Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anak Butuh Contoh Baik

Anak Butuh Contoh Baik

Ratings:

4.56

(61)
|Views: 4,017 |Likes:
Published by GusPiit
Saat ini anak-anak mengalami krisis keteladanan. Hal ini terjadi karena sedikitnya mass media yang mengangkat tema tentang tokoh-tokoh teladan bagi anak-anak. Tayangan-tayangan televisi misalnya, didominasi acara hiburan dalam berbagai variasinya, acara sinetron atau acara gosip selebriti tidak dapat diharapkan memberikan contoh kehidupan Islami secara utuh. Sementara itu porsi penanaman akhlak mulia melalui contoh pribadi tedalan pada pelajaran-pelajaran keislaman di sekolah juga masih rendah.
Saat ini anak-anak mengalami krisis keteladanan. Hal ini terjadi karena sedikitnya mass media yang mengangkat tema tentang tokoh-tokoh teladan bagi anak-anak. Tayangan-tayangan televisi misalnya, didominasi acara hiburan dalam berbagai variasinya, acara sinetron atau acara gosip selebriti tidak dapat diharapkan memberikan contoh kehidupan Islami secara utuh. Sementara itu porsi penanaman akhlak mulia melalui contoh pribadi tedalan pada pelajaran-pelajaran keislaman di sekolah juga masih rendah.

More info:

Published by: GusPiit on Jan 08, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
Arti Penting Keteladanan dalam Pendidikan Anak*
 
Oleh
Ustd. Adi Junjunan Mustafa**
A. Pendahuluanv Saat ini anak-anak mengalami krisis keteladanan. Hal initerjadi karena sedikitnya mass media yang mengangkat tematentang tokoh-tokoh teladan bagi anak-anak. Tayangan-tayangantelevisi misalnya, didominasi acara hiburan dalam berbagaivariasinya, acara sinetron atau acara gosip selebriti tidak dapatdiharapkan memberikan contoh kehidupan Islami secara utuh.Sementara itu porsi penanaman akhlak mulia melalui contohpribadi tedalan pada pelajaran-pelajaran keislaman di sekolah juga masih rendah.v Dalam kondisi krisis keteladanan ini, keluarga menjadi basispenting bagi anak untuk menemukan keteladanan. Maka ayah danibu menjadi figur-figur pertama bagi anak untuk memenuhikebutuhan ini. Oleh karenanya orang tua mesti memilikikesadaran untuk menjadi pribadi teladan dalam prosespembentukan akhlak Islami pada anak.v Dalam rangka tugas mulia di atas, orang tua mesti memilikipanduan dalam mengarahkan diri mereka dan anak-anak untuksecara optimal menyerap contoh sikap dan perilaku mulia daritokoh-tokoh teladan.B. Pengarahan al-Quran dan as-Sunnahv Nabi Musa as walaupun seorang Nabi tetap mencari tokohyang dapat menjadi teladan dirinya dalam hal ilmu. Imam Bukhari–semoga Allah merahmatinya- meriwayatkan bahwa Nabi Musaas. pernah ditanya tentang orang yang paling pandai. Dijawabnyabahwa ia sendirilah orang terpandai atau paling ‘alim. Tetapi Allahswt menegurnya bahwa ia salah dalam pengakuannya, karenamasih ada orang yang lebih pandai daripada dirinya. Inilah yangkemudian yang menjadi latar belakang kisah tentang Nabi Musadengan seorang hamba Allah yang shalih dalam al-Quran, suratal-Kahfi:60-82. Ada dua catatan menarik dari kisah pertemuanNabi Musa dengan orang shalih ini, yaitu:1. Kesungguhan dan kerja keras Nabi Musa as. selamabertahun-tahun untuk menemui orang shalih dalam rangka belajar
 
tentang ilmu yang diajarkan Allah swt kepadanya (QS al-Kahfi:60-62)2. Nabi Musa as menunjukkan adab sopan santun terhadaporang shalih yang berilmu, sehingga diijinkan menjadi muridnya.(QS al-Kahfi:66, 69)v Nabi Muhammad saw. dibimbing Allah swt. untuk meneladanipara Nabi sebelum beliau setelah Allah mengisahkan kisah merekapada surat al-An’aam. “Mereka itulah orang-orang yang telahdiberi petujuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QS al-An’aam:90). Secara khusus Nabi Muhammad saw dan parasahabatnya diarahkan Allah swt. untuk meneladani Nabi Ibrahimas dan pengikutnya dalam mentaati Allah. “Sesungguhnya padamereka itu ada teladan yang baik bagi kalian.” (QS al-Mumtahanah:6).v Nabi Muhammad saw. sendiri ditegaskan oleh Allah swtsebagai teladan bagi orang-orang beriman (QS al-Ahzab:21) danAllah memuji beliau karena memiliki akhlaq yang luhur (QS al-Qalam:4). Demikianlah, riwayat hidup beliau dan petuah-petuahbeliau terkodifikasi dengan amat baik oleh para ulama hadits danpara ulama sejarah dalam bentuk kumpulan hadits dan tarikh.Dengan demikian umat Islam sepanjang masa akan dapat terusmereguk keteladanan dari pribadi Nabi Muhammad saw yangdisebutkan Aisyah ra, “Akhlak beliau adalah al-Quran.” v Maka Nabi Muhammad saw pun mengajari umatnya untukmengambil pelajaran dari beliau, termasuk dalam mendidik anak.Beliau bersabda, “Rabb-ku telah mendidikku dengan pendidikanyang baik.” (H.R. Al-Asaakir dan Ibnu Sam’ani). Beliau jugabersabda, “Didiklah anak-anak kalian dalam tiga perkara:mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan tilawah al-Quran,sebab orang yang memelihara al-Quran itu berada dalamlindungan singgasana Allah bersama para NabiNya dan orang-orang yang suci, pada hari tidak ada perlindungan selain daripadaperlindunganNya.” (H.R. Ath-Thabrani dari Ali ra.)v Rasulullah saw bersabda, “Para sahabatku bagaikan bintang-bintang. Dari siapa saja di antara mereka kalian ikuti, niscayakamu mendapat petunjuk.” (H.R. Al-Baihaqi dan Ad-Dailami)v Kisah-kisah dalam al-Quran, kisah-kisah sebagaimanadisampaikan lewat hadits-hadits Nabi Muhammad saw dan juga
 
kisah para sahabat Nabi adalah sarana penting bagi penemuandan pembentukan jati diri muslim. Anak-anak dan manusia secaraumum senang mendapatkan pelajaran dari kisah-kisah, apalagiketika kisah-kisah itu disampaikan dengan bahasa yang indah danbaik. Allah Maha Mengetahui tentang jiwa manusia. Dengan kisah-kisah pada KitabNya itulah Dia hendak mendidik jiwa manusia.Para ulama salaf berkata, “Kisah adalah salah satu tentara Allahyang mampu meneguhkan hati.” C. Beberapa Ucapan dan Sikap Salafush Shalihv Sa’ad bin Abi Waqash ra. berkata, “Kami mengajar anak-anakkami tentang peperangan Rasulullah saw. sebagaimana kamimengajarkan surat al-Quran kepada mereka.” v Imam Ghazali berkata, “Ajarkan al-Quranul karim kepadaanak, hadits-hadits akhbar, hikayat orang baik, kemudianbeberapa hukum agama.” v Al-Fadhl bin Zaid kagum terhadap seorang anak A’rabi, makaibu anak tersebut berkata, ”Apabila ia berumur lima tahun, makaaku akan menyerahkannya kepada seorang pendidik. Pendidik itumenghafalkan al-Quran dan membacanya, lalu mengajarkan syi’irdan meriwayatkannya. Ia juga disenangkan dengan kejayaankaumnya, serta diajar meneladani jejak-jejak terpuji bapak dankakeknya …” v Imam Abu Hanifah pernah mengingatkan seorang anak, “Awas, nanti kami jatuh!” Si anak menjawab, “Justru Andalahyang harus berhati-hati, sebab kejatuhan seorang ‘alim adalahbencana bagi ‘alam.” Imam Abu Hanifah amat terkesan denganucapan anak itu. Sejak saat itu ia tidak pernah mengeluarkanfatwa, sebelum mengkaji bersama murid-muridnya selamasebulan.v Ketika Umar bin Abdul Aziz dilantik menjadi khalifahberdatangan para tamu untuk mengucapkan selamat dan berjanjisetia. Salah satu kelompok menunjuk seorang anak muda (11tahun) untuk jadi juru bicara. Umar berkata, “Apakah tidaksebaiknya orang yang lebih tua daripada kamu yang berbicara?” Anak tersebut menjawab, “Wahai Amirul mukminin, jikapersoalannya terletak pada usia, niscaya Anda pun tidak pantasdiangkat sebagai khalifah, karena masih banyak orang lain yanglebih tua daripada Anda. Wahai Amirul mukminin, tahukah Anda

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nailufar Lulu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->