Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Pengembangan Pertanian

Model Pengembangan Pertanian

Ratings: (0)|Views: 160 |Likes:
Published by Reny Sukmawani

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Reny Sukmawani on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
Model Pengembangan PertanianKecamatan Surade Kabupaten Sukabumi
MODEL PENGEMBANGAN PERTANIANKECAMATAN SURADE KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT
Oleh:Reny Sukmawani, S.P., M.P(Dosen Program Studi AgribisnisFaperta – Universitas Muhammadiyah Sukabumi)
ABSTRAK 
Menurut Soewardi (2004), Indonesia sudah mencanangkan bahwahaluan pembangunannya adalah menuju tercapainya “industri yang maju,yang ditopang oleh pertanian yang tangguh. Jelas untuk sampai tujuantersebut, industri dan pertanian harus maju dengan seimbang. Namunsayang sekali dalam pelaksanaannya, titik berat telah bergeser keindustrialisasi dengan dampak-dampak negatif sebagaimana kita rasakansekarang. Untuk lebih meningkatkan daya saing produk pertanian kitadiperlukan upaya yang nyata melalui pengembangan pertanian berbasispotensi wilayah.Penelitian yang dilakukan di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumiini bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan peran kawasan pertanian yangmemiliki nilai potensial dan menjadi penggerak bagi pengembangankawasan, mengidentifikasi berbagai potensi, peluang dan masalah dalampengembangan kawasan pertanian dan menyusun rencana strategispengembangan model usaha tani dalam konsteks pembangunan sektoragribisnis sesuai dengan ciri potensi kawasan. Metode yang digunakanadalah dengan survey langsung ke wilayah sasaran untuk memperoleh dataprimer sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi/dinas terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surade Kabupaten Sukabumimemiliki potensi untuk pengembangan pertanian dalam rangkameningkatkan pembangunan pertanian yang berimplikasi pada tingkatkesejahteraan masyarakat. Namun semua itu akan terwujud manakalamodel pengembangan pembangunan pertanian yang dilaksanakanmengacu pada potensi yang dimilikinya. Potensi itu khususnya akan baikbila fokus mengembangkan usaha tani tanaman pangan dan perkebunan.Dengan demikian model pengembangan pertanian di Kecamatan Suradekabupaten Sukabumi harus berbasis pada potensi wilayahnya.
I.
PENDAHULUANI.1.Latar Belakang
Ketersediaan produk pertanian sebagai kebutuhan dasar manusiamerupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dan masyarakat.Oleh sebab itu, untuk menjamin ketersediaan produk pertanian, perludilakukan upaya yang optimal dengan memanfaatkan sumberdaya yangada. Upaya yang dilakukan harus benar-benar efektif dengan mengerahkan
I - 1
 
Model Pengembangan PertanianKecamatan Surade Kabupaten Sukabumi
potensi wilayah dan memperhitungkan tingkat kesesuaian lahan. Hal inipenting dilakukan karena setiap wilayah khususnya di Negara Indonesia ini,memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga produk yang dihasilkanakan benar-benar memperhatikan kearifan lokal daerah. Disisi lain, untukmenjamin ketersediaan produk pertanian ini, bukan hanya terfokus padalahan dan kesesuaian lahan saja, melainkan juga diperlukan faktorpendukung lainnya yang menjamin produk ini sampai pada tingkatkonsumen. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah adanya teknologi,tersedianya pasar, kemudahan dalam permodalan, dan insfrastruktur yangmemadai. Menurut Mosher (1965), terdapat lima macam fasilitas dan jasayang harus tersedia bagi para petani jika pertanian hendak dimajukan.Masing-masing daripadanya merupakan syarat mutlak (esensial). Sehinggatanpa salah satu dari syarat tersebut maka tidak aka nada pembangunanpertanian. Kelima syarat tersebut adalah: (1) pasar untuk hasil-hasilusahatani; (2) teknologi yang selalu berubah; (3) tersedianya bahan-bahanproduksi dan peralatan secara lokal; (4) perangsang produksi bagi parapetani; dan (5) pengangkutan.Menurut Soewardi (2004), Indonesia sudah mencanangkan bahwahaluan pembangunannya adalah menuju tercapainya “industri yang maju,yang ditopang oleh pertanian yang tangguh”. Jelas untuk sampai tujuantersebut, industri dan pertanian harus maju dengan seimbang. Namunsayang sekali dalam pelaksanaannya, titik berat telah bergeser keindustrialisasi dengan dampak-dampak negatif sebagaimana kita rasakansekarang. Mandeknya sektor pertanian ini berakar pada terlalu berpihaknyapemerintah terhadap sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an.Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri, yangkemudian diterjemahkan kedalam berbagai kebijakan proteksi yangsistematis, di mana secara sadar atau tidak proteksi ini telah merapuhkanbasis pertanian pada tingkat petani (Nugraha, dkk. 2009). MenurutSoewardi (2004), obatnya tak lain adalah menjadikan pertanian sebagai titiksentral kembali dalam pembangunan. Dengan cara ini, akan tercapailahtugas-tugas pembangunan sektor pertanian yang diarahkan dalam rangkamencapai kembali swasembada pangan, daya saing komoditi pertanian,pengentasan kemiskinan, dan memantapkan sistem pendukung. Saragih(2001), mengungkapkan dalam buku kumpulan pemikirannya bahwapertanian merupakan sektor yang sangat pentng dalam perekonomiannasional. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi nasional abad 21 masihakan tetap berasis pertanian secara luas. Namun sejalan dengan tahapan-tahapan perkembangan ekonomi maka kegiatan jasa-jasa dan bisnis yangberbasis pertanian juga meningkat, yaitu kegiatan agribisnis (termasukagroindustri. Melalui agribisnis diharapkan tingkat kemiskinan pendudukakan semakin menurun, kegiatan agroindustri, perdagangan dan jasa akansemakin maju dan berkembang. Namun untuk mendorong agribisnis perlusarana dan prasarana yang memadai seperti transportasi, telekomunikasi,penelitian dan sumberdaya manusia yang mendukung. Salah satu upayayang harus dilakukan untuk mewujudkannya adalah denganmengoptimalkan potensi sumberdaya pertanian di tingkat daerah dan untuk
I - 2
 
Model Pengembangan PertanianKecamatan Surade Kabupaten Sukabumi
mengetahuinya maka perlu dilakukan identifikasi potensi di setiap wilayah /daerah.Pengembangan Pertanian di Kabupaten Sukabumi harusdikembangkan semaksimal mungkin, sehingga mampu memberikankontribusi baik secara ekonomi regional maupun terhadap penguatanekonomi masyarakat menjadi lebih optimal. Untuk itu diperlukan suatulangkah strategis bagi pengembangan sektor pertanian di KabupatenSukabumi. Penetapan potensi pengembangan kawasan agribisnis di WilayahKabupaten Sukabumi dapat digunakan sebagai salah satu upayaperencanaan pembangunan pertanian secara spesifik lokasi.Pada penelitian ini lokasi yang dipilih adalah Kecamatan SuradeKabupaten Sukabumi. Kecamatan Surade terletak dibagian SelatanKabupaten Sukabumi dengan jarak dari ibu kota Kabupaten ± 74 km.Kecamatan Surade terdiri dari 11 desa dengan luas seluruhnya seluas11.784,34 Ha yang meliputi lahan sawah seluas 4.373,9 Ha dan lahan daratseluas 7.337,45 Ha dan lahan pantai 73 Ha. Keadaan tofografi datar 60%,bergelombang 30% dan berbukit 10%. Jenis tanah podsolik merah kuning(PMK) dengan derajat keasaman tanah (PH) 4,2 – 6,8. Berdasarkankarakteristik wilayahnya, kecamatan ini memiliki potensi yang baik untukpengembangan agribisnis. Berdasarkan hal itulah maka Kecamatan Suradedipilih untuk penelitian ini.
1.2. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah karakteristik biofisik lahan, system pertanian,sumberdaya manusia, sosial ekonomi, kelembagaan dan prasarana diKecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.
2.
Bagaimanakah kekuatan dan kelemahan serta strategi pengembanganpertanian di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi
II.
HASIL DAN PEMBAHASANII.1. Hasil Penelitian
II.1.1.
Karakteristik Biofisik Lahan di Kecamatan Surade KabupatenSukabumia.Geografis
Kecamatan Surade merupakan salah satu kecamatan di KabupatenSukabumi yang berbatasan langsung dengan samudra Indonesia. Secaraadministratif batas kecamatan surade adalah kecamatan Surade :-Sebelah Utara Kecamatan jampang kulon dan KecamatanWaluran.-Sebelah BaratKecamatan Ciracap-Sebelah SelatanSamudra Indonesia.-Sebelah Timur Kecamatan Cibitung. Jarak Kecamatan Surade ke Ibukota Kabupaten Sukabumi (Pelabuhanratu) adalah 74 km. Ketinggian tanah kecamatan surade bervariasi antara 0– 500 dpl (Gambar 1).
I - 3
 
Gbr 2. Curah hujan di Kabupaten Sukabumi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->