Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II

BAB II

Ratings: (0)|Views: 50 |Likes:

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Ferda Puspalina Sukman on Jun 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2012

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1. DEFINISI
JRA adalah penyakit atau kelompok penyakit yang ditandai dengansinovitis kronis dan disertai dengan sejumlah manifestasi ekstra-artikuler.JRA adalah salah satu penyakit Reumatoid yang paling sering pada anak,dan merupakan kelainan yang paling sering menyebabkan kecacatan.Ditandai dengan kelainan karakteristik yaitu sinovitis idiopatik dari sendikecil, disertai dengan pembengkakan dan efusi sendi.
2,3
Ada 3 tipe JRA menurut awal penyakitnya yaitu: Oligoartritis(pauciarticular disease), poliartritis, dan sistemik. Arthritis RheumatoidJuvenile (ARJ) merupakan penyakit arthritis kronis pada anak-anak umurdi bawah 16 tahun. Berdasarkan definisi, ARJ ditandai oleh menetapnyatemuan peradangan secara objektif di satu atau lebih sendi selama palingsedikit 6 minggu dengan eksklusi kausa lain.
 
ARJ merupakan penyakit reumatik yang termasuk ke dalamkelompok penyakit jaringan ikat yang terdiri dari beberapa penyakit. Adabeberapa terminologi untuk mengelompokkan arthritis ini. Istilah ARJlebih banyak dipakai di Amerika Serikat yaitu istilah yang digunakanuntuk menyebut arthritis pada anak usia dibawah 16 tahun yang tidak diketahui penyebabnya. Di AS lebih sering digunakan istilah rematoidkarena pada umumnya anak-anak tersebut mempunyai orang tua ataukeluarga yang menderita arthritis rematoid dengan faktor rematoid yangpositif. Istilah arthritis kronik juvenil lebih banyak digunakan di Inggris(Eropa).
4
 2.2. EpidemiologiARJ merupakan artritis yang lebih sering dijumpai pada anak-anak,insidennya dilaporkan hanya sekitar 1% pertahunnya. Dengan perjalananpenyakit ARJ bervariasi, 17% berkembang menjadi arthritis kronik, 20%dengan gangguan mata. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa pasien ARJyang berlangsung lebih dari 7 tahun, 60% mengalami kecacatan.Prevalensi ARJ dilaporkan sekitar 1-2/100.000/tahun dan Minnesota35/100.000/tahun.ARJ banyak menyerang anak-anak dengan tingkat umur terbanyak sekitar 4-5 tahun. Perempuan lebih banyak dengan perbandingan 3:1.Faktor suku diduga kuat sangat terkait pada ARJ, di Amerika, suku Afrikadibandingkan dengan suku Amerika dan Kaukasia lebih sering terkena. DiAS Schwartz melaporkan bahwa ARJ lebih sering menyerang anak-anak yang lebih dewasa, khususnya pada kelompok Oligo-artritis, dengan RFpositif.2.3. EtiologiPenyebab artritis reumatoid dan mekanisme untuk pengekalanradang sinovial kronis belum diketahui. Ada dua hipotesis yaitu, bahwa
 
penyakit disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang tidak dikenali ataubahwa penyakit tersebut menggambarkan reaksi hipersensitivitas atauautoimun terhadap rangsangan yang tidak diketahui. Upaya untuk mengkaitkan agen infeksi seperti virus rubela pada JRA tetap tak tersimpulkan. Hubungan faktor reumatoid (antibodi reaktif dengan IgG)dengan artritis reumatoid yang timbul pada orang dewasa memberi kesanmekanisme autoimun. Namun, antibodi ini jelas tidak menimbulkanpenyakit, walaupun kompleks imun faktor reumatoid dan imunoglobulindapat membuat peradangan sinovia menetap dan menimbulkan vaskulitisreumatoid yang ditermukan pada penderita artritis reumatoid seropositif.
3,4
Kadar komplemen yang rendah terdapat pada cairan sinoviabeberapa penderita vaskulitis reumatoid sesuai dengan mekanismekompleks imun. Namun mekanisme ini gagal menjelaskan sebagian besarkeadaan artritis pada anak, karena sebagian besar anak tidak mempunyaifaktor reumatoid klasik. Upaya untuk mengaitkan faktor reumatoidtersembunyi (antibodi yang reaktif dengan gammaglobulin yang dideteksimelalui berbagai macam metode) dengan patogenesis JRA tidak memberikan kesimpulan. Pada anak JRA, tidak ada imunodefisiensi yangdapat dikenali (identifiable) yang dapat dideteksi. Timbulnya JRA secaraklinis dapat menyertai infeksi sistemik akut atau trauma fisik pada sendi,tetapi kaitan langsung dengan kejadian demikian tidak terbukti.Eksaserbasi dapat menyertai penyakit atau stres psikis yang datangdiantaranya. Dari keseluruhan hipotesa, saat ini ARJ sendiri diduga terjadikarena respons yang abnormal terhadap infeksi atau faktor lain yang ada dilingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->