Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kritik Dan Urgensi Hadits

Kritik Dan Urgensi Hadits

Ratings: (0)|Views: 977 |Likes:

More info:

Published by: AdiGang AdiGung AdiGuno on Jun 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
1.
Kritik Hadits; Pengertian dan Urgensinya
Kata kritik
(Critic)
berasal dari bahasa Yunani
krites
yang artinya “a judge (seorang hakim), yang berarti
(1) a person who expresses anunfavuorable opinion or something, (2) a person who reviwes literacy or artistic works.
Sedangkan kata kritik dalam bahasa Prancis adalah
Critique
mempunyai makna
a detailed analysis and assesment .
Karena itu, katakritik
(Critic)
terdapat banyak arti, diantaranya:
commentator, evaluator,analyst, judge, and pundit.
sedangkan kata kritik dalam arti “critique”berarti
evaluation, assesment, appraisal, appreciation, critism, review,study, commentary, exposision, dan exegesis.
Dalam konteks tulisan ini kata “kritik” dipakai untuk menunjukkepada kata
an-naqd
dalam studi hadis. Dalam literatur Arab kata
“an-naqd” 
dipakai untuk arti “kritik”, atau “memisahkan yang baik dari yangburuk.” Kata
“an-naqd” 
ini telah digunakan oleh beberapa ulama hadissejak awal abad kedua Hijriah, hanya saja istilah ini belum populer dikalangan mereka.Kata
“an-naqd” 
dalam pengertian tersebut tidak dijumpai dalam al-Qur’an maupun hadis. Namun kata yang memiliki pengertian yang samadisebutkan dalam al-Qur’an, yaitu kata
tamyiz 
yang berarti memisahkansesuatu dari sesuatu yang lain. Bahkan seorang pakar hadis abad ketigaHijriah, Imam Muslim (w. 261 H / 875 M) memberi judul bukunya yangmebahas metode kritik hadis dengan
al-Tamyiz.
Sebagian ulamamenamakan istilah
an-naqd
dalam studi hadis dengan sebutan
al-jarh waat-tadil
sehingga dikenallah cabang ilmu hadis,
al-jarh wa at-tadil
yaitu ilmuuntuk menunjukkan ketidaksahihan dan keandalan. Memperhatikanpengertian dan perkembangan istilah tersebut, dalam bahasa Indonsia,kritik berarti berusaha menemukan kekeliruan dan kesalahan identikdengan kata “menyeleksi” yang secara leksikal memiliki arti menyaringatau memilih.Secara istilah, kritik hadits Menurut Muhammad Tahir al-Jawabysebagaimana dikutip Ah. Fudhaily adalah :“Ilmu kritik hadis adalah ketentuan terhadap para periwayathadis baik kecacatan atau keadilannya dengan menggunakanungkapan-ungkapan tertentu yang dikenal oleh ulama-ulamahadis. Kemudian meneliti matn hadis yang telah dinyatakansahih dari aspek sanad untuk menetukan keabsahan atau ke-dhaifan matn hadis tersebut, mengatasi kesulitan pemahamandari hadis yang telah dinyatakan sahih, mengatasi kontradisipemahaman hadis dengan pertimbangan yang mendalam”Sedangkan menurut M. M. Azami memaknai kritik hadits dengan“Kemungkinan definisi kritik hadis adalah membedakan
(al-Tamyis)
antara
1
 
hadis-hadis sahih dari hadis-hadis da’if dan menetukan kedudukan paraperiwayat hadis tentang kredibilitas maupun kecacatannya”Dari pengertian kata atau istilah kritik di atas, dapat ditegaskanbahwa yang dimaksud dengan kritik hadis
(naqd al-hadits)
dalam konteksini ialah usaha untuk menyeleksi hadis sehingga dapat ditentukan antarahadis yang sahih atau lebih kuat dan yang tidak. Kesahihan yang berhasildiseleksi dalam kegiatan kritik hadits tahap pertama ini baru pada tahapmenyatakan kesahihan hadits menurut eksistensinya. Pada tahap ini belumsampai pada pemaknaan matan hadis, kendatipun unsur-unsur interpretasimatan boleh jadi ada terutama jika menyeleksi matan dengan cara melihattolok ukur kesahihan matan hadis. Bila terdapat matan-matan hadis yangsangat rumit dikritik atau diseleksi berkaitan dengan pemaknaannya, makahal tersebut “diserahkan” kepada studi matan hadis tahap kedua yangmenangani interpretasi atau pemaknaan matan hadis
(ma’an al-hadits).
Dalam studi hadis persoalan sanad dan matan merupakan duaunsur yang penting yang menentukan keberadaan dan kualitas suatuhadis. Kedua unsur itu begitu penting artinya, dan antara yang satu denganyang lainya saling berkaitan erat, sehingga kekosongan salah satunya akanberpegaruh, dan bahkan merusak eksistensi dan kualitas suatu hadis.Karenya suatu berita yang tidak memilki sanad tidak dapat disebut sebagaihadits; demikian sebaliknya matan, yang sangat memerlukan keberadaansanad.Ada beberapa faktor yang menjadikan penelitian / kritik hadisberkedudukan sangat penting. Menurut Syuhudi Ismail faktor-faktortersebut adalah:1. Hadis Nabi sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Kita harusmemberikan perhatian yang khusus karena hadis merupakansumber dasar hukum Islam kedua setelah al-Qur’an dan kita harusmenyakininya.2. Tidaklah seluruh hadis tertulis pada zaman Nabi. Nabi pernahmelarang sahabat untuk menulis hadis, tetapi dalam perjalannnyahadis ternyata dibutuhkan untuk di bukukan.3. Telah timbul berbagai masalah pemalsuan hadis. Kegiatanpemalsuan hadis ini mulai muncul kira-kira pada masapemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib, demikaian pendapatsebagaian ulama hadis pada umumnya.4. Proses penghimpunan hadis yang memakan waktu yang lama.Karena proses yag panjang maka diperlukan openelitian hadis,sebagai upaya kewaspadaan dari adanya hadis yang tidak bisadipertanggung jawabkan.
2
 
5. Jumlah kitab hadis yang banyak dengan model penyusunan yangberagam. Bayaknya metode memunculkan kriteria yag berbedamengenai hadis, terkadang kitab-kitab hadis hanyamengumpulkan /menghimpunn hadis, maka hal ini perlu ditelitilebih lanjut.6. Telah terjadi periwayatan hadis secara makna, hal ini dikhawatirkan adanya keterputusan sumber informasinya.Sungguh telah banyak problem yang menimpa otentikan hadis, mulaidari persoalan ekternal, yakni aksi gugat mengugat yang datang darikalangan non muslim (orientalis) maupun muslim sendiri, yangmempersolakan keberadaan hadits. Tokoh-tokoh yang mempersoalkankeberadaan hadis misalnya Ignas Goldziher dan Yosep Scahcht, duaorientalis ini sangat getol mengkritik hadis (meragukan otentisitasnya).Adapun persoalan yang mengemukakan dari sisi internal, adalahpersoalan yang bersangkutan dari figur Nabi, sebagai figus sentral. SebagaiNabi akhir zaman, otomatis ajarn-ajaran beliau berlaku bagi keseluruhanumat, dari berbagi tempat, waktu sampai pada akhir zaman, sementarahadis itu sendiri turun pada kisaran kehidupan Nabi. Disamping itu tidaksemua hadis mempuyai
asbab al-wurud,
yang menyebabkan hadis bersifatumum atau khusus. Dengan melihat kondisi yang melatarbelakangimenculnya suatu hadis, menjadikan sebuah hadis kadang difahami secaratekstual dan secara kontektual.Keberadaan Nabi dalam berbagai posisi dan fungsinya yangterkadang sebagai manusia biasa, sebagai pribadi, suami, sebagai utusanAllah, sebagai kepa;al-Qur’an negara, sebagai panglima perang, sebagaihakim dan lainya. Keberadan Rasulallah ini menjadi acuan bahwa untukmemahami hadis perlu dikaitkan dengan peran apa yang beliau ‘mainkan’.Oleh karenaya penting sekali untuk mendudukan pemahaman hadis padatempatnya yang proposional, kapan dipahami secara tekstual, kontektual,universl, temporal, situasional maupun lokal. Itulah pentingnya mengenalilmu penelitian/kritik hadis, hal ini akan memudahkan kita memahami hadisdisamping itu kita juga bisa menilai kualitas hadis itu.2.
Munculnya Kritik Hadits
Secara historis, sesungguhnya kritik atau seleksi hadis dalam artiupaya untuk membedakan antara yang benar dan yang salah telah adadan dimulai pada masa Nabi masih hidup meskipun dalam bentuk yangsederhana. Praktik penyelidikan atau pembuktian untuk meneliti hadis Nabipada masa itu tercermin dari kegiatan para sahabat pergi menemui ataumerujuk kepada Nabi untuk membuktikan apakah sesuatu benar-benartelah dikatakan oleh beliau.
3

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Mahrusin Amariey liked this
Siti Maryam liked this
Ijie Oer ZieZie liked this
AL Hassan liked this
Andi Yusuf liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->