Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gangguan Mood

Gangguan Mood

Ratings: (0)|Views: 235 |Likes:
Published by Nita Andriyani

More info:

Published by: Nita Andriyani on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
MOOD DISORDER atau GANGGUAN MOOD
Gangguan mood adalah suatu kelompok kondisi klinis yang ditandaioleh hilangnya perasaan kendali dan pengalaman subjektif adanyapenderitaan berat. Pasien dengan mood yang meninggi (
elevated
), yaitumania menunjukkan sikap meluap-luap, gagasan yang meloncat-loncat(
flight of ideas
), penurunan kebutuhan tidur, peninggian harga diri, dangagasan kebesaran. Pasien dengan mood terdepresi, yaitu-depresimerasakan hilangnya energi-energi dan minat, perasaan bersalah,kesulitan berkonsentrasi, hilangnya nafsu makan, dan pikiran tentangkematian atau bunuh diri. Tanda dan gejala lain dari gangguan moodadalah perubahan tingkat aktivitas, kemampuan kognitif, pembicaraan,dan fungsi vegetative (seperti tidur, nafsu makan, aktivitas seksual, danirama biologis lainnya). Perubahan tersebut hampir selalu menyebabkangangguan fungsi interpersonal, sosial, dan pekerjaan.Mood mungkin normal, meninggi, atau terdepresi. Orang normalmengalami berbagai macam mood dan memiliki ekspresi afektif yangsama luasnya; mereka merasa mengendalikan, kurang lebih, mood danafeknya.
Etiologi
I.Biological factorsi.Biogenic aminea)Norepinephrineb)Serotoninc)DopamineAktivitas dopamine dapat menurunkan depresi danmeningkatkan mania.ii.Faktor neurochemical lainnya: GABA dan neuroactivepeptideiii.Neuroendocrine regulation: Adrenal axis, thyroid axis,GHHypothalamus merupakan pusat dari pengaturanneuroendocrine axes dan ia menerima input denganmenggunakan biogenic amine neurotransmitter.Fungsi abnormal biogenic amine-containing neuronsmenyebabkan regulasi abnormal axis neuroendocrine.Various neuroendocrine dysregulations terjadi pada pasiendengan mood disorders.iv.Neuroanatomical considerations
 
Mood disorders melibatkan adanya patologi pada basal gangliadan limbic systems. Pasien dengan neurological disorder padabasal ganglia dan limbic system menunjukan gejala depresi.v.Abnormalitas dalam tidurvi.Circadian Rhythmsvii.Kindlingviii.Regulasi neuroimmuneix.Brain ImagingII.Genetic Factori.Family Studies Jika salah satu orang tua memiliki Bipolar I disorder anaknya
 berpeluang 25% memiliki mood disorders. Jika kedua orang tua memiliki Bipolar I disorder anaknya
 berpeluang 50%-75% memiliki mood disordersii.Adoption Studiesiii.Twin Studies
iv.
Linkage studies.III.Psychosocial Factors
i.
Kejadian dalam hidup dan stress lingkunganStress merupakan awal dari mood disorders.Stress
Perubahan brain’s biology dalam waktu yang lama
Merubah keadaan fungsional various neurotransmitter &intraneuronal signal systems
Seseorang memiliki faktor resiko tinggi mengalami mooddisordersLife events berperan utama dalam depresi dan kebanyakanberhubungan dengan
perkembangan depresi
, contohnyakehilangan orang tua pada umur 11 tahun.
 
Environmental Stress kebanyakan berhubungan dengan
onsetepisode depresi
, seperti kehilangan suami atau istri.Faktor resiko lain adalah pengangguran beresiko 3 kalimengalami depresi daripada mereka yang mempunyaipekerjaan.ii.Personality factorsOrang dengan personality disorder seperti :
-
Obsessive-compulsive : Ditandai dengan kompulsiuntuk melakukan tingkah laku tertentu secara berulang-ulang atau menjalankan ritual tertentu.
-
Histrionic : Prilaku yang dramatis, mencari perhatiandan sangat gembira.
-
BorderlineMemiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami depresi daripadaorang dengan antisocial atau paranoid personality disorders.iii.Psychodinamic factors in depression Teori Karl terhadap depresi :
-
Gangguan hubungan ibu-bayi pada oral-phase (10-18bulan pertama)
-
Adanya kehilangan objek, baik yang nyata ataupunkhayalan
-
Defence mechanism yang dilakukan karena hilangnyaobjek
-
Menyalahkan diri sendiri atas hilangnya objekiv.Psychodinamic factors in manicManic episodes merupakan pertahanan melawan depresi.Karl Abraham percaya bahwa manic episodes merefleksikanketidakmampuan untuk mentoleransikan developmentaltragedy, seperti kehilangan orang tua.Klein juga melihat bahwa mania sebagai reaksi pertahanan(defensive reaction) terhadap depresi, dengan menggunakanmanic defenses seperti omnipotence, dimana seseorangmengembangkan delusion kemegahan atau kebesaran.
Klasifikasi
Pada DSM-IV, gangguan mood diklasifikasikan sebagai berikut:

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Intan Rahmayani liked this
Teus Fatamorgana liked this
Rinoise Surya liked this
Intan Wirdayani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->