Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
1Activity
×
P. 1
Homo Floresiensis

Homo Floresiensis

Ratings: (0)|Views: 738|Likes:
Published by kigunungmenyan

More info:

Published by: kigunungmenyan on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/14/2012

pdf

text

original

 
1
Heboh Homofloresiensis (Hf)
Tepat di pertengahan bulan suci Ramadhan tahun 2004, duniadihebohkan dengan penemuan fosil manusia yang lalu dijuluki Homofloresiensis (Hf) - usianya sekitar 18,000 tahun. Penemuan inimenyempurnakan Teori Evolusinya Darwin, dan menurut evolusi masa18,000 tahun adalah benar-benar 'blink of an eye' - luar biasa pendek.Karena ukuran evolusi adalah jutaan tahun. Sebagai catatan, Darwinpernah dikecam para pemuka agama atas teorinya itu, karenabertentangan dengan dogma agama langit yang menyatakan bahwamanusia pertama di muka bumi ini adalah Adam dan Hawa (Adam & Eve).Seluruh media massa di belahan bumi pun begitu gencarmemberitakan penemuan Hf, tak terkecuali media massa di Indonesia,walau lebih banyak mengutip kantor berita asing. Sampai-sampaikoran Sinar Harapan 'salah kutip' dengan menuliskan ukurankepalanya sebesar buah anggur, padahal yang benar berukuransebesar buah jeruk (bali). Yang berukuran sebesar buah angguradalah otaknya.Banyak ahli yang berpendapat bahwa peristiwa ini adalah penemuanterbesar abad ini: 'Lebih mengejutkan daripada penemuan mahluk luarangkasa atau UFO yang susah ditangkap'. Nama Pulau Flores yangtermasuk pulau yang terpencil itu pun jadi terangkat tinggi. Ilmuarkeologi jadi naik daun. Nama Liang Bua jadi terlihat eksotis. Ceritaorang-orang lokal tentang 'Ebu Gogo'(nenek yg makan segala) nyaris jadi kenyataan. Si Ebu Gogo adalah orang-orang mini berbulu yangmirip dengan Hf -- kadang muncul di pemukiman penduduk. Merekabisa berkomunikasi antar mereka sendiri dengan 'bisik-bisik' - dan bisamenirukan kata-kata manusia (parroting) - spt burung kakatua jikadiajak ngomong (maknanya mereka tidak tahu). Mereka makan apasaja, dari ubi-ubian sampai daging segar, bahkan kadang membawalari bayi manusia. Pokoknya, gaungnya tak kalah dengan beritaKabintu (Kabinet Indonesia Bersatu) dan 'gegeran' di DPR. Sampai-
 
2
sampai ada teman di milis yang nyeletuk: "Wah, lebih enak membahasbeginian katimbang ngomongin SBY-Kalla..homo-sapiens yang belumtentu sapiens (bijak)."Buat kita, apakah penemuan fosil ini membuktikan bahwa jauhsebelum Adam dan Hawa 'dibuang' ke bumi karena 'tragedi buah apel',bumi ini telah dihuni makhluk hidup ribuan tahun sebelumnya? Kalaubegitu, apakah sebagian dari kita adalah keturunan Adam Hawa, dansebagian lagi keturunan Homo erectus, Homo sapiens dan HomoFloresiensis, andai kita percaya bahwa Adam dan Hawa pernah'dibuang' ke bumi?Untuk memperjelasnya, saya langsung mengontak seorang temansekelas waktu SMA. Dia adalah Tular Sudarmadi, dosen arkeologi UGMyang menjadi anggota tim penemu fosil tersebut. Sebagai catatan,ketua timnya,Mike J. Morwood, adalah supervisornya saat ia ambil S2di University of New England (UNE).Tentang hubungan penemuan fosil dan eksitensi Adam & Hawa, iamenjawab:"Kalau mau berdiskusi tentang manusia purba dankeberadaan Adam & Hawa harus dibahas dalam kerangka pikir yangberbeda. Arkeologi sebagai ilmu pengetahuan menyimpulkan secaraobyektif adanya manusia purba dari data yang ditemukan. Kalaumenurut definisi dalam sistimatika zoologi manusia, ciri fisik manusiayang hidup di bumi saat ini adalah Homo sapiens sapiens. Nenek moyangnya adalah Homo sapiens. Nah kalau Homo erectus dan lain-lain secara fisiologi belum seutuhnya punya ciri manusia. Jadi kalaudefinisi manusia adalah Homo sapiens sapiens, maka Adam & Hawawujudnya memang seperti manusia yang hidup saat ini."Keberadaan Adam & Hawa dalam agama bersifat dogmatis, artinyakita harus yakin bahwa mereka adalah manusia pertama. Kalau kitasangkal nanti bisa dicap bi'dah. Intinya filosofi ilmu pengetahuanberangkat dari menyangsikan, sedangkan filosofi agama berangkatdari meyakini. Jadi tidak perlu adanya pembuktian." Bagaimanamenurut Anda?
 
3
 ARTIKEL PENDUKUNG:
Currently, it is widely accepted that only one hominin genus, Homo,was present in Pleistocene Asia, represented by two species, Homoerectus and Homo sapiens. Both species are characterized by greaterbrain size, increased body height and smaller teeth relative to Pliocene Australopithecus in Africa. Here we report the discovery, from the LatePleistocene of Flores, Indonesia, of an adult hominin with stature andendocranial volume approximating 1 m and 380 cm3, respectivelyequal to the smallest-known australopithecines.The combination of primitive and derived features assigns this homininto a new species, Homo floresiensis. The most likely explanation for itsexistence on Flores is long-term isolation, with subsequent endemicdwarfing, of an ancestral H. erectus population.Importantly, H. floresiensis shows that the genus Homo ismorphologically more varied and flexible in its adaptive responses thanpreviously thought.Correspondence and requests for materials should be addressed:pbrown3@pobox.une.edu.au ---------------------------------------------------CNN: Scientists uncover possible new species of human
Scientists uncover possible new species of human Dwarf skeleton is 18,000 years old
(AP) -- In a breathtaking discovery, scientists working on a remoteIndonesian island say they have uncovered the bones of a humandwarf species marooned for eons while modern man rapidly colonizedthe rest of the planet.One tiny specimen, an adult female measuring about 3 feet tall,isdescribed as "the most extreme" figure to be included in the extendedhuman family. Certainly, she is the shortest.This hobbit-sized creature appears to have lived as recently as 18,000years ago on the island of Flores, a kind of tropical Lost Worldpopulated by giant lizards and miniature elephants.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->