2
masuk, seluruh peserta menginginkan pelatihan ini tetap dilakukan, cukup dua hari, lokasi tetap di RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad dan selalu ditingkatkan kualitas penyelenggaraannyanya. Profesor Hidayat Wijayanegara, SpOG(K)menjadi pembicara favorit karena keteladanannya sebagai guru dan kepiawaiannya dalam memberikan materi ajar. Kendala yang masih sulit diatasi adalah ketersediaan alat kardiotokografi (KTG) untuk masing-masing kelompok pelatihan (5 orang / 1 alat KTG). Untuk mengatasi hal tersebut, kertas KTG difotokopi dan di scanning, kemudian dibagikan kepada peserta pelatihan sebagai bahan ajar.
Konsep Dasar Pemantauan Kesejahteraan Janin
Pemantauan kesejahteraan janin merupakan bagian penting dalampenatalaksanaan kehamilan dan persalinan. Teknologi yang begitu cepatberkembang memberikan banyak harapan akan semakin baiknya kualitaspelayanan kesehatan bagi ibu hamil, melahirkan dan nifas. Kemajuan ini tidakmudah untuk diikuti oleh negara yang sedang berkembang seperti Indonesia,selain mahalnya harga peralatan, juga terbatasnya sumber daya manusia yanghandal dalam pengoperasionalan alat canggih tersebut.
Indikasi Pemeriksaan
Beberapa keadaan dibawah ini memerlukan pemantauan janin yang baik karenaberkaitan dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas perinatal, misalnyapertumbuhan janin terhambat (PJT), gerakan janin berkurang, kehamilan post-term (
≥
42 minggu), preeklampsia/hipertensi kronik, diabetes mellitusprakehamilan, DM yang memerlukan terapi insulin, ketuban pecah padakehamilan preterm, dan solusio plasentae. Identifikasi pasien yang memiliki risikotinggi mutlak dilakukan karena hal ini berkaitan dengan tatalaksana yang harusdilakukan. Kegagalan mengantisipasi adanya faktor risiko, dapat berakibat fatal.
Tatacara Pemantauan Kesejahteraan Janin
Banyak cara yang dapat dipakai untuk melakukan pemantauan kesejahteraan janin, dari cara sederhana hingga yang canggih. Pembahasan pada makalah inimemang dibuat sederhana agar mudah dipahami oleh paramedis, dokter ataupembaca lainnya.
Cara sederhana
Dengan cara sederhana, pemantauan dilakukan melalui analisa keluhan ibu(anamnesis), pemantauan gerak harian janin dengan kartu gerak janin,pengukuran tinggi fundus uteri dalam sentimeter, pemantauan denyut jantung janin (DJJ) dan analisa penyakit pada ibu.Adanya keluhan dari klien (pasien) harus dicermati dan dianalisa denganbaik karena keluhan tersebut mengungkapkan adanya sesuatu yang mungkintidak baik bagi kesehatan ibu dan atau janin yang dikandungnya. Sambilmelakukan anamnesis yang teliti, perhatikan juga keadaan fisik dan psikologisdari ibu tersebut. Anamnesis yang baik, dapat menegakkan diagnosis denganbaik pula. Misalnya gerak janin yang berkurang atau keluarnya darah pervaginam merupakan tanda adanya abnormalitas yang harus dicari penyebabnya.