Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dialog Jumat

Dialog Jumat

Ratings:

5.0

(5)
|Views: 1,602 |Likes:
Published by Indonesia
Dialog Jumat - Republika edisi 28-12-2007
Dialog Jumat - Republika edisi 28-12-2007

More info:

Published by: Indonesia on Jan 09, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2012

pdf

text

original

 
DIALOG JUMAT
TABLOID REPUBLIKA
16
JUMAT, 28 DESEMBER2007
P
ENGALAMAN
R
OHANI
CMYK CMYK
TABLOID REPUBLIKA
Rohani
Tayangan sinetron menyadarkan Rida RSD untuk segeramengubah diri. Setelah melewati berbagai perenungan, iakemudian memutuskan berhijrah hati. Apa kabar dia kini?
Hlm. 16
ISLAMONLINE
DIALOG
JUMAT
F
ilm televisi bertemaIslami mungkin hanyasebagai tontonanhiburan untuk Anda,tapi tidak bagi RidaFarida (36 tahun), mantanvokalis trio RSD (Rida SitaDewi). Wanita asli TanahPasundan ini mengaku men-dapat hidayah setelahmenonton film tersebutpada 2005 lalu.Adalah cerita tentangsiksa kubur yang mem-buatnya tertegun saatitu. ”Saya sampaimenangis seperti anak kecil setelahnya,’’tutur ibu dari RifkiEldrida M Jackieini yang mengakudirinya sebetulnyabukan penggemartayangan sinetron.Hidayah tersebutdisambutnya denganbanyak membaca bukuIslami untuk menam-bah pemahamannya.Rida mengakui sangatberuntung karena diingat-kan oleh Allah ketika masihada waktu untuk merubahhidupnya.Selang enam bulan sete-lah merasa mendapathidayah, dirinya memu-tuskan menutup aurat-nya dengan menge-nakan jilbab pada 10Januari 2006.Tanggal tersebutdipilih karena ber-tepatan denganhari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1426 H.Adanya selang waktu sejak dirinya mendapat-kan hidayah, diakui Rida karena dirinya inginmenyiapkan mental dan mengukuhkan hati.‘’Saya diyakinkan oleh suami agar lebih man-tap dalam mengubah penampilan, dia tidak ingin saya berubah karena emosional, bukandari hati,’’ujar isti Jackie Zakaria Yusuf terse-but.Ketakutan mengubah penampilannya punmuncul karena dirinya melihat banyak artis lainyang dengan mudah melepaskan jilbabnya. Tapikekhawatiran itu akhirnya sirna ketika diamerasa nyaman dan tenang setelah berjilbab.‘’Jilbab memperjelas bahwa saya seorangMuslimah,’’tambahnya.Rida mengungkapkan setelah menutup aurat,dia menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta.Ibadah shalat tak lagi dipandang sebagai kewa- jiban tapi lebih pada kebutuhan.Suami dan anak pun senang dengan keputus-an tersebut. Walaupun Jackie tidak pernahmemaksanya agar tampil cantik, namun Ridaselalu mengupayakan agar jilbab yang dike-nakannya tetap menarik. ‘’Saya masih terusbereksperimen dengan gaya jilbab yang pasuntuk saya. Saya tidak mau suami malu kalau jalan berdua, meski suami saya tidak pernahmengeluh masalah itu,’’ungkapnya.Teman-temannya juga lebih menghargainyasetelah berjilbab. Rida mengaku tetap bergauldengan siapa saja tanpa memandang siapa orangtersebut. ‘’Saya juga
kan
manusia. Manusia itusemua sama di mata Allah, jadi saya tidak merasa beda dengan yang lain. Yang pentingsaya harus terus meningkatkan hubungan de-ngan Yang Mahakuasa,’’jelas pengajar vokal disekolah musik Purwacaraka ini.Ia bersyukur, beberapa teman akhirnya me-ngenakan jilbab setelah mendengar ceritanya.‘’Saya sangat bersyukur jika saya bisa menjadiinspirasi untuk orang lain. Meski begitu sayatidak mau takabur dan terus belajar untuk memperdalam agama,’’tutur anak ketujuh daridelapan bersaudara itu.Meski mendapat dukungan penuh keluarga,ada juga kerabat dan teman yang khawatirrezekinya berkurang. Rida mengakui pasrahmengenai hal itu, karena menurutnya rezekisudah ada yang mengatur. Ternyata kepasrahan-nya membuahkan hasil karena siapa sangkasetelah berjilbab anak pasangan AhmadSubardjah dan Entin Sutinah itu malah keban- jiran tawaran menjadi presenter di beberapatelevisi lokal.Selain menjadi pengajar vokal privat, Rida juga ditunjuk sebagai duta Dompet Dhuafa.Mantan vokalis RSD ini mempunyai satu cita-cita yang lama terpendam: membuat sebuahalbum religi.Kini tidak terasa hampir dua tahun dirinya”berhijrah”. Siapa sangka film televisi yangdianggap remeh oleh sebagian orang telah mem-bawanya ”pulang”. Coba diingat-ingat, apakahAnda juga telah mendapat hidayah melalui keja-dian sehari-hari seperti Rida?Mengapa masihmenunda untuk kembali ke jalan-Nya?
mj04
JUMAT, 28 DESEMBER 2007/ 18 DZULHIJJAH 1428 H
Dunia Islam
Pemerintah Yordania meminta Israel menjelaskan mengenaidilanjutkannya proyek penggalian terowongan di bawah masjidAl-Aqsha. Mengapa Israel gencar melakukan penggalian itu?
Hlm. 14
YURRIERFANSYAH/REPUBLIKA
RIDARSD
Tahun 2007 sebentar lagi kita tinggalkan. Banyak ”pekerjaanrumah” umat Islam yang tersisa dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. Mari bermuhasabah, kemudian menyusunlangkah demi masa depan yang lebih baik lagi.
DIINGATKANALLAHLEWATSINETRON
 
M
uhasabah berasal darikata hasiba-yahsabuyang artinyamenghisab ataumenghitung. Ataudengan kata lain, melakukan evaluasiterhadap diri sendiri. Rasulullah SAWmenyuruh kita untuk melakukanmuhasabah setiap hari. Saat menje-lang tidur, kita mengevaluasi diri kita,apakah kita hari ini sudah melakukanbanyak kebajikan atau kejahatan.Hari, menjadi patokan Rasul SAWmenilai diri.Beliau membagi manusia dalamtiga golongan, yaitu beruntung, jikahari ini lebih baik dari hari kemarin;merugi, jika hari ini sama dengan harikemarin;dan celaka, jika hari inilebih buruk daripada hari kemarin.Akhir tahun adalah waktu yangtepat untuk melakukan muhasabah.Tentu dengan tekad untuk berubahmenjadi lebih baik di tahun yangsebentar lagi menjelang.Ketua umum Ikadi (Ikatan DaiIndonesia) Prof Dr KH Ahmad SatoriIsmail mengungkapkan, dalam per-putaran siang dan malam, pergantianbulan dan tahun, terdapat pelajaranbagi orang-orang yang berakal. Akhirtahun baik Hijriyah maupunMiladiyah, kata dia, harus dijadikanmomen penting untuk muhasabahindividual maupun nasional.‘’Kegagalan yang lalu dijadikanpelajaran. Kemaksiatan akibatkankesengsaraan, kedustaan menye-babkan musibah, khianat meng-hasilkan kehancuran,’’ujarnya kepadaRepublikaSelasa (25/12).Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengin-gatkan, agar kita tidak rugi dan ter-hindar dari kehancuran, kita harusmawas diri dan kembali kepada AllahSWT. Caranya adalah denganmeningkatkan taqarrub(pendekatan)kepada-Nya, manjauhi maksiat, dankedustaan. ‘’Kokohkan persatuan danhindari semua penyebab perpecahan,’’tegasnya.Bagi orang yang berakal, kata dia,waktu adalah modal beramal. ”Kitahanyalah himpunan dari hari-hari danbulan yang menjadi tahun dan menja-di umur kita. Umur akan dimintaipertanggungjawaban. Seyogyanyawaktu hanya dibagi untuk empat hal:bermunajat kepada Allah SWT, mere-nungi ciptaan-Nnya, muhasabah diri,dan mencari maisyahatau nafkah.Perlunya kita bermuhasabah jugadijelaskan ketua MUI Pusat Drs KHAmidhan. ‘’Sebaiknya dilakukanmuhasabah, instrospeksi atas kesala-han dan kegagalan masa lalu untukdijadikan pelajaran dalammenanamkan sikap dan tekad baruuntuk beribadah lebih sungguh-sung-guh dan bekerja lebih baik lagi.Sehingga, hidup tahun depan akanlebih baik dari tahun yang lalu.Bertambah tahun dan bertambah usiahendaknya bertambah bijak dan arif,’’tandas Amidhan.Tanpa terkecuali, kata Amidhanlebih lanjut, para pemimpin kita jugaharus melakukan muhasabah. ‘’Harusdiakhiri tingkah politik yang selaluberebut kekuasaan, tapi tidakmemikirkan serius kesulitan rakyat.Jika para pemimpin bersama-samadan bersatu menyejahterakan rakyatdengan tidak melihat dari golonganmana, mereka tentunya tidak akanterus menerus terjebak kepada kesu-litan demi kesulitan.’’Pimpinan Pesantren Rafah CiawaBogor Jawa Barat KH Anwar Sanusimenegaskan musibah demi musibahyang terjadi di negeri ini disebabkanoleh keserakahan para penguasa yangberkolusi dengan para pengusaha.Karena itu, kata Kiai Anwar, pemba-ngunan harus berpihak kepada rakyatmiskin yang selama ini terpinggirkan.Dalam muhasabah, perlu kitarenungkan langkah ke depan. Tentu,agar hal-hal yang masih kurang bisadigenapkan di tahun depan. Sejumlah”pekerjaan rumah” yang menumpuk,bisa segera dituntaskan.Selamat datang 2008, semoga esoklebih baik dari hari ini.
dam
L
embaga PembinaanGenerasi Dini Muslim(LPGDM) Ri’ayatulUmmah di wilayahJakarta Barat, Bekasidan Tangerang, selama satu hari,Ahad (23/12) mengadakan kegiatan
Smart Moslem Club
(SMC). Acara inidiikuti ratusan santri taman pen-didikan Alquran (TPQ) se-DKIJakarta dan sekitarnya.Menurut Sunarsih Wijaya, peng-gagas kegiatan tersebut, SMCdilatarbelakangi oleh keprihatinanmasih rendahnya penguasaan iptek dan kemampuan bahasa asing dikalangan anak-anak Muslim. Di sisilain, etos kerja mereka juga masihmemprihatinkan. ”Melalui ajang ini,kami ingin membenahi, mulai darilingkup terkecil. Ini adalah satupekerjaan kecil dari sebuah mimpi,”ujar Sunarsih, yang biasa disapaUmi Ninie ini.Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 dan berakhir pukul16.00 WIB itu diikuti dengan sangatantusias oleh para santri TPQ.Mereka mengikuti aneka kegiatanpetualangan sains yang dikemasdengan model
outbound 
. ”Merekakita ajarkan memilah mana yangbaik mana yang buruk. Lalu merekadisuruh mengamati langsunglingkungan sekitar, ada etikaMuslim. Mereka sangat
enjoy
denganpetualangan sains,’’ungkap UmiNinie.LPGDM Ri’ayatul Ummah yangmerupakan wadah kerja dariYayasan Keluarga Sakinah yangberalamat di Taman Permata BuanaJl P Pelangi Raya No. 22 Kembang-an Utara Jakarta Barat memiliki visiuntuk mewujudkan generasi Muslimberiman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Misinya untuk meningkatkanmutu pendidikan keagamaan denganpola partisipatif, konseptional sertaketeladanan serta meningkatkanpemahaman keagamaan secara ter-padu dan berkesinambungan dariusia balita.LPGDM Ri’ayatul Ummah, sam-bung Umi Ninie, membina 274 TPQdengan santri mulai dari anak-anak usia sekolah dasar hingga tingkatSMP. Saat ini, jumlah santri yangdimiliki sebanyak 29 ribu dengan te-naga pengajar sebanyak 1131 orangdan tersebar di Jakarta Barat, Beka-si, Tangerang, dan Parung (Bogor).Untuk kegiatan SMC Ahad lalu,para peserta dipilih dari setiapsantri TPQ yang terbaik dengan nilaidi TPQ rata-rata 8 (delapan),kemampuan tadarusnya bagus, bisabaca Alquran dengan tartil dan rata-rata nilai di sekolahnya juga 8 (dela-pan). Kegitan pertama, mereka wajibuntuk mengenal saudaranya.Tujuannya mereka ke sini adalahuntuk meningkatkan kecerdasaniman dan takwa serta iptek. ‘’Kitatempatkan mereka di dalam tenda,kemudian mereka diminta menulisnama temannya dua orang di samp-ing kanan, dua orang di sampingkiri, dua orang di depan dan duaorang di belakang. Setelah itu mere-ka menulis namanya dan lebih men-dalam perkenalannya.’Setelah
tadarus
Alquran denganmembaca surat Ar-Rahman, parasantri dibekali akidah anak-anak dengan mengenalkan Allah, YangMaha Rahman. ”Mereka diberi bolalalu kita jatuhkan. Kenapa bola bisa jatuh, karena ada gaya tarik bumi.Dari sana kita
ngomong
soal sains,” jelas Umi Ninie.
dam
DIALOG JUMAT
TABLOID REPUBLIKATABLOID REPUBLIKA
JUMAT, 28 DESEMBER2007
DIALOG JUMAT
32
E
NSIKLOPEDIA
I
SLAM
H
aji berarti menuju atau menziarahi suatu tem-pat; menurut istilah fikih ziarah ke Baitullah,Mekah, untuk melaksanakan ibadah dengancara tertentu, dalam waktu dan tempat-tempat terten-tu. Ia adalah salah satu dari rukun Islam yang limayang diwajibkan pada tahun kesembilan setelahRasulullah SAWhijrah ke Madinah.Ibadah haji sudah dikenal dari masa Nabi Ibrahim.Nabi Ibrahim beserta putranya Ismail disuruh Allah SWTmembangun Baitullah (Ka’bah). Kemudian ia disuruhmengajak umat manusia menziarahi rumah Allah terse-but. Dari waktu itu bangsa Arab di sekitarnya setiap ta
-
hun berbondong-bondongmenuju Ka’bah untuk mela-kukan ibadah haji dengan cara syariat Nabi Ibrahim.Pelaksanaan haji berjalan terus sampai masaMuhammad diutus menjadi Rasulullah. Dalam kurunwaktu yangbegitu panjang, pelaksanaan haji sedikitdemi sedikit berubah dari ajaran semula, tidak lagi se-cara murni dilaksanakan seperti petunjuk Nabi Ibrahim.Kalau dalam ajaran semula kedatangan jamaah haji keKa’bah secara bersama-sama untuk menghubungkandiri dengan Allah, bersih dari menyekutukan-Nya, makasecara berangsur-angsur ketauhidan itu menjadi samar,dan akhirnya sampai berratus-ratus berhala digan-tungkan di sekelilingKa’bah, dan kepada berhala-berha-la itulah mereka memohon apa yangmereka inginkan.Pelaksanaan korban binatang ternak pun ditujukankepada pembesar-pembesar berhala itu. Kalau padamulanya di antara hikmah ibadah haji yang ditujui agarumat manusia berlatih merasa kebersamaan derajat dihadapan Tuhan mereka, maka pada masa Jahiliyah ter- jadi sebaliknya, suatu kelompok yang khusus mengu-rusi Ka’bah dan memegang kuncinya adalah kelompokyang menganggap dirinya lebih tinggi dari masyarakatlainnya, merasa tidak setarap dengan sesamanya.Rasulullah SAWdatang mengajak umat manusiauntuk kembali kepada agama tauhid, agama NabiIbrahim. ‘’Katakanlah, sesungguhnya aku (Muhammad)telah ditunjuki Tuhanku ke jalan yang lurus, agamayang benar, yaitu agama Nabi Ibrahim, yang baik dan iabukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.’’ (QS Ar-A’raf [7]: 161).Rasulullah SAWmendapati pelaksanaan haji yangtidak sesuai lagi dengan agama tauhid. Oleh sebab itu,termasuk tugas kerasulannya untuk mengembalikanibadah haji ke dalam bentuk ibadah agama tauhid.Maka, mulai tahun kesembilan hijrah kepadaRasulullah SAWdiberikan petunjuk-petunjuk tentangpelaksanaan haji seperti yang dilaksanakan NabiIbrahim. Mulai dari saat itu, ibadah haji kembali murni,bersih dari syirik jahiliyah dan berhala-berhala yangbergantungan di sekeliling Ka’bah dibuang.Pelaksanaan kurban yang tadinya dipersembahkankepada pembesar-pembesar berhala tersebut, diber-sihkan oleh Islam untuk semata-mata secara ikhlas di-persembahkan kepada Allah SWT. Hal itu mengingat-kan umat manusia betapa tinggi kesediaan berkurbanyang dimiliki Nabi Ibrahim yang tidak ragu hendak me-nebas pisau tajam di leher putranya tercinta, pengor-banan jiwa untuk nilai yang lebih tinggi dari nilai jiwaitu sendiri, yaitu karena mematuhi perintah Allah SWT.
dam/disarikan dari buku Ensiklopedi Islam Indonesiaterbitan PTDjambatan Jakarta
Haji
K
ABAR
LPGNM RI’AYATULUMMAH
GELAR
SMART MUSLIM CLUB 
JUMAT, 28 DESEMBER2007
ISLAMONLINE
MARI BERMUHASABAH
L
APORAN
U
TAMA
Para santri TPQmengikutianeka kegiatan petualangansains yang dikemas denganmodel
outbound 
.Kesalahan dan kegagalanmasa lalu seyogyanyadijadikan pelajaran dalammenanamkan sikap dan tekadbaru; untuk beribadah lebihsungguh-sungguh dan bekerjalebih baik lagi.
DOKPRI
 
Sebentar lagi tahun 2007 akanberakhir, apa yang harus dilakukan baiksebagai umat, pribadi, maupun sebagaibangsa?
Sekarang ini yang paling harusdijadikan fokus bersama adalah soalkesejahteraan masyarakat yang semakinlama semakin susah, terutama karenadaya beli yang sangat rendah. Yang keduakarena lapangan kerja semakin sulit. Nah,ini saya kira yang harus jadi perhatianbersama, dan harus dievaluasi mengapaproses demokratisasi kita tidak begitumaju, seolah-olah tidak ada hubungandengan persoalan perbaikan kesejahtera-an masyarakat.Nah, kalau kemudian masalah kese- jahteraan ini tidak tertangani denganbaik, kita takutkan akan terjadi
socialgap
(kesenjangan masyarakat) di mana-mana. Sekarang ini kan kerusuhan sudahsangat memrihatinkan. Bukan saja bebe-rapa pilkada (pemilihan kepala daerah)menghasilkan juga kerusuhan, tapi jugasoal antri pembagian daging korbanbelum lama ini. Artinya, di masyarakatkita memang sudah terjadi disorientasi,tidak jelas ke mana arahnya. Memangsoal kesejahteraan, soal keadilan danpemerataan sekarang ini menjadi masalahyang sangat penting.
Munculnya masyarakat yang disorien-tasi, apakah disebabkan karena merekakehilangan figur?
Iya, yang ironis proses demokratisasikita melalui pemilu maupun pilkada ber- jalan begitu rupa dengan jadwalnya yangtidak jelas, kapan harus dilaksanakan?Ternyata itu tidak membawa satu per-ubahan yang cukup baik. Bahkan ironis-nya, ternyata pemilu dan pilkada itutidak menghasilkan pemimpin yang ke-mudian mempunyai wibawa dan penga-ruh untuk mengatasi masalah-masalahyang objektif yang dihadapi masyarakat.Nah ini sangat ironis, karena di era refor-masi ketika era kebebasan berpolitik tetapi kemudian kita kekurangan dantidak mempunyai etos demokrasi, tidak punya kultur demokrasi sehingga pilka-da-pilkada itu menimbulkan kerusuhan.
Menurut pengamatan Anda, kalau kon-disi dibiarkan, apa yang bakal terjadi?
Kondisi yang makin memburuk. Se-karang secara umum karena kita meng-alami
social gap
, maka apa yang terjadiadalah kita melihat hilangnya solidaritassosial. Jadi, orang gampang berkelahi,orang gampang bertikai karena hal-halyang tidak jelas dan kita sebagai bangsaini malah kehilangan apa yang sebe-narnya masih bisa kita impikan bersama.Misalnya tentang kapan datangnya kese- jahteraan tadi?Malah sekarang seolah-olah tidak jelas, kalau dulu kan masihada GBHN (Garis-garis Besar HaluanNegara), ada Pelita (Pembangunan LimaTahun) dan Repelita (RencanaPembangunan Lima Tahun), tapisekarang ini kan semua tergantungpemimpin, sementara pemimpin yangdihasilkan oleh proses demokrasi kitatidak terlalu kuat, tidak terlalu mempu-nyai visi ke depan yang jelas, tidak bisamemberi harapan dan arahan ke manaseharusnya masa depan ini kita bawa.Selain itu, kita juga lihat bagian darisocial gap itu juga akhirnya banyak orangmengalihkan persoalan-persoalan objektif yang seharusnya masalah lapangan kerjayang susah, masalah kemiskinan yangmakin merata ke mana-mana, kemudian juga masalah konflik intern agama,masalah-masalahnya yang seharusnyatidak seharusnya terjadi, kita seharusnyamempunyai satu kekuatan kultur yangmenjaga itu sejak lama tapi tiba-tibasekarang ini gampang digoyahkan.
Lantas menurut Anda di mana peranpara tokoh agama?
Tokoh agama seharusnya ikutberbicara hal-hal yang objektif tadi, hal-hal yang berkaitan dengan makin susah-nya masyarakat sekarang dengan dayabeli yang rendah, orang makin susahmenyekolahkan anaknya karena sekolahsemakin mahal, orang sakit juga jarangdiobati, dan seolah-olah pemerintah initidak berdaya atau memang melakukanpembiaran?Bagaimana seharusnyanegara bisa melindungi warganya, karenaperan dari negara paling kurang adalahmelindungi. Apakah dia sebagai migrandan sebagainya. Jadi hal-hal seperti itukita kelihatan lemah sekali.
Anda melihat tahun depan 2008 inisangat berat?
Ya, sangat berat kalau tidak munculseorang tokoh besar, tokoh yang kuatyang berani melakukan risiko dan pemi-hakan terhadap problem bangsa danrakyat ini. Jadi harus ada tokoh yangsangat tegas, yang bisa diikuti bersamabahwa kita masih punya keyakinanbangsa ini masih ada di masa depan danmempunyai martabatnya.Sebenarnya terpulang ke masalah tadi,yakni pemimpin yang kuat. Masalah pem-berantasan korupsi, misalnya, itu kanbukan sekadar masalah hukum, tapi jugamasalah kultur. Jadi kalau misalnya apayang menjadi pilar kultur kita sepertiagama Islam misalnya, kemudian tidak ikut mendorong terhadap pemberantasankorupsi, maka akan menjadi susah men-ciptakan sebuah kultur yang anti korupsi.Harus ada kemauan bersama untuk berubah menjadi lebih baik.
DIALOG JUMAT
TABLOID REPUBLIKATABLOID REPUBLIKA
DIALOG JUMAT
54
JUMAT, 28 DESEMBER2007
L
APORAN
U
TAMA
JUMAT, 28 DESEMBER2007
PEKERJAANRUMAHITU...
DR MOESLIM ABDURRAHMAN
MASYARAKATSUDAHDISORIENTASI
W
AWANCARA
S
atu hal yang membuat miris cendekiawan Muslim
Dr MoeslimAbdurrahman
adalah soal berbagai aksi kerusuhan dan kekerasan danfrekuensinya semakin meningkat. Sebut satu contoh, adalah keti-dakpuasan masyarakat pada proses pemilihan kepala daerah yang kerapberujung rusuh. Atau contoh sederhana, ia menyebut, adalah pembagiandaging kurban yang juga berujung kisruh.”Bila tidak ditangani dengan baik, maka akan menjadi ‘tabungan’ persoalan di ke-mudian hari,” ujar direktur Ma’arif Institute for Culture, dan direktur LembagaPengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (LPIS) ini.Menurut dia, aneka kejadian itu merupakan suatu pertanda. ”Di dalam ma-syarakat kita memang sudah terjadi disorientasi,’’ tambahnya.Berikut ini kutipan wawancara refleksi akhir tahun wartawan
Republika 
DamanhuriZuhri
dengan doktor antropologi dari Universityof Illinois, Urbana, Amerika Serikat ini:
T
ahun 2007 akan segera berakhir, namun berbagaipersoalan umat masih banyak yang belum tersele-saikan dengan baik. Sebut misalnya munculnyabeberapa aliran sesat yang seolah muncul tiba-tibadan ”mencuri” energi kita: sebagian menyikapi de-ngan proporsional, sebagian lagi menyikapinya dengan amuk –– sikap yang jauh dari nilai-nilai keislaman.Karena itulah, berbagai kalangan mengusulkan perlunyapemetaan dakwah yang lebih baik di masa-masa yang akandatang. Persoalan lain adalah perlunya sosialiasi zakat yangharus terus dilakukan sehingga hasil yang diraih bisa lebihbesar dan optimal untuk peningkatan kesejahteraanmasyarakat. Berikut ini pandangan empat cendekiawan Muslimkita tentang persoalan-persoalan yang mencuat di tahun 2007dan solusinya agar menjadi lebih baik di tahun 2008.
DARMAWAN/REPUBLIKA
Drs KH Amidhan
, Ketua MUI Pusat
Dakwah HarusLebih Tepat Sasaran
M
ateri dakwah terlalu kering kare-na hanya mengedepankanmateri fikihiyah; soal halal dan haramserta boleh dan tidak boleh. Sangatkurang pendalaman materi akidah danmateri yang bersifat
tasaufiyah 
.Sementara itu, lingkungan strategismasyarakat kita masih dipengaruhioleh kepercayaan lokal.Ingat lebih 300 macam alirankepercayaan yang menyelinap kebawah sadar tapi sewaktu-waktu bisamuncul di permukaan. Materi dakwahsering tidak menjawab pertanyaanrohaniah dari kalangan masyarakatkita termasuk kalangan intelektual.Oleh karena itu tidak heran bila tidakhanya masyarakat bawah, kalanganmasyarakat terpelajar pun dapat ter-perosok ke aliran sesat. Di sisi lainmasyarakat miskin tidak membu-tuhkan ceramah agama saja, tapi dak-wah sosial ekonomi.Yang ideal, diadakan dulu KongresDakwah se-Indonesia dan diram-pungkan peta dakwah untukmelakukan perkiraan yang akurat.Untuk gerak cepat setiap da’i terjun kelapangan hendaknya mempelajari dulukondisi masyarakat setempat untukmengetahui apa yang dibutuhkanmereka. Mungkin perbaikan ekonomiyang dibutuhkannya atau mungkin jugaakidah yang dikedepankan. Hati mere-ka yang perlu direbut.
P
otensi zakat sesungguhnya di Indonesia cukupbesar. Dalam sebuah penelitian yangpernahdisiarkan kepada masyarakat, disebutkan takkurangdari Rp 20 triliun potensi zakat yangada didalam masyarakat Muslim Indonesia. Sayangnya,potensi tersebut, belum mampu digali.Solusinya, zakat perlu dikelolah oleh sebuahlembaga, bukan diberikan pada orangperorang.Badan Amil Zakat ataupun Lembaga Amil Zakat ituharus amanah, profesional, transparan, dan diper-caya oleh masyarakat maupun pemerintah.Sebagaimana disebutkan dalam QSAt-Taubah (9)ayat 60 dan 103, zakat bukanlah urusan pribadisemata, bukan urusan
muzakki 
(yangmengelu-arkan zakat) dengan
mustahik 
(yangmenerimazakat). Bila zakat selalu diberikan langsungoleh
muzakki 
kepada
mustahik 
, saya yakin tidak akanmenyelesaikan masalah. Paling-palinghanyasebatas sementara yangsifatnya konsumtif.Karenanya ada empat hal besar yang harusdilakukan, yaitu sosialisasi yang harus terusdilakukan, penguatan kelembagaan termasukpenyiapan sumber daya manusia (SDM) zakat,sinergi antar sesama badan atau amil zakat ter-masuk komponen umat lainnya, serta pendaya-gunaan zakat yang mengarah pada peningkatankesejahteraan masyarakat.
Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc
, Ketua Umum Baznas
Potensi Zakat Belum Tergarap
D
i bidang sosial keagamaan adanyakesadaran keagamaan yang makin tinggidi kalangan masyarakat. Hanya saja, darisemakin tingginya kesadaran keagamaan itudisertai pula munculnya fanatisme berlebihanyang kadang fanatisme tersebut diwujudkandalam bentuk kekerasan dengan dalih agamaseperti yang terjadi di beberapa daerah.Harus diakui, permasalahan yangmuncul dimasa-masa lalu, belakangan ini muncul kembaliseperti tudingn bid’ah, khurafat dan lainnya yang jika dibiarkan bisa berdampak sangat buruk.Solusinya, perlunya kesadaran kerukunanbaik internal maupun eksternal. Di situlah pen-tingnya
tasamuh 
(toleransi) baik internalmaupun eksternal. Adanya perbedaan-perbe-daan
furu’iyah 
(cabang) dan bukan perbedaanyang fondasi, harus bisa disikapi dengan arif.Saya setuju keluarnya fatwa MUI tentangali-ran sesat, karena memangharus ada ketegasandari MUI tentangmasalah tersebut. Hanya saja,menurut saya, perlu ada ketegasan pula dariMUI bahwa melakukan pengrusakan atas dalihapa pun tidak bisa dibenarkan dan itu diharam-kan. Jadi, harus ada ketegasan MUI yangmelarangadanya pengrusakan terhadap aliransesat, karena itu terhadap pelaku pengrusakan,harus dilakukan proses hukum.
dam
Ismail Yusanto
,Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia
Ada MasalahdalamAkidah Umat
M
asalah keagamaan yang sangatmenonjol tahun 2007 adalahmasalah aliran sesat terutama aliranAlqiyadah al Islamiyah. Munculnya ali-ran ini menunjukkan adanya per-masalahan di dalam tubuh umat dan juga merupakan cermin dari kualitasakidahnya. Buktinya, ajaran aliran itutidak masuk akal tapi tetap dipercayadan diterima, seperti masalah pemba-yaran uang sebesar Rp 800 ribu yangdiyakini bisa masuk surga.Solusinya, tentu perlunya pembi-naan umat yang lebih tinggi lagi olehormas dan sikap tegas dari pemerin-tah untuk tidak membiarkan berkem-bangan aliran-aliran yang jelas-jelasyang bertentangan dengan Islam.
Masykuri Abdillah
Guru Besar Hukum Islam UIN SyarifHidayatullah Jakarta
Umat Harus LebihDewasa
Demonstrasi menentang aliran Al Qiyadah Al Islamiyah di Jakarta bulan Oktober lalu.Banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan di tahun 2008.
EDIYUSUF/REPUBLIKA

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
M Amiruddin Dardiri added this note
dialog jum'at is the best one,,,, mengabarkan perkembangan islam terbaru,,,,, yang penting sangat membantu,, thank for Allah n for Republika
Ibnu Umar liked this
Asep Saepul Amri liked this
Astarina Hafidha liked this
apriandtx liked this
sutrakama_c4 liked this
ikhwan2009 liked this
kampungsato liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->