Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis

Ratings: (0)|Views: 167 |Likes:
Published by adeiraputra

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: adeiraputra on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2012

pdf

text

original

 
MODUL 3. ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS.Tujuan pembelajaran : 1. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis masa-. lah etika.2. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis tanggung jawab social bisnis.Materi yang dibahas :1.
 
Pengertian etika bisnis.2.
 
Prinsip-prinsip etika dan Perilaku bisnis.3.
 
Cara-cara mempertahankan standar etika.4.
 
Aspek perubahan social yang perlu dicermati5.
 
Pengaruh kegiatan bisnis dengan perubahan social6.
 
Tanggung jawab perusahaan.Materi 3.1. PENGERTIAN ETIKA BISNIS.Business Ethics (Etika bisnis), merupakan sesuatu yang semakin lama semakin pentingperanannya di dalam masyarakat kita, hal ini akibat semakin cepat dan meratanya prosesmodernisasi.Salah satu cirri khas dari masyarakat modern adalah bahwa masyarakat modernitu pada dasarnya selalu merupakan masyarakat pebisnis, yaitu masyarakat dimana hubunganantara orang-orang selaku warga masyarakat cenderung akan selalu mendasarkannya padaperhitungan (kalkulasi) yang saling menguntungkan, yang dalam hal ini tergantung padapendirian atau falsafah hidup masing2 berkenaan dengan aspek ekonomis, psikologis,statussocial, politik maupun keagamaan.Oleh karena itu masyarakat modern merupakan ajang pergaulan hidup demokratis, artinya :bahwa orang2 yang berbeda agama , filsafat hidup,pendapat politik, ras ,suku, tingkatpendidikan dll, bergaul dan berhubungan satu sama lain berdasarkan prinsip dan dalamsuasana yang saling menghormati satu sama lain.Etika bisnis adalah etika yang berkaitan dengan tata pergaulan didalam kegiatan2bisnis, sedangkan bisnis adalah merupakan kegiatan2 teratur yang melayani suatu kebutuhanyang bersifat umum (non personal) dengan maksud memperoleh pendapatan (income). Bila
didalam pendapatan tsb. dikalkulasikan laba,maka bisnis tsb. bersifat “bisnis komersial”,
adapun bisnis yang tidak mengejar laba misalnya apa yang dilakukan oleh badan pemerintah,
dinas kebersihan , rumah sakit umum dll, (yang juga disebut “non profit business”.
 
 
ETIKA ADALAH ILMU ATAU PENGETAHUAN TENTANG APA YANG BAIKDAN APA YANG TIDAK BAIK UNTUK DIJUNJUNG TINGGI ATAUDIPERBUAT (Ethics is the science of good and bad).Etika adalah jawaban terhadap pertanyaan seorang manusia modern atau suatu organisasimodern, atau suatu masyarakat modern yang selalu mempunyai etos (ethos), yaitu suatukode hidup atau tekad (Code or sense of Commitment) untuk selalu menjunjung tinggi danberbuat yang paling baik.Pengertian yang baik menurut etika , terutama mencakup :1.
 
Honesty (Kejujuran) : mengatakan/berbuat yang benar,menjunjung tinggi kebenaran.2.
 
Reliability (Ketetapan) : janjinya selalu tepat; tepat menurut isi janji (ikrar),waktu,temapt dan syarat.3.
 
Loyality (loyalitas) :setia pada janjinya sendiri, setia pada organisasinya/termasuk pimpinannya,rekan2, bawahan,relasi ,klien,anggaran dasar dan anggaran rumahtangganya.4.
 
Disiplin : tanpa disuruh atau dipaksa oleh siapapun taat pada system, peraturan,prosedur dan teknologi yang telah ditetapkan.Setiap lingkungan (circle), tiap perhimpunan (assotiation), tiap organisasi dan tiap badanmodern mempunyai etika sendiri yang dijabarkan dari filsafat usaha masing2 dandisebarluaskan serta ditanam melalui berbagai program pendidikan. Dalam implementasinyaetika tsb dilakukan melalui Prasetya ikrar,atau Kode etik atau Dewan kehormatan untuk melakukan evaluasi dan penindakan terhadap anggota,baik level pimpinan maupun nonpimpinan.Salah satu konsekwensi dari proses modernisasi adalah munculnya kebutuhan akanetika termasuk didalamnya adalah etika bisnis. Menurut Zimmerer ETIKA BISNISADALAH SUATU KODE ETIK PERILAKU PENGUSAHA BERDASARKAN NILAI2MORAL DAN NORMA YANG DIJADIKAN TUNTUNAN DALAM MEMBUATKEPUTUSAN DAN DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN2 YANG DIHADAPI.Sedangkan menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M Griffin : ETIKA BISNIS ADALAHSUATU ISTILAH YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKKANPERILAKU ETIKA DARI SEORANG MANAJER ATAU KARYAWAN SUATUORGANISASI.Secara umum moral dianggap berhubungan erat dengan bangsa, ras, agama ataupun
kepercayaan, oleh karena itu moral diganti dengan etika yang “colourless, tasteless “ (tida
 
berwarna politik, tidak berselera budaya, dan tidak berbau idiologi. Sedangkan tata karmadan tata kesopanan diganti dengan etiket (Etiquette) dan tata kesopanan (courtesy).Pada umumnya di negara2 barat, etikanya masih berkaitan dengan moralitas Kristen, namundi Perancis yang dihuni oleh jutaan warga yang non Kristen, etikanya diberi sifat Deontologieyang benar2 bersih dari warna politik, selera budaya dan bau teknologi ataupun kepercayaan.Di Jepang, mereka mengacu pada apa yang dikehendaki oleh pihak2 yang bersangkutan, yangmengadakan perjanjian, hubungan dagang dan sebagainya. Apa yang disepakati ,secarakeseluruhan dituangkan dalam suatu kontrak yang mendetail,baik secara kwlitatif maupunkwantitatif. Yang melanggar diklaim, didenda atau dihukum. Jika mau ada perubahan, harusdinegoisasikan ulang secara mendetail dan tuntas, sehingga ada kejelasan dan ketegasan daripihak2 yang bersangkutan.Dugaan atau prasangka tidak mempunyai tempat dan tidak dilayani, karena dianggap dapat menimbulkan konflik yang tidak berkesudahan.Dengan
demikian kelihatannya Jepang tidak mempunyai “business ethics” seperti yang dimaksud
orang barat .Di Jepang, segala sesuatu yang berkaitan dengan hokum,etika,moral, nilai2,kriteria2, norma2,aspirasi, keinginan dll. Kesemuanya harus dituangkan dalam suatudokumen tertulis yang harus ditaati secara tertib dan teliti oleh para pihak. Dengan kata lain
etika bisnisnya bersifat “case by case” (kasus per kasus).
 Sementara itu untuk Indonesia ,secara mendasar kita mengenal falsfah Panca Sila, olehkarena itu etika bisnis di Indonesia seyogyanya mengarah dan dijiwai oleh nilai2 Pancasila .Kegiatan bisnis tidak bias lepas dari aspek perubahan, oleh karena itu perubahanlingkungan bisnis dari berbagai aspek harus diperhatikan dan terus dicermati oleh pemimpinperusahaan ataupun oleh para wirausahawan, hal ini mengingat bahwa perubahan tsb,dapatmerupakan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis.Perubahan lingkungan bisnis akan dapat mempengaruhi keseluruhan organisasi perusahaan,
yang antara lain meliputi “Six S” berikut :
 1.Strategi2.Struktur3.Sistem4. Staf 5. Skill6. GayaYang secara keseluruhan (6 S) harus saling berinteraksi secara harmonis dan bersinergi, yangpada gilirannya akan menghasilkan kemampuan kompetitif.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->