Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
30Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alinea

Alinea

Ratings:

5.0

(4)
|Views: 2,837 |Likes:
Published by Binet Care
Alinea
Alinea

More info:

Published by: Binet Care on Jan 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

 
 1
BAB VIALINEA
 
A. Bagian-bagian Alinea
Pada umumnya alinea terdiri atas lebih dari satu kalimat. Atau dapatdikatakan bahwa alinea pada umumnya terdiri atas beberapa kalimat. Dari fungsidan kandunganya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi kalimat topik,kalimat pengembangan, kalimat penutup, dan kalimat penghubung.
1. Kalimat Topik
Kalimat topik merupakan kalimat yang merupakan kalimat yangmengungkapkan gagasan pokok dalam kalimat yang bersangkutan. Oleh kerenaitu kalimat topik merupakan bagian yang terpenting. Bagian ini mengarahkan dansekaligus mengontrol pengembangan alinea. Sebagai bagan yang terpenting,kalimat topik biaanya terletak di awal alinea. Namun bisa juga kalimat topik ituterletak di tengah alinea yang bersangkutan. Karena kalimat topik merupakankalimat yang terpenting maka kalimat topik itu hendaknya:
-
 
Merupakan kalimat efektif yang menarik,
-
 
Merupakan susunan yang runtut dan logis, dan
-
 
Merupakan rumusan yang tidak terlalu umum namun juga tidak terlaluspesifik.Pengertian efektif dalam kalimat efektif berarti membuahkan hasil. Hasilyang diharapkan dari suatu kalimat sebagai bagian dari tuturan ialah pemahaman.Terpahami atau tidak terpahami oleh pihak lain itulah yang menjadi kriteriaefektif tidaknya suatu kalimat atau tuturanKemudian tambahan menarik itu berarti bahwa kalimat topik hendaknyadapat memikat perhatian pembaca. Untuk dapat menarik perhatian itu dalamragam bahasa indah di pakai gaya bahasa tertentu, sehingga batasanya berbung-bunga dan dipakai kata-kata kiasan. Sedangkan dalam bahasa keilmuan,keindahan bukan hal yang penting, dan yang diutamakan adalah ketepataninformasi. Oleh karena itu, dalam ragam bahasa keilmuan dipakai gaya bahasa
 
 2yang lugas dengan kata-kata denotatif. Kiranya telah memadai bilamana ragamilmiah itu menerapkan tata bahasa baku secara ketat dalam penyusunan kalimat-kalimatnya.Untuk mengetahui susunan yang runtut dan logis, kita perhatikan kalimatberikut ini.
1)
 
Pemeliharaan dan penanaman padi dilakukan pada musim yang tepat.
2)
 
Penanaman dan pemeliharaan padi dilakukan pada musim yang tepat.
3)
 
Pengajaran sastra tidak diperoleh melalui bangku ilmiah.
Apabila kita perhatikan sepintas. Dua kalimat di atas seolah-olah tidak adamasalah. Hal ini terjadi karena kedua kalimat itu dari sudut tata bahasanyamemang tidak ada kesalahan. Namun jika kita perhatikan dengan cermat, makaakan kita ketahui kedua kalimat itu terjadi ketidakruntutan dan ketidaklogisan.Pada kalimat (1) kita mengetahui bahwa ‘pemeliharaan padi baru bisa dilakukansetelah padi ditanam’, sehingga urutan ‘pemeliharaan dan penanaman padi’ secararuntut seharusnya ‘penanaman dan pemeliharaan’. Seperti pada contoh (2).Walaupun sudah diperbaiki menjadi kalimat (2), namun dalam kalimat itu masihterdapat ketidaklogisan. ‘yang harus dilakukan pada musim yang tepat’ hanyalah‘penanaman padi’, sedangkan ‘pemeliharan padi’ tidak harus menunggu musimyang tepat.Contoh lain kalimat yang tidak logis misalnya: (3) Pengajaran sastra tidak diperoleh melalui bangku sekolah. Kata pengajaran berarti a) proses, perbuatan,cara mengajar atau mengajarkan; b) perihal mengajar, segala sesuatu mengenaimengajar; c) peringatan. Arti (c) tidak berlaku dalam contoh-contoh (3). Dalamcontoh (30, pengajaran mempunyai kemungkinan makna (a) atau (b). Pada hal‘proses atau perihal mengajar’ itu kita ketahui hanya mungkin diperoleh melaluisekolah. Dengan demikian tidak logis kalau dikatakan ‘pengajaran sastra tidak diperoleh melalui bangku sekolah’.Perihal rumusan yang tidak terlalu umum dan tidak terlalu spesifik iniberkaitan dengan pengembangan topik yang bersangkutan. Jika terlalu umum,maka pengembangannya nanti akan terlalu luas. Sebaliknya jika terlalu spesifik,maka pengembangannya akan terlalu sempit. Topik yang terlalu luas memerlukan
 
 3bahan yang banyak, sehingga boleh jadi akan menghambat penulisan dan jikaterlalu sempit akan mempersulit pengembangannya.Sebagai patokan perlu diketahui bahwa kalimat yang ringkas biasanyakandungan isinya bersifat umum. Kalimat yang demikian dapat dispesifikasikankandungan isinya dengan memperluas kalimat tersebut atau mengganti kata-kataumum dalam kalimat itu dengan kata-kata yang khusus.Bedasarkan kalimat di atas diketahui bahwa kalimat topik dihasilkanmelalui beberapa tahap yaitu perumusan gagasan umum, lalu menspesifikasikangagasan umum tersebut dan kemudian memperbaiki kata-kata atau susunankalimatnya.Sebagai contoh kita mempunyai gagasan bahwa ‘penelitian bermula dariperencanaan’. Gagasan ini kemudian kita tuangkan dalam sebuah kaliamat:
4)
 
Penelitian bermula dari sebuah perencanaan
Telah kita ketahui pula bahwa kalimat yang pendek kandungan isinyabersifat umum. Agar kandungan isinya menjadi spesifik, kalimat itu perludiperluas, misalnya sebagai berikut.PenelitianSuatu penelitianPenelitian ilmiah
a)
 
Suatu penelitian ilmiah
Bermula
b)
 
Selalu bermula
PerencanaanSuatu perencanaanPerencanaan seksama

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gex Attic liked this
Gex Attic liked this
Awan Biru'Putih liked this
Olivia Sinurat liked this
Lilis Susilowati liked this
Saprijal Ismi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->