A.PENDAHULUAN
Kenapa pesantren mampu bertahan hingga saat ini?,mungkin seakan-akan pertanyaan ini hanya mengada-ada, tetapitidak menutup kemungkinan para peneliti pendidikan pesantrenkhususnya, juga memiliki pertanyaan yang sama. Sejakdilancarkannya modernisasi pendidikan islam dalam duniamuslim
, tidak banyak lembaga pendidikan islam yang mampuuntuk bertahan seperti Pesantren. Kebanyakan lembaga-lembagapendidikan mengalami transformasi menjadi lembaga pendidikanumum.Pesantren telah eksis ditengah masyarakat selama enamabad (mulai abad ke-15 hingga sekarang) dan sejak awalberdirinya, pesantren telah menawarkan pendidikan kepadamereka yang masih buta huruf. Disamping itu Pesantren jugapernah menjadi satu-satunya institusi pendidikan milikmasyarakat pribumi yang memberikan kontribusi sangat besardalam membentuk masyarakat melek huruf
(literacy)
dan melekbudaya
(cultural literacy)
. Pesantren sebagai lembagapendidikan yang berorientasi masa depan tentu memliki tujuan,kurikulum, visi dan misi dalam usaha membentuk bangsa yanglebih beradab. Adapun tujuan yang dicanangkan oleh pesantren
1
Munculnya modernisme islam, didorong adanya kesadaran akan kemunduran umat islamyang disebabkan oleh semakin banyaknya orang yang meninggalkan ajaran utamanya (Al-Qur’andan As-Sunnah), (Mukti Ali), oleh karena itu ajakan modernisme islam yang paling lantang adalah“mari kita kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah semurni-murninya”. (Jalaluddin Rahmat,
Prof. Dr. Nurcholish Majid, Jejak Pemikiran Dari Pembaharu Sampai Guru
,Yogyakarta: PustakaPelajar, 2003, Cet. III, Hal.22(
2
Prof. Dr. Mujamil Qomar, M. Ag,
Pesantren Dari TransformasiMetodologi Menuju Demokratisasi Isntitusi
, Jakarta: Erlangga, 2005.
Add a Comment
bejopaijoleft a comment