Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah

Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah

Ratings: (0)|Views: 130 |Likes:
Published by unduh59

More info:

Published by: unduh59 on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

 
2
Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Edisi 2, Salemba Empat, Jakarta : 2008, hlm.156 sampai 157.
Perbedaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah
Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah atau prinsip agama Islam.Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau laba yang memberatkan, makabank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraandan keadilan. Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antaralain:
Perbedaan Falsafah
Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafahyang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnyasedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yangsangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, di mana untuk menghindari sistem
bunga
maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraanyang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Pada dasarnya, semua jenis transaksi perniagaanmelalu bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga (riba). Riba secarasederhana berarti bunga berbunga atau
compound interest 
yang dalam semua prosesnya bisamengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita diawal artikel ini.
Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Caratitipan dan investasi berbeda dengan deposito pada bank konvensional di mana depositomerupakan upaya membungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja nasabahmembutuhkan, bank syariah harus dapat memenuhinya. Akibatnya dana titipan menjadi sangatlikuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatuinvestasi yang membutuhkan pengendapan dana. Sesuai dengan fungsi bank sebagai
intermediary
yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabahpeminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudiandimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistemsyariah. Keuntungan dan pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha
 
2
Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Edisi 2, Salemba Empat, Jakarta : 2008, hlm.156 sampai 157.
itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Jika hasil usaha semakin tinggi rnaka semakin besarpula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecilotomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya.
Kewajiban MengeIola Zakat
Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat,menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi danperan yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial (zakat, infak,sedekah).
Struktur Organisasi
Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah(DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktivitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsipsyariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah NaionaI (DSN). Berdasarkan laporan dari DPSpada masing-rnasing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembagayang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembagayang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikansanksi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->