Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MSPM di Tempat HIburan

MSPM di Tempat HIburan

Ratings: (0)|Views: 47 |Likes:
Published by Rizkia Dara Febrina
Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan “Tempat Hiburan”

Oleh Helmiyati Rizkia Dara Febrina Syifa Habibati 2B Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II Jurusan Gizi

A. Pendahuluan
Kebutuhan wisatawan bukan hanya sekedar hiburan, makan dan minum saja, akan tetapi kebutuhan lainnya seperti menu, tatacara penyajian, alokasi tempat dan pelayanan penunjang lainnya juga sangat mereka butuhkan sesuai dengan keinginannya. Wisatawan cenderung mencoba masakan khas daerah yang mereka kunjung
Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan “Tempat Hiburan”

Oleh Helmiyati Rizkia Dara Febrina Syifa Habibati 2B Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II Jurusan Gizi

A. Pendahuluan
Kebutuhan wisatawan bukan hanya sekedar hiburan, makan dan minum saja, akan tetapi kebutuhan lainnya seperti menu, tatacara penyajian, alokasi tempat dan pelayanan penunjang lainnya juga sangat mereka butuhkan sesuai dengan keinginannya. Wisatawan cenderung mencoba masakan khas daerah yang mereka kunjung

More info:

Published by: Rizkia Dara Febrina on Jun 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2012

pdf

text

original

 
Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan
Tempat Hiburan
 
OlehHelmiyatiRizkia Dara FebrinaSyifa Habibati2BPoliteknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta IIJurusan Gizi
 
A.
 
Pendahuluan
Kebutuhan wisatawan bukan hanya sekedar hiburan, makan dan minum saja, akantetapi kebutuhan lainnya seperti menu, tatacara penyajian, alokasi tempat danpelayanan penunjang lainnya juga sangat mereka butuhkan sesuai dengan keinginannya.
 
 Wisatawan cenderung mencoba masakan khas daerah yang mereka kunjungi minimalsatu kali dalam kunjungannya ke daerah tersebut.
 
Menu makanan wisatawan selama mengikuti perjalanan wisata cenderung variatif mulaidari makanan khas daerah yang ia kunjungi, chinnese food, eropa maupun makan khas daerahnya sendiri.
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam kepariwisataan adalahtersedianya rumah makan yang memadai bagi wisatawan. Macam rumah makanyang cocok, bentuk dan cara pelayanan, serta jenis makanan yang akan disajikanhendaknya memperhatikan akan selera dan kebiasaan para calon wisata.Ada kalanya kebutuhan makanan termasuk pelayanannya bagi wisatawan asingberbeda tergantung dari daerah mana asal mereka. Wisatawan yang berasal dariEropa maupun Amerika, tentunya berbeda dengan wisatawan yang berasal dariTimur Tengah dan Asia.Hal tersebut harus jadi pertimbangan bagi pengelola paket wisata termasuk parapramu wisata. Perlu diperhitungkan seawal mungkin sebelum mereka datang keDaerah Tujuan Wisata maupun selama perjalanan di Indonesia.Contoh yang kecil saja misalnya jenis makanan bagi orang Eropa maupun Amerika,mereka sangat sensitif terhadap makanan yang pedas seperti sambal, atau masakanala Padang. Ataupun jenis makanan yang baunya cukup menyengat seperti jengkol,petai, maupun buah durian. Bagi orang Indonesia hal ini mungkin sangat menyenangkan, tapi belum tentu bagi mereka.
 
 Demikian pula dalam hal penyajian makanan, apakah model internasional(
International style
),
 fast food 
, atau
self-service
, atau model bebas gaya kita diIndonesia, dan sebagainya.Ada beberapa catatan dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwapengeluaran untuk makan dan minum wisatawan banyak tergantung dari besarkecilnya nilai
disposible income
masing-masing keluarga dalam masyarakat. Sepertidi Perancis misalnya dalam tahun 1976, sebesar 43 % untuk keperluan makan danminum.Demikian pula halnya di Itali dalam priode yang sama mencapai sebesar 40%,sedangkan di Inggris hanya 32% dan Amerika Serikat lebih kecil lagi, yaitu hanya17% saja.Meskipun secara proporsional pengeluaran untuk makanan dan minuman diAmerika Serikat lebih rendah, namun uang yang dibelanjakan untuk makan di luarrumah
(Dine-out)
meningkat lebih besar dibandingkan dengan
"disposableincome" 
negara tersebut. Salah satu sebab yang perlu diperhatikan, adalah karenabanyak kaum wanita yang menjadi pekerja di kantor dan pabrik serta industrilainnya.Dalam tahun 1970 tercatat 41% wanita bekerja di perusahaan perusahaan dandalam tahun 1980, angka tersebut lebih besar lagi diperkirakan sebesar 60%. Iniberarti diperlukan peningkatan pelayanan penyediaan makanan yang lebih cepat 
(toserve fast foods)
bagi mereka yang makan di luar rumah. Belum lagi para wisatawanyang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun, yang dengan sendirinyamemerlukan pelayanan khusus pula.Semua ini membuat kita harus berpikir, bagaimana dapat di ciptakan suatu sistempenyediaan dan pelayanan pada restoran-restoran di masa-masa yang akan datang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->