Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
fermentasi etanol dari sampah

fermentasi etanol dari sampah

Ratings: (0)|Views: 119|Likes:

More info:

Published by: Prahmaningtyas Nur Agustyn on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
FERMENTASI ETANOL DARI SAMPAH TPS GEBANG PUTIH SURABAYA
 ETHANOL FERMENTATION FROM SOLID WASTE SURABAYA TPS OF GEBANG PUTIH 
Mustika Hardi dan Wahyono HadiJurusan Teknik Lingkungan, Kampus ITS Sukolilo Surabaya.
 Email:hardi_zone@yahoo.com 
Abstrak Pembuatan etanol dapat berasal dari bahan sampah organik, khususnya sampah yang kayakarbohidrat. Kemudian sampah tersebut difermentasi dengan mikroorganisme baik menggunakanBakteri Zymomonas mobilis ataupun ragi yang terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme antaralain: Rhizopus, Aspergillus, Saccharomyces dan sebagainya.Dalam penelitian ini sampah organik yang akan difermentasi dihaluskan terlebih dahulumenjadi bubur dengan mencampur sampah dan air dengan perbandingan sampah dan air 75%: 25%(A) dan 50%:50% (B). Setelah itu sampel didihkan sampai 100º C. Hal ini supaya sampel bebasdari mikroorganisme patogen dan juga untuk mengekstrak sampah. Sampel kemudiandifermentasikan selama 3 , 5 dan 7 hari.Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa Zymomonas mobilis lebih baik dalammemfermentasi sampah menjadi etanol (9,51%) dibandingkan dengan ragi (8,05%). Sementarakonsentrasi bubur sampah yang paling baik dalam menghasilkan jumlah etanol yang paling tinggiadalah 75%:25% (46,11%). Sementara waktu fermentasi yang paling baik dalam penelitian iniadalah 7 hari (47,14%), diikuti 5 hari (46,07%) dan terakhir adalah 3 hari (40,46%)Kata kunci:
Fermentasi etanol. Zymomonas mobilis,Ragi
 
 Abstract  Ethanol can be produced from the organic waste, especially carbohydrate-rich waste. Thewaste is fermented by microorganisms, either by using Zymomonas mobilis or the yeast. The yeast is composed of various types of microorganisms such as: Rhizopus, Aspergillus, Sacharomices, etc.
 
Firstly, the organic waste is pulverized into pulp or slurry by a composition ratio of wasteand water of (A) 75%: 25% and (B) 50%: 50%, respectively. Therefore, these materials are boiled to 100
o
C to release pathogenic microorganisms and to extract the waste out, followed by a fermentation for 3.5 and 7 days.The research showed that Zhymomonas mobilis was better to ferment the waste into ethanol(9,51%) compared to yeast (8,05%). Meanwhile, the pulp or slurry A (75%:25%) was better to produce ethanol (46,11%) compared to slurry B (50%:50%) wich provided 45,40% of ethanol. Inthis research, best time to produce ethanol was subsequently was seven days (47,14%), five days(46,07%) and three days (40,46%)
 Key words: Ethanol Fermentation, Zymomonas mobilis, Yealt
 
1. Pendahuluan
Belum optimalnya penangan sampah yang memadai membuat perlunya diambil langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mengubah sampah tersebut menjadi sesuatu yangbermanfaat. Berbagai penelitian dan upaya telah dilakukan guna menemukan cara untuk mengatasimasalah tersebut. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini adalahmengubah sampah organik menjadi alkohol/etanol yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macamkeperluan. Kandungan gula yang terdapat dalam sampah organik akan diubah menjadi etanolmelalui proses fermentasi anaerob yang dibantu oleh mikroorganisme.Mikroorganisme yang dapat membantu proses fermentasi etanol antara lain khamir danbakteri. Khamir yang dapat membantu proses ini adalah
Saccharomyces cerevisiae
, sedangkansalah satu bakteri yang dapat berperan dalam proses ini adalah
 Zymomonas mobilis
. Pembuatanetanol melalui fermentasi
Saccharomyces
mempunyai beberapa kelemahan antara lain hanya dapatmemfermentasi jenis karbohidrat glukosa, sukrosa atau fruktosa dan tidak tahan dengan etanolkonsentrasi tinggi, sedangkan bakteri
 Zymomonas
walaupun secara alami hanya dapatmemfermentasikan jenis karbohidrat yang sama, tetapi bakteri ini sanggup bertahan pada etanolkonsentrasi tinggi dan dapat menghasilkan etanol lebih banyak.TPS Gebang Putih merupakan TPS yang melayani Kelurahan Gebang Putih dan sekitarnya.Jenis sampah yang terdapat didalamnya adalah sampah rumah tangga, sampah sisa warung makandll. Kandungan sampah organik yang terdapat pada sampah di TPS ini dapat dijadikan etanolmelalui proses fermentasi anaerob.
2. Tinjauan Pustaka
Etanol dapat dibuat oleh karbohdrat jenis apa saja yang dapat difermentasikan oleh khamir.Apabila pati-patian seperti jagung dan karbohidrat kompleks lain dipergunakan sebagai bahanmentah, maka bahan-bahan tersebut harus dihidrolisis terlebih dahulu menjadi gula sederhana yang
 
dapat difermentasikan. Enzim tersebut dapat difermentasikan dengan bantuan enzim dari
barleymalt 
(biji sejenis gandum yang telah direndam, dikecambahkan dan dikeringkan) atau denganpemanasan yang telah diasamkan. Beberapa bahan mentah yang dapat difermentasikan diseluruhdunia adalah jagung, tetes, kentang, beras dan buah anggur. (Pelczar, 1988)Kebanyakan produksi etanol dengan skala komersial dilakukan dengan menggunakan
Saccharomyces cerevisiae
karena dapat menggunakan bahan dari glukosa, fruktosa, galaktosa,maltosa dan maltotriosa. Produksi etanol dengan
S. cerevisiae
merupakan proses secara anaerobik meskipun pertumbuhan baru masih membutuhkan O
2
dan sedikit O
2
masih diperlukan untuk menunjang sel penghasil etanol. Pada matabolik cara pengaturan produksi etanol dari glukosacukup komplek, konsentrasi substrat, O
2
dan etanol mempengaruhi semua metabolisme khamir,daya hidup sel, pertumbuhan sel, pembelahan sel dan produksi etanol.Pembuatan etanol menggunakan bakteri
 Zymomonas mobilis
mempunyai beberapakeuntungan dibandingkan dengan
S. cerevisiae
antara lain: laju pertumbuhannya tinggi dan tahanterhadap konsentrasi etanol sekitar 14%. Bakteri ini menguraikan glukosa melalui alur 2-keton-3-deoksi-6-fosfoglukonat dan memecah piruvat dengan enzim piruvat dekarboksilase menjadiasetaldehida dan CO
2.
Asetaldehida kemudian direduksi menjadi etanol.(Putra
et al
dalam Ismail
et al
, 2009)
 Zymomonas mobilis
punya beberapa kelemahan. antara lain, tidak sanggupmengubah polimer karbohidrat kompleks, seperti selulosa, hemiselulosa, dan tepung menjadietanol. Menghasilkan produk sampingan, meliputi asam asetat, gliserol, aseton, dan sorbitol. Terjadipembentukan levan (polimer ekstraseluler). Untuk mengatasi masalah itu, perlu dilakukanpenelitian lanjutan yang diarahkan untuk meningkatkan produksi etanol lewat rekayasa genetika.Targetnya, mengembangkan strain
 Zymomonas mobilis
yang mampu menghasilkan etanol, baik darisubstrat glukosa maupun selulosa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->