Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARTIKELMUTUPROSES APRILformatbiasaaAA

ARTIKELMUTUPROSES APRILformatbiasaaAA

Ratings: (0)|Views: 39|Likes:
Published by Sugeng Purwanto
research on quality control of school
research on quality control of school

More info:

Published by: Sugeng Purwanto on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2012

pdf

text

original

 
DITERMINAN MUTU PROSES SMK BISNIS-MANAJEMENDI EKS KARESIDENAN SURAKARTA( Partono Thomas/ FE UNNES)SARI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan mutu proses SMK negeri bisnis manajemen di Eks-Karesidenan Surakarta. Penelitian inimenggunakan pendekatan korelasional dan survey. Populasi penelitianadalah semua guru SMK bisnis-manajemen di Eks Karesidenan Surakartasebanyak 666 orang, sampel diambil 200 orang dengan dengan teknik 
 proportional random sampling 
. Analisis data dilakukan dengan permodelan persamaan
 structural 
(SEM). Mutu proses SMK di Eks KaresidenanSurakarta dipengaruhi oleh : kompetensi guru, budaya organisasi, pembiayaan pendikan, kepemimpinan kepada sekolah dan peran komitesekolah.Kata kunci :
 Mutu proses, kompetensi guru, budaya organisasi, pembiayaan, kepemimpinan, komite sekolah
.
I PENDAHULUANLatar Belakang Masalah
Menurut Sarbiran (2009), mutu proses menyangkut proses pelaksanaan pembelajaran,administrasi dan bimbingan kepada setiap siswa. Pelaksanaan pembelajaran SMKN bisnis-manajemen dilakukan di sekolah dan di dunia industri. Kemampuan guru dalam memberikan pelayanan kepada siswa di sekolah dan di dunia dudi, pelayanan administrasi tenagakependidikan, penyediaan sarana prasarana yang sesuai tuntutan kurikulum, tertatanyalingkungan belajar, akan memuaskan siswa dan orang tua.Laporan penelitian Bank Dunia dan pendapat para ahli pendidikan di Indonesia.Kualitas pendidikan di Indonesia di Asia Tenggara menempati urutan ke 11 dari 12 negara diAsia Tenggara. Jumlah pengangguran lulusan SMK karena tidak terserap di dunia kerja atautidak melanjutkan studi di Indonesia persentasenya cukup besar. Persentase tingkat pengangguran SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) tertinggi, yakni sebesar 17,26 persen..(http:// www. Kompas .com/read/xml/ 2009/01/ 05/16322142 diakses 10 Mei 2009. Besarnya persentase penganguran lulusan SMK diduga karena mutu proses SMK Bisnis-Manajemen belum optimal.Mutu proses ditunjukkan oleh situasi pembelajaran yang menyenangkan (
enjoyablelearning 
), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampumemberdayakan peserta didik. Surya Dharma dalam penanda tangan MOJ PeningkatanProfesionalisme guru SMK tanggal 31 Maret 2012 di UNNES, mengemukakan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru di Indonesia rata-rata nilainya 50 %. Kondisitersebut jika terjadi di SMK bisnis-manajemen akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran.Penelitian dengan tema mutu proses telah dilakukan oleh Kardoyo (2005), Suparto(2007), Yusman (2007), semuanya diakukan di sekolah menengah umum, sedangkan penelitian ini dilakukan di SMK bisnis manajemen. Temuan Kardoyo mutu proses SMUdipengarugi kepemimpinnan kepala sekolah dan pembiayaan pendidikan; temuan Suparto,1
 
mutu proses dipengaruhi kepemmpinan kepala sekolah dan temuan Yusman, mutu prosesdipengaruhi kompetensi guru dan kepemimpinan kepala sekolah. Diduga mutu prosesSMK bisnis-manajemen di Eks Karesidenan Surakarta dipengerahui: kompetensi guru, budayaorganisasi, pembiayaan pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah dan peran komite sekolah.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Apakah kompetensi guru, budaya organisasi sekolah, pembiayaan pendidikan,kepemimpinan kepala sekolah, peran komite sekolah berpengaruhi terhadap mutu prosesSMKN bisnis-manajemen di Eks karesidenan Surakarta dan seberapa besar pengaruhnya?
2. KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS.2.1 Mutu Proses
.Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (Depdiknas, 2001), (Usman,2006:410), mutu pendidikan meliputi aspek input, proses dan output pendidikan. Pada aspek input, mutu pendidikan ditunjukkan melalui tingkat kesiapan dan ketersediaan sumber daya, perangkat lunak, dan harapan-harapan. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pulamutu input tersebut. Sedangkan pada aspek proses, mutu pendidikan ditunjukkan melalui pengkoordinasian dan penyerasian serta pemanduan input sekolah dilakukan secara harmonis,sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (
enjoyable learning 
),mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik.Mutu proses menyangkut proses pelaksanaan pembelajaran, administrasi, dan bimbingan kepada setiap siswa. Permendiknas no 41 tahun 2007 tentang Mutu Proses,menegaskan bahwa proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harusinteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untu berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreaktivitas, sesuaidengan bakat, minat peseta didik.Menurut Prosser, pembelajaran sekolah kejuruan akan berhasil jika: 1) disediakan lingkungan belajar yang sesuai dengan lingkungan di tempat kelak mereka akan bekerja, 2) latihankejuruan yang efektif hanya dapat diberikan jika tugas-tugas yang diberikan di dalam latihanmemiliki kesamaan operasional dengan peralatan yang sama dengan yang akan dipergunakandi dalam kerjanya kelak, 3) latihan langsung dibiasakan dengan perilaku yang akandiperagakan dalam pekerjaannya kelak, 5) pemberian latihan kejuruan untuk semuakompetensi akan efektif hanya dapat diberikan kepada kelompok terpilih yang memangmemerlukan, menginginkan dan sanggup memanfaatkannya, 6) latihan akan efektif jika pemberian latihan yang berupa pengalaman khusus dapat diberikan secara berulang-ulangsehingga diperoleh penguasaan yang tepat, 7) pelatihnya cukup berpengalaman danmenerapkan kemampuan dan keterampilannya dalam mengajar, 8) Untuk setiap pekerjaanterdapat kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh individu agar bisa menjabat pekerjaanitu, 9) pendidikan kejuruan harus mengenal kondisi kerja dan harapan pasar, dan 10) proses pemantapan yang efektif akan sangat tergantung dari proporsi sebagaimana latihanmemberikan kesempatan untuk mengenal pekerjaan yang sesungguhnya, dan bukan hanyatiruan (http://kangpram.blogspot.com /2009/05/16-philoshopy-pendidikan-juruan-teori.html diakses 25 Oktober 2010).
2
.1
.1 Mutu Data Informasi
2
 
Secara spesifik data program sekolah menyangkut pengelolaan kurikulum, pesertadidik, personalia, sarana prasarana, administrasi kearsipan dan administrasi keuangan.Pengelolaan kurikulum diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi pembelajaran, data administrasi bimbingan konseling, data praktikum, data kegiatan belajar di perpustakaan. Pengelolaan peserta didik diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan dataadministrasi kegiatan ekstra kurikuler, minat, prestasi akademik, prestasi non akademik.
2.1.2 Mutu Pembelajaran
Pembelajaran yang bermutu terdiri dari perencanaan pengajaran, pelaksanaan pengajaran, hubungan antar pribadi dan evaluasi. Seorang guru dalam menjalankan tugasnyamampu merencanakan bahan pengajaran, penggunaan media dan mampu merencanakan pengelolaan kelas. Mutu pembelajaran diindikasikan dengan berlangsungnya pembelajaranyang menyenangkan siswa dengan tidak meninggalkan siswa dalam belajar. Penyampaianmateri sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, dengan menggunakan bahan ajar, modul, buku diktat, buku lembar kerja siswa, dengan menggunakan berbagai metode pendekataan “
 student centered “,
serta tersedia berbagai alat peraga.
2.1.3 Mutu Kurikulum
Kurikulum bermutu jika kurikulum yang dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuaidengan potensi daerah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, sesuai dengan duniaindustry dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum memberikan otonomi luaskepada satuan pendidikan dan keterlibatan masyarakat dalam mengefektifkan proses pembelajaran di sekolah.Menurut Sarbiran (2009),
 
Kurikulum terarah kepada; (1) tuntutan pasar, (2) penggunadan (3) masyarakat khusus. Terfokus dalam proses pembelajaran dengan: (1) menghasilkankarya-karya ilmiah, (2) prestasi belajar yang tinggi, (3) pemberian layanan/s
ervice
s yangcepat, dan (4) terciptanya “sistem pembelajaran” yang efektif.
2.2.4 Mutu Sumber Daya
Mutu sumber daya mencakup sumber daya manusia dan mutu sumber daya fisik sekolah. Sumber daya merupakan input yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan di sekolah. Tanpa sumber daya yang memadai proses pendidikan di sekolah tidak akan berlangsung dengan baik dan gilirannya target dan tujuan sekolah tidak akan tercapai.Lingkungan yang bersih dan sejuk akan memberikan ketenangan dan konsentrasi dalammengajar guru dan belajar siswa.
 
Mutu sumber daya manusia umumnya meliputi mutu potensi diri, proses dankinerjanya. Mutu potensi diri antara lain pengetahuan, etos kerja, sikap ketrampilan, disiplin,loyalitas dan kerjasama.
 
Sumber daya fisik tidak tidak mempunyai arti tanpa campur tangansumber daya manusia
.
Mutu guru sebagai pendidik, menyangkut intellektual, kemampuan,keterampilan baik akademik maupun non-akademik tatkala terlibat dalam proses pembelajaran, dan evaluasi.Mutu Proses dalam penelitian ini yang meliputi indikator mutu data informasi, mutukurikulum, mutu pembelajaran dan mutu sumber daya.
2.2 Kompetensi Guru
Kompetensi guru adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yangharus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan kewajiban-3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->