Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Eksistensi Martabat Manusia

Eksistensi Martabat Manusia

Ratings: (0)|Views: 584 |Likes:
Published by adeiraputra

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: adeiraputra on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

 
MODUL IMANUSIA dan AGAMAArtinya:“
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat ”Sesunggunya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di mukabumi” Mereka berkata : Mengapa Engkau hendak menjadikankhalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakankepadanya dan menumpahkan darah, padahal kami selalbertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau? “Tuhanberfirman sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamketahui”.
1
 
QS al-Baqarah(2): 30A.MANUSIA DAN ALAM SEMESTA
Sebelum Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama, alamsemesta telah diciptakan-Nya dengan tatanan kerja yang teratur, rapi dan serasi.Keteraturan, kerapian dan keserasian alam semesta dapat dilihat padakenyataan. Berupa keteraturan, kerapian dan keserasian dalam hubunganalamiah antara bagian-bagian didalamnya dengan pola saling melengkapi danmendukung. Misalnya, apa yang diberikan matahari untuk kehidupan alamsemesta. Selain berfungsi sebagai penerang diwaktu siang, matahari jugaberfungsi sebagai salah satu sumber energi bagi kehidupan. Dari pancarangerak edarnya yang bekerja menurut ketentuan Allah, manusia dapat menikmatipertukaran musim, perbedaan suhu antara wilayah dengan wilayah yang lain.
DISUSUN OLEH ; DRA. EVA MAULINA, MM
 
Semua keteraturan dan ketentuan yang disebabkan sistem kerja matahari itu,pada perkembangannya kemudian memebentuk sistem keteraturan danketentuan lain yang telah ditetapkan oleh Allah. Misalnya iklim suatu daerah yangberpengaruh pada keanekaan potensi alam, jenis flora dan fauna yang tumbuhdan ada di daerah itu.Keserasian, kerapian dan keteraturan yang kita yakini sebagaisunnatullah yakni ketentuan dan hukum yang ditetapkan Allah. Melaluisunnatullah inilah, bumi dan alam semesta dapat bekerja secara sistematik(menurut suatu cara yang teratur rapi) dan berkesinambungan, tidak berubah-ubah, tetap saling melengkapi. Misalnya, bagaimana matahari bekerja menurutketentuan Allah. Sejak diciptakan sampai akhir zaman, insya Allah, mataharitetap berada pada titik pusat tata surya yang berputar mengelilingi sumbunya.Dalam proses itu, menurut penelitian para ahli, gerak matahari selalu ketiggalan3 menit 56 detik dari bintang-bintang yang ada di tata surya. Karenaketerlambatan itu, dalam 365 hari (jumlah hari dalam satu tahun) matahari sudahmelintasi sebuah ligkaran besar penuh di langit.
2
Setiap waktu, secara teratur dan tetap matahari menyiramkan energikepada alam semesta, tanpa bergeser dari posisi yang ditetapkan Allah baginya.Bumi, sebagai bagian alam semesta, menyerap sinar matahari yang turun secaratetap, tidak berubah-ubah.Dalam lingkup yang lain, bisa pula dilihat bagaimana sunnatullah(ketetapan atau ketentuan-ketentuan Allah) berlaku pada benda atau makhluklain yang sepintas lalu, dianggap tidak berguna, namun ternyata bermanfaatmempengaruhi benda atau makhluk lain. Lihatlah, bagaimana tumbuh-tumbuhanyang membusuk atau kotoran hewan yang memiliki sunnatullah pada dirinyasebagai pupuk untuk menumbuh suburkan tanaman.Demikianlah kekuasaan dan kebesaran Allah dalam ciptaan-Nya yangmenyebabkan masing-masing bagian alam ini berada dalam ketentuan yangteratur rapi, hidup dalam suatu sistem hubungan sebab akibat sampai sampai kebenda yang sekecil.apapun, ketentuan Allah ada dan berlaku, baik secaramikrokosmos (berlaku terbatas pada zat benda kecil itu) maupun makrokosmos(sistem yang menyeluruh)Sunnatullah atau hukum Allah yang menyebabkan alam semesta selaras,serasi dan seimbang dipatuhi sepenuhnya oleh partikel atau zarrah yang menjadiunsur alam semesta ini. Ada tiga sifat utama sunnatullah yang disinggung dalam Al-Qur’an yang dapat ditemukan oleh ahli ilmu pengetahuan dalam penelitian.
2
 
Ketiga sifat itu adalah : 1) Pasti, 2) Tetap, dan 3) Objektif 
3
Sifat sunnatullah pertama
adalah ketetapan, ketentuan, atau kepastian,sebagaimana diutarakan dalam Al-Qur’an berikut ini :Q.S, Al-Furqon (25): 2, yang artinya :
“Dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkanukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” 
4
Q.S At-Thalaq (65) : 3 yang artinya :
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan (kepastian) bagi tiap sesuatu” 
 Sifat sunnatullah yang pasti, tentu akan menjamin dan memberikemudahan kepada manusia membuat rencana. Seseorang yang memanfaatkansunnatullah dalam merencanakan satu pekerjaan yang besar, tidak perlu raguakan ketetapan perhitungannya dan setiap orang yang mengikuti dengan cermatketentuan-ketentuan yang sudah pasti itu bisa melihat hasil pekerjaan yangdilakukannya. Karena itu pula, keberhasilan suatu pekerjaan (usaha atau amal)dapat diperkirakan lebih dahulu. Jika dalam pelaksanaannya suatu rencana ataupekerjaan orang itu kurang atau tidak berhasil, dapat dipastikan perhitungannyayang salah bukan kepastian atau ketentuan yang terdapat dalam sunnatullah.Manusia yang salah membuat suatu perhitungan atau perencanaan denganmudah dapat menelusuri kesalahan perhitungan dalam perencanaannya.
Sifat sunnatullah kedua yaitu tetap, tidak berubah-ubah.
Sifat ini diungkapkan dalam Al-Quran sebagai berikut :Q.S Al-Isro (17): 77, yang artinya :
“Dan tidak akan kamu dapati perubahan bagi ketetapan Kami itu”.
Sifat itu selalu terbukti dalam praktek, sehingga seseorang perencanadapat menghindari kerugian yang mungkin terjadi kalau rencana dilaksanankan.Dengan sifat sunnatullah yang tidak berubah-ubah itu seorang ilmuan dapatmemperkirakan gejala alam yang terjadi dan memanfaatkan gejala alam itu.Karena itu seorang ilmuan dengan mudah memahami gejala alam yang satudikaitkan dengan gejala alam yang lain yang senantiasa mempunyai hubunganyang konsisten.
Sifat sunnatullah yang ketiga
 
adalah
obyektif.
Sifat ini tergambar padafirman Allah sebagai berikut :Q.S. Al-Anbiya (21): 105, yang artinya :
bahwasanya dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh” 
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Fara Afrilia liked this
Matius Nata liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->