di khazanah sains Islam. Melaluikemampuannya, Banu Musa menciptakan berbagai peralatan mesin yang terbilang padamasanya. Namun, sebenarnya bukan itu saja prestasinya. Banu Musa menoreh kan prestasi
 
gemilang di ranah matematika.Kepakaran Banu Musa dalam matematika bahkan layak disejajarkan dengan sejumlah tokohbesar lainnya, seperti al-Khawarizmi (780-846 Masehi), al-Kindi (801-873), atau Umar Khayam(1048-1131). Matematika dijadikan pijakan bagi Banu Musa untuk menopang kemampuanya dibidang teknik.Perlu diketahui, Banu Musa, atau keluarga Mu sa, terdiri dari tiga bersaudara: Jafar Mu hammadbin Musa bin Shakir, Ahmad bin Musa bin Shakir, dan al-Hasan bin Musa bin Shakir. Ketiganyamerupakan putra dari seorang cendekiawan terkemuka abad ke-8, yakni Musa bin Shakir.Banu Musa ikut andil dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Islam. Bahkan,Banu Musa termasuk saintis Muslim pertama yang mengembangkan bidang ilmu hitung di duniaIslam melalui transfer pengetahuan dari peradaban Yunani. Lalu, Banu Musa membangunkonsep dan teori baru, khususnya pada lingkup geometri. Dari tiga saudara tadi, adalah si sulungJafar Muhammad yang berada di baris depan dalam kajian geometri. Selanjutnya diikuti oleh al-Hasan.Sementara itu, Ahmad bin Musa membawa konsep matematika kepada aspek mekanika. Merekaterus bekerja bersama-sama hingga mencapai hasil yang sempurna. Banu Musa sangat tertarik dengan manuskrip ilmiah dari Yunani. Salah satunya berjudul Conics. Keseluruhan karyaAppollonius ini terdiri dari delapan jilid. Diungkapkan Jere L Bacharach dalam Medieval IslamicCivilization, topik utama dari naskah tersebut membahas tentang geometri.Banu Musa meminta bantuan dua sarjana terkemuka, yaitu Hilal bin Abi Halal al-Himsi danThabit bin Qurra, untuk menerjemahkan karya itu ke dalam bahasa Arab. Dalam buku MacTutor
History of Mathematics, sejarawan sains John O’Connor dan Edmund F Robertson
menyebutBanu Musa sebagai salah satu peletak dasar bidang geometri.Banu Musa berhasil menghubungkan konsep geometri dari matematika Yunani ke dalamkhazanah keilmuan Islam sepanjang abad pertengah an. Di kemudian hari, Banu Musa menyusunrisalah penting tentang geometri, yakni Kitab Marifat Masakhat al-Ashkal. Kitab tersebut sangatterkenal di Barat. Menyusul penerjemahannya ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 olehGerard of Cremona dengan judul Libertrium Fratum de Geometria.
Menurut O’Connor dan Rob
ertson, terdapat beberapa kesamaan metodologi dan konsep geometridari Banu Musa dengan yang diusung Apollonius. Namun, keduanya menegaskan pula bahwabanyak pula perbedaan yang muncul. Sebab, Banu Musa melakukan perbaikan dan membangunrumusrumus baru yang terbukti sangat efektif. Lebih jauh, Banu Musa menyempurnakan metodepersamaan yang dirintis Eudoxus dan Archimedes.Pakar matematika Muslim itu menambahkan rumus poligon dengan dua bidang sama luas.Sebelum diteruskan oleh Banu Musa, metode ini tidak banyak mendapat perhatian dan nyarishilang dimakan zaman. Di sisi lain, Banu Musa membangun pola lebih maju terkait penghitungan luas serta volume yang mampu dijabarkan lewat angka-angka.
O’Connor dan Robertson mengungkapkan, penggunaan sistem angka meru
pakan keunggulan
 
dari metode geo metri awal warisan peradaban Islam. Hal lain diungkapkan oleh Shirali Kadyrovmelalui tulisannya Muslim Contributions to Mathematics.Menurut dia, Banu Musa juga menje laskan mengenai angka konstan phi. Ini adalah besaran darihasil pembagian diameter lingkaran. Banu Musa mengatakan, konsep ini pernah dipakaiArchimedes. Namun, pada saat itu pemikiran Archimedes dinilai masih kurang sempurna.Sezgin, seorang ahli matematika Barat, menganggap bukti temuan Banu Musa merupakanfondasi kajian geometri pada masa berikutnya.Hal serupa disampaikan Roshidi Rashed dalam History of a Great Number. Di samping itu,mereka menciptakan pemecahan geometri dasar untuk menghitung luas volume. Lamanisesco.org menyatakan, sumbangan Banu Musa yang lain yakni ketika menemukan metode danpraktik geometri yang ringkas serta mudah diaplikasikan.Dalam membentuk lingkaran, misalnya, bisa dikerjakan dengan memakai besi siku atau jangka.Masing-masing ujung besi siku itu diletakkan di titik berbeda. Kemudian diambil sudut tertentu.Ambil salah satu ujung sebagai tumpuan dan ujung lainnya diputar melingkar. Maka dihasilkansebuah lingkaran sempurna.Berdasarkan pengamatan Victor J Katz dan Annete Imhausen pada The Mathematics of Egypt,Mesopotamia, China, India and Islam, kajian geometri mencapai tahap tertinggi melaluipemikiran dan karya Banu Musa. Inti gagasan mencakup sejumlah operasi penghitungan kubus,lingkaran, volume, kerucut, dan sudut.Selain Kitab Marifat, Muhammad bin Musa menulis beberapa karya geometri yang penting.Salah satunya menguraikan tentang ukuran ruang, pembagian sudut, serta perhitunganproporsional. Hal ini terutama digunakan untuk menghitung pembagian tunggal antara dua nilaitertentu. Sedangkan, al-Hasan mengerjakan penelitian untuk menjabarkan sifat-sifat geometrisdari elips.
Karya Euclides
 Euclides diperkirakan hidup antara tahun 350 BC dengan 200 BC. Seorang penguasa mesir yaituptolemeus mendirikan universitas di Alexandria. Salah satu pengajarnya adalah euclides.Euclides menulis lebih dari 10 jilid karya yang kemudian terkenal sebagai elemen euclides.Setelah 700 tahun, theon dari alexandria membuat perbaikan dari karya euclides itu. Karya theoninilah yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.Pada tahun 1220, sarjana inggris yaitu adelard membuat terjemahan dalam bahasa latin dariterjemahan bahasa arab buku itu. Cetakan pertama dari buku Elemen Euclides itu dalam bahasalatin dibuat di Venesia pada tahun 1482 oleh Campanus.Terjemahan pertama dari bahasa Gerik ke dalam bahasa latin dibuat oleh Commadino pada tahun1572. Terjemahan lengkap ke dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Bringsley pada tahun 1570.A. Buku Elemen Euclides

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->