Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Belajar Behaviorisme

Teori Belajar Behaviorisme

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Syam Ren

More info:

Published by: Syam Ren on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2014

pdf

text

original

 
Teori Belajar Behaviorisme
Posted by   Admin on November 7, 2010, filed in: Pendidikan, Teori Psikologi
Teori Belajar Behaviorisme 
 adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur,diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapatdiperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukumankadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti denganmenjelaskan tindakan yang diinginkan.Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasarpemahaman dalam semua bidang subjek dan manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teoribelajar behavioristik adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.
 adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifatmekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon,menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranankemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yangmenganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dantingkahl laku adalah hasil belajar.Dalam hal konsep pembelajaran, proses cenderung pasif berkenaan dengan teori behavioris. Pelajarmenggunakan tingkat keterampilan pengolahan rendah untuk memahami materi dan material seringterisolasi dari konteks dunia nyata atau situasi. Little tanggung jawab ditempatkan pada pembelajarmengenai pendidikannya sendiri.Ada beberapa 
.Tokoh-tokoh aliran behavioristik tersebut antaranyaadalah
Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner 
. Berikut akan dibahas karya-karyapara tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.
Teori Belajar Behaviorisme 
 Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkapmelalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yangdapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatanbelajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskanbagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula denganteori koneksionisme (Slavin, 2000).
 
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3)hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapatmemperkuat respon.
 Watson mendefinisikan belajarsebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakuiadanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggapfaktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalahseorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisikaatau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamatidan diukur.
 Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertianbelajar.Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teorievolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahanhidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drivereduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus(stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun responyang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalamteori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).
 Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertaisuatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler,1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinyaproses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkantidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agartidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan responbersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulusagar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman(punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yangtepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajarharus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikantugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).
 Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokohsebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebihkomprehensif. MenurutSkinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yangkemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokohsebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulusyang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yangdihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilahyang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkahlaku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, sertamemahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->