Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Chapter II

Chapter II

Ratings: (0)|Views: 22 |Likes:
Published by Anita Mey

More info:

Published by: Anita Mey on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA1.
 
Supervisi1.1.
 
Pengertian Supervisi
Sebagai salah satu dari fungsi manajemen, pengertian supervisi telahberkembang secara khusus. Secara umum yang dimaksud dengan supervisiadalah melakukan pengamatan secara langsung dan berkala oleh atasanterhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh bawahan untuk kemudian apabiladitemukan masalah, segera diberikan petunjuk atau bantuan yang bersifatlangsung guna mengatasinya (Azwar, 1996).Muninjaya (1999) menyatakan bahwa supervisi adalah salah satu bagianproses atau kegiatan dari fungsi pengawasan dan pengendalian (
controlling
).Swanburg (1990) melihat dimensi supervisi sebagai suatu proses kemudahansumber-sumber yang diperlukan untuk penyelesaian suatu tugas ataupunsekumpulan kegiatan pengambilan keputusan yang berkaitan erat denganperencanaan dan pengorganisasian kegiatan dan informasi dari kepemimpinandan pengevaluasian setiap kinerja karyawan. Dari beberapa pengertian tersebutdapat disimpulkan bahwa kegiatan supervisi adalah kegiatan-kegiatan yangterencana seorang manajer melalui aktifitas bimbingan, pengarahan, observasi,motivasi dan evaluasi pada stafnya dalam melaksanakan kegiatan atau tugassehari-hari (Arwani, 2006).
Universitas Sumatera Utara
 
1.2.
 
Manfaat dan Tujuan Supervisi
Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik, akan diperoleh banyak manfaat. Manfaat tersebut diantaranya adalah sebagai berikut (Suarli &Bachtiar, 2009) :
 
1)
 
Supervisi dapat meningkatkan efektifitas kerja. Peningkatan efektifitaskerja ini erat hubungannya dengan peningkatan pengetahuan danketerampilan bawahan, serta makin terbinanya hubungan dan suasanakerja yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan.2)
 
Supervisi dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja. Peningkatan efesiensikerja ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya kesalahan yangdilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber daya (tenaga, harta dansarana) yang sia-sia akan dapat dicegah.Apabila kedua peningkatan ini dapat diwujudkan, sama artinya dengantelah tercapainya tujuan suatu organisasi. Tujuan pokok dari supervisi ialahmenjamin pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah direncanakan secara benardan tepat, dalam arti lebih efektif dan efesien, sehingga tujuan yang telahditetapkan organisasi dapat dicapai dengan memuaskan (Suarli & Bachtiar,2008).
1.3.
 
Frekuensi Pelaksanaan Supervisi
Supervisi harus dilakukan dengan frekuensi yang berkala. Supervisi yangdilakukan hanya sekali bisa dikatakan bukan supervisi yang baik, karenaorganisasi/lingkungan selalu berkembang. Oleh sebab itu agar organisasi selalu
Universitas Sumatera Utara
 
dapat mengikuti berbagai perkembangan dan perubahan, perlu dilakukanberbagai penyesuaian. Supervisi dapat membantu penyesuaian tersebut yaitumelalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan bawahan.Tidak ada pedoman yang pasti mengenai berapa kali supervisi harusdilakukan. Yang digunakan sebagai pegangan umum, supervisi biasanyabergantung dari derajat kesulitan pekerjaan yang dilakukan, serta sifatpenyesuaian yang akan dilakukan. Jika derajat kesulitannya tinggi serta sifatpenyesuaiannya mendasar, maka supervisi harus lebih sering dilakukan.
1.4.
 
Prinsip-prinsip Pokok dalam Supervisi
Kegiatan supervisi mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yangkondusif dan nyaman yang mencakup lingkungan fisik, atmosfer kerja, dan jumlah sumber sumber yang dibutuhkan untuk memudahkan pelaksanaantugas. Untuk itu diperlukan beberapa prinsip pokok pelaksanaan supervisi.Prinsip pokok supervisi secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut(Suarli dan Bahtiar, 2009):
 
1)
 
Tujuan utama supervisi ialah untuk lebih meningkatakan kinerja bawahan,bukan untuk mencari kesalahan. Peningkatan kinerja ini dilakukan denganmelakukan pengamatan langsung terhadap pekerjaan bawahan, untuk kemudian apabila ditemukan masalah, segera diberikan petunjuk ataubantuan untuk mengatasinya.2)
 
Sejalan dengan tujuan utama yang ingin dicapai, sifat supervisi harusedukatif dan suportif, bukan otoriter.
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->