Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengembangan Silabus Penjasorkes Mts 2011

Pengembangan Silabus Penjasorkes Mts 2011

Ratings: (0)|Views: 387|Likes:
Published by Imang Bolodewe

More info:

Published by: Imang Bolodewe on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/08/2012

pdf

text

original

 
KTSP Perangkat Pembelajaran PJOK MTs Shofa Marwah Silabus Pembelajaran 
 
Mapel: PJOK 
121
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
PPEERRAANNGGKKAATTPPEEMMBBEELLAAJJAARRAANN 
PPAANNDDUUAANNPPEENNGGEEMMBBAANNGGAANN SSIILLAABBUUSSPPEEMMBBEELLAAJJAARRAANN 
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga danKesehatan (PJOK)Satuan Pendidikan : MTs.Kelas/Semester : VII s/d IX /1-2Nama Guru : Himam Azwar, S.Pd.I
 
NIP/NIK :
-
 Sekolah : MTs Shofa Marwah
 
KTSP Perangkat Pembelajaran PJOK MTs Shofa Marwah Silabus Pembelajaran 
 
Mapel: PJOK 
122
PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUSMATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANII.
 
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 10menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, danmengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yangberlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan PemerintahDaerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranyapendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnyaUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang PemerintahDaerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya keduaundang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistemyang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik.Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalampengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa,keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerahmemiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi ajar, kegiatanpembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.Untuk itu, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakanyang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolahatau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atausilabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi dan StandarKompentensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006.Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikandijelaskan:
 
Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A, atau bentuk lain yang sederajat menekankanpentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung sertakemampuan berkomunikasi (Pasal 6 Ayat 6)
 
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkankurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulumdan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yangbertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemenyang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK (Pasal 17 Ayat 2)
 
Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaranyang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran,sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20)Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang seluas- luasnyauntuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikansesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan diatas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atausekolah tidak mengalami kesulitan.
 
KTSP Perangkat Pembelajaran PJOK MTs Shofa Marwah Silabus Pembelajaran 
 
Mapel: PJOK 
123
B.
 
Karakteristik Mata Pelajaran1. Definisi Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yangdidesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilanmotorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasanemosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhandan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif, dan afektif setiapsiswa.Materi mata pelajaran Penjas SMP yang meliputi: pengalaman mempraktikkanketerampilan dasar permainan dan olahraga; aktivitas pengembangan; uji diri/senam;aktivitas ritmik; akuatik (aktivitas air); dan pendidikan luar kelas (
outdoor 
)
 
disajikanuntuk membantu siswa agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimanacara melakukan gerakan secara aman, efisien, dan efektif. Adapun implementasinyaperlu dilakukan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan, yang pada gilirannyasiswa diharapkan dapat meningkatkan sikap positif bagi diri sendiri dan menghargaimanfaat aktivitas jasmani bagi peningkatan kualitas hidup seseorang. Dengan demikian,akan terbentuk jiwa sportif dan gaya hidup aktif.
2. Materi Pendidikan Jasmani SMP
Struktur materi Penjas dikembangkan dan disusun dengan menggunakan modelkurikulum kebugaran jasmani dan pendidikan olahraga (Jewett, Ennis, & Bain, 1995).Asumsi yang digunakan kedua model ini adalah untuk menciptakan gaya hidup sehatdan aktif, dengan demikian manusia perlu memahami hakikat kebugaran jasmanidengan menggunakan konsep latihan yang benar. Olahraga merupakan bentuk lanjutdari bermain, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan keseharianmanusia. Untuk dapat berolahraga secara benar, manusia perlu dibekali denganpengetahuan dan keterampilan yang memadai. Pendidikan jasmani diyakini dapatmemberikan kesempatan bagi siswa untuk: (1) berpartisipasi secara teratur dalamkegiatan olahraga, (2) pemahaman dan penerapan konsep yang benar tentang aktivitas-aktivitas tersebut agar dapat melakukannya secara aman, (3) pemahaman dan penerapannilai-nilai yang terkandung dalam aktivitas-aktivitas tersebut agar terbentuk sikap danperilaku sportif dan positif, emosi stabil, dan gaya hidup sehat.Struktur materi penjas dari TK sampai SMU dapat dijelaskan sebagai berikut. Materiuntuk TK sampai kelas 3 SD meliputi kesadaran akan tubuh dan gerakan, kecakapangerak dasar, gerakan ritmik, permainan, akuatik (olahraga di air) bila memungkinkan),senam, kebugaran jasmani dan pembentukan sikap dan perilaku. Materi pembelajaranuntuk kelas 4 sampai 6 SD adalah aktivitas pembentukan tubuh, permainan danmodifikasi olahraga, kecakapan hidup di alam bebas, dan kecakapan hidup personal(kebugaran jasmani serta pembentukan sikap dan perilaku). Materi pembelajaran untuk kelas 7 dan 8 SMP meliputi teknik/keterampilan dasar permainan dan olahraga,senam, aktivitas ritmik, akuatik, kecakapan hidup di alam terbuka, dan kecakapan hiduppersonal (kebugaran jasmani serta pembentukan sikap dan perilaku). Materipembelajaran kelas 9 SMP sampai kelas 12 SMU adalah teknik permainan danolahraga, uji diri/senam, aktivitas ritmik, akuatik, kecakapan hidup di alam terbuka dankecakapan hidup personal (kebugaran jasmani serta pembentukan sikap dan perilaku).Struktur materi yang telah diterangkan dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->