Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tentang Telaahan Staf

Tentang Telaahan Staf

Ratings: (0)|Views: 1,288|Likes:
Published by Naz Irin

More info:

Published by: Naz Irin on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/24/2014

pdf

text

original

 
Minggu, 26 Februari 2012TELAAHAN STAF
Blogger yth : Berikut ini saya sertakan sebuah contoh singkat Telaahan Staf tentang perlunyadibuatkan aturan oleh Pimpinan daerah tentang Kebijakan mutasi Tenaga kesehatan Strategis.harapan saya, dapat memberikan manfaat, wacana, masukan ataupun konsep inovatif bila parablogger juga mengalami permasalahan yang sama. GBU
TELAAHAN STAF
 KEPADA : BUPATIDARI : KEPALA DINAS KESEHATAN .TANGGAL : 16 FEBRUARI 2012NOMOR : ...............................................SIFAT : RAHASIA LAMPIRAN : -PERIHAL : KEBIJAKAN MUTASI TENAGA KESEHATAN STRATEGIS DI DINASKESEHATAN, PUSKESMAS DAN JEJARINGNYA.
I S I
 
I. PENDAHULUAN.
 Salah satu permasalahan utama pengelolaan tenaga kesehatan di kabupaten Minahasa Utara adalahbelum meratanya distribusi tenaga kesehatan strategis di puskesmas dan jejaringnya, khususnya didaerah sulit dan terpencil. Disaat yang sama, beban kerja dan profesionalisme segenap jajaran DinasKesehatan hingga ke puskesmas dan jejaringnya dituntut untuk ditingkatkan, seiring mempercepatpencapaian tujuan MDGs.Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan distribusi tenaga kesehatan yang setara artinya sesuaidengan kebutuhan program, dengan kinerja tenaga kesehatan yang tinggi (responsive, competent,dan retensif) dan mempunyai keinginan untuk melayani di daerah termasuk daerah sulit.Hal ini tentu butuh dorongan, pembinaan, dan komitmen berkelanjutan serta jenjang karier danpenghargaan yang pantas atas kinerja tenaga kesehatan di lapangan. Dinas kesehatan sebagaiPembina tenaga kesehatan di puskesmas dan jejaringnya, berupaya melaksanakan tugas dan fungsimulia tersebut, namun akibat adanya ambivalensi kebijakan mutasi dan distribusi tenaga kesehatanyang tidak utuh dari SKPD lain, menjadi tantangan bagi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten MinahasaUtara.Berikut ini akan dilakukan telaahan staf tentang perlunya dibuatkan Edaran Bupati Minahasa Utaratentang Kebijakan Mutasi Tenaga Kesehatan Strategis di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara.
II. PERMASALAHAN.
  A. Distribusi tenaga kesehatan strategis belum merata di semua unit pelayanan/ puskesmas,terutama di daerah terpencil dan sulit.B. Kebijakan Mutasi tenaga kesehatan strategis masih dipandang sebagai domain SKPD lain,padahal Mutasi tenaga kesehatan strategis seyogianya sebagai bagian kewenangan DinasKesehatan, sebagai SKPD induk Pembina tenaga kesehatan di Puskesmas dan jejaringnya.
 
C. Tingginya mutasi tenaga kesehatan strategis, yang tidak memperhatikan aspek kebutuhanprogram kesehatan oleh SKPD lain.
III. DATA DAN FAKTA.
 a.
Dinas Kesehatan sebagai “Leading Sector” bidang Kesehatan di Kabupaten Minahasa Utara,
bertanggung jawab membina, mengawasi, membimbing serta mengkoordinasikan segenappotensi Sumber daya manusia kesehatan, termasuk tenaga kesehatan strategis, seyogianyadiberikan kewenangan penuh dalam melaksanakan tugas sebagai Pembina tenaga kesehatantersebut, termasuk dalam hal mutasi dan distribusi tenaga kesehatan di puskesmas dan jejaringnya.b. Sesuai Peraturan Pemerintah no 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah danPeraturan Daerah Kabupaten Minahasa Utara No 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan TataKerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Utara, menetapkan bahwa Puskesmas dan jejaringnyaadalah Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan, yang bertugas melaksanakan fungsi pelayananbagi masyarakat. Ini artinya bahwa SKPD induk Pembina kepegawaian tenaga kesehatan diPuskesmas dan jejaringnya adalah Dinas kesehatan. Dengan demikian, Dinas Kesehatanberkewajiban mengetahui, memahami, membina dan menelaah setiap kebutuhan distribusi danmutasi Sumber Daya Manusia kesehatan di jajarannya termasuk puskesmas dan jejaringnya.Intinya, bahwa mutasi tenaga kesehatan strategis di lingkungan Dinas Kesehatan termasuk puskesmas dan jejaringnya, sudah seyogianya menjadi kewenangan Kepala Dinas Kesehatan.c. Tenaga kesehatan strategis yang bertugas di garda terdepan pelayanan kesehatan, baik diPuskesmas, Puskesmas pembantu, maupun poskesdes, masing-masing mempunyai kompetensidan kemampuan pemahamam program kesehatan yang berbeda dan sifatnya individual danspesifik. Demikian pula, setiap tenaga kesehatan yang telah disertakan dalam programpelatihan teknis khusus program kesehatan, seperti Pelatihan SIK (sistem Informasi Kesehatan),Kusta, TBC, Laboratorium, Surveilance, Gizi, persalinan dll) telah mempunyai jenjang karier,kompetensi dan komitmen (tidak akan pindah sebagai pemegang program tersebut) tertentudengan program tersebut. Ini artinya, bahwa tenaga kesehatan strategis tersebut dengan latarbelakang pendidikan yang sama, akan mempunyai kompetensi dan pemahamam serta tanggung jawab program yang berbeda. Inilah sebabnya, mengapa mutasi tenaga kesehatan oleh SKPDlain yang tidak memahami kondisi kompetensi, komitmen dan spesifik program setiap tenagakesehatan dapat menyebabkan lumpuh dan terbelengkalainya program dan pelayanan kesehatandi puskesmas. Lihat saja, kondisi saat ini, terdapat pergerakan mutasi yang perlahan tapi pastidari tenaga kesehatan di daerah sulit/ terpencil untuk bertugas dan menumpuk di daerah kota.Sebagian besar dilakukan tanpa kajian dan persetujuan dinas kesehatan sebagai SKPD induk Pembina tenaga kesehatan apalagi oleh kepala puskesmas.d. Situasi diatas juga memberikan dampak tidak langsung atas kepatuhan tenaga kesehatanterhadap kepala puskesmas dan menurunkan wibawa Dinas Kesehatan. Mengapa tidak. Lihatsaja, ada Seorang tenaga kesehatan yang tidak melaksanakan tugas di puskesmas, seharusnyadibina dan diberikan sanksi disiplin tetapi kemudian atasan dan dinas kesehatan sebagai SKPDinduk Pembina tenaga kesehatan hanya menerima informasi bahwa tenaga kesehatan tersebuttelah ada instruksi pindah dari SKPD lain dan mutasi ke tempat tugas yang lebih mudah, dekatdan sesuai keinginanya. Pada kasus lainya, terjadi mutasi tenaga kesehatan ke tempat yangtidak membutuhkan tenaga kesehatan tersebut, hal ini kemudian menimbulkan keresahan dankegelisahan serta penumpukan pegawai dan pengangguran intelek di Puskesmas tertentu. Diatassegalanya, kami melihat Keadaan diatas telah memberikan contoh, pembelajaran sertapengikisan tersetruktur terhadap wibawa kepala puskesmas sebagai atasan langsung tenagakesehatan di puskesmas, termasuk Dinas Kesehatan. Ini juga adalah wajah, tidak berdayanyaDinas Kesehatan sebagai SKPD induk Pembina tenaga kesehatan di Kabupaten Minahasa Utara,untuk mengendalikan, membina., mengawasi dan mendisiplinkan bahkan membela wibawa dankebenaran tenaga kesehatan di jajarannya, bila kewenangan mutasi/ distribusi yangsesungguhnya merupakan bagian dari pembinaan jajarannya dianggap bukan miliknya.
 
e. Catatan dan penilaian, pembinaan, kompetensi dan pemahaman program setiap tenagakesehatan hanya diketahui oleh Dinas Kesehatan sebagai SKPD induk Pembina tenaga kesehatantersebut. Oleh sebab itu, mutasi tenaga kesehatan yang sering dilakukan oleh SKPD lainnya
dengan alasan Kebutuhan mendesak tetapi tanpa koordinasi dan kajian Dinas Kesehatan 
,sungguh telah memorak maritkan program kesehatan dan pelayanan kesehatan di KabupatenMinahasa Utara yang telah terbangun selama ini. Data yang ada pada Dinas KesehatanKabupaten Minahasa Utara, menunjukkan bahwa selang Tahun 2011 ada 19 Kasus mutasitenaga kesehatan strategis oleh SKPD lain tanpa persetujuan dan kajian Dinas Kesehatan danhingga 16 Februari 2012 ini saja, telah ada 5 kasus mutasi tenaga kesehatan strategis tanpakajian Dinas Kesehatan. Situasi diatas hanya dapat diatasi bila terdapat pemahaman yang samadan kerelaan untuk mengembalikan serta mengakui bahwa adalah lebih bijak dan jauh lebihbaik, bila mutasi/ distribusi tenaga kesehatan strategis melalui kajian kebutuhan dan dilakukanoleh instansi induk Pembina kesehatan di wilayahnya, yaitu Dinas Kesehatan.
IV. KESIMPULAN.
a. Pembinaan dan Distribusi Tenaga Kesehatan Strategis di Lingkungan Dinas Kesehatan dan jejaringnya, seyogianya menjadi tanggung jawab penuh Kepala Dinas Kesehatan, sebagai SKPDinduk Pembina Tugas pokok dan fungsi kebijakan kesehatan di Kabupaten Minahasa Utara.b. Mutasi/ Distribusi Tenaga Kesehatan strategis di Lingkungan Dinas Kesehatan KabupatenMinahasa Utara dan jejaringnya perlu diatur lanjut dengan Surat Edaran Bupati Minahasa Utara,tentang Kebijakan Mutasi Tenaga Kesehatan Strategis di Lingkungan Dinas Kesehatan KabupatenMInahasa Utara dan jejaringnya.
 V. SARAN DAN TINDAK.
 
Disarankan Kepada Bupati
: Bila Bapak Bupati berkenan dapat menerbitkan Surat Edaran BupatiMinahasa utara tentang Kebijakan Mutasi Tenaga Kesehatan Strategis di Lingkungan Dinas KesehatanKabupaten Minahasa Utara dan jejaringnya, dimana didalam Surat Edaran tersebut memuat hal-halsebagai beikut :1. Mutasi tenaga kesehatan strategis di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utaradan jejaringnya, dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara dengantembusan disampaikan kepada Bupati Minahasa Utara melalui BKDD Kabupaten Minahasa Utara.2. Proses Mutasi tenaga kesehatan strategis di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten MinahasaUtara dan jejaringnya, dilakukan secara berjenjang, dimulai dari usulan/ persetujuan dari KepalaPuskesmas kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara.3. Kepala Dinas Kesehatan melakukan kajian menyeluruh akan kebutuhan proses mutasi tersebut.Selanjutnya persetujuan mutasi dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten MinahasaUtara dengan menerbitkan Surat Perintah Penugasan, dengan tembusan kepada BupatiMinahasa Utara, melalui kepala BKDD Kabupaten Minahasa Utara.4. Mutasi tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara dan jejaringnya, yang tidak mengikuti proses yang diatur dalam Surat Edaran Bupati Minahasa Utaratersebut, dapat ditinjau kembali sesuai kebutuhan program dan pemenuhan tenaga kesehatanstrategis di sarana kesehatan. Airmadidi, 16 Februari 2015KEPALA DINAS KESEHATAN

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Edin Soro liked this
Anek Andy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->