Jurnal Polusi Tanah dan Air Tanah ( 2012 )Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor
PENGARUH KELEMBAPAN, TEMPERATUR, DAN PH PADAPROSES BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN BAKTERI
BACILLUS SP
.
BULKING AGENT
SERABUT BUAH BINTARO
Cindhy Ade Hapsari
1
, Lutfhi Adhytia Putra
2
, Ratu Rima Novia Rahma
3
,Riandy Surya Irawan
4
Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Jln. Kamper Kampus IPB, Dramaga,Bogor, 16680Email: alchemist.genz@gmail.com
1
, ladhytiaputra@yahoo.com
2
,raturimanoviarahma@yahoo.co.id
3
, ndie_paulwalker@yahoo.com
4
Abstrak
:
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan dilingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganismememodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, dari senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Proses bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi bahan yang beracun menjadi bahan yang kurang atau tidak beracun. Mikroorganisme yang berpengaruh dalam proses bioremediasi umumnya seperti bakteri, fungi, dan lain sebagainya. Proses bioremediasi yang memanfaatkan mikroorganisme sebagaikomponen utamanya, memiliki banyak faktor yang mempengaruhi laju bioremediasi tersebut. Mikroorganisme memiliki fase-fase dan laju kehidupan yang dapat dipengaruhi oleh suhu, kadar hara, oksigen, serta pH. Untuk mengetahui pengaruh kelembaban atau pH serta suhu dalam proses bioremediasi, dilakukan percobaan dengan menggunakan bakteri jenis
Bacillus sp
. danmenggunakan konsentrasi
oil and grease
sebagai indikator berhasil atau tidaknya prosesbioremediasi tersebut. Pengecekan konsentrasi TPH dilakukan sebanyak 3 kali setiap mingguuntuk bulan pertama. Pada saat pengecekan konsentrasi TPH, dilakukan pula pengecekan pH,temperatur, dan kelembapan tanah. Percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwakelembapan, temperatur atau suhu, dan pH sangat berpengaruh terhadap proses bioremediasi.Faktor-faktor tersebut mempengaruhi kehidupan bakteri
Bacillus sp
. yang digunakan dalam percobaan kali ini, yang berarti mempengaruhi konsentrasi
oil and grease
yang merupakanindikator berhasil atau tidaknya proses bioremediasi.
Kata kunci
:
Bioremediasi, Kelembapan, Mikroorganisme, pH, Suhu
PENDAHULUAN
Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangipolutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksioleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah strukturkimia polutan tersebut, dari senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebihsederhana. Proses bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasibahan yang beracun menjadi bahan yang kurang atau tidak beracun (karbondioksida dan air). Mikroorganisme yang berpengaruh dalam proses bioremediasiumumnya seperti bakteri, fungi, dan lain sebagainya. Proses bioremediasi yangmemanfaatkan mikroorganisme sebagai komponen utamanya, memiliki banyak faktor yang mempengaruhi laju bioremediasi tersebut. Mikroorganisme memilikifase-fase dan laju kehidupan yang dapat dipengaruhi oleh suhu, kadar hara,oksigen, serta pH. Suhu sangat berpengaruh terhadap sifat fisik, laju metabolismehidrokarbon oleh mikroorganisme, dan komponen kuminitas mikroorganisme.Jika suhu tinggi maka viskositas akan meningkat, yang dapat menyebabkanbioremediasi menjadi lambat. Pengaruh kadar hara, seperti keterbatasan nitrogenakan membatasi laju bioremediasi. Kadar oksigen berpengaruh pada tahap awal