Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSI DEWASA AKHIR

PERKEMBANGAN SOSIO-EMOSI DEWASA AKHIR

Ratings: (0)|Views: 1,173 |Likes:
Published by Muthia Noor Hikmah

More info:

Published by: Muthia Noor Hikmah on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PENGKAJIANPERKEMBANGAN SOSIO-EMOSIONALDEWASA AKHIR (LATELY ADULTHOOD)A.
 
Pengertian Dewasa Akhir
Memasuki lanjut usia merupakan periode akhir dalam rentang kehidupan manusiadi dunia ini. Banyak hal penting yang perlu diperhatikan guna mempersiapkan memasukimasa lanjut usia dengan sebaik-baiknya. Kisaran usia yang ada pada periode ini adalahenam puluh tahun ke atas. Ada beberapa orang yang sudah menginjak usia enampuluh,tetapi tidak menampakkan gejala-gejala penuaan fisik maupun mental. Olehkarena itu, usia 65 dianggap sebagai batas awal periode usia lanjut pada orang yangmemiliki kondisi hidup yang baik.
B.
 
Karakteristik Masa Dewasa Akhir
 Menurut Hurlock (1980) ada 8 karakteristik masa dewasa akhir, yaitu :1.
 
Adanya periode penurunan atau kemunduran. Yang disebabkan oleh faktor fisik danpsikologis.2.
 
Perbedaan individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagaiwaktunya untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai hukuman.3.
 
Ada stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklahmenyenangkan.4.
 
Sikap sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang berusialanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah. Tetapi, ada jugamasyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama yangdianggap berjasa bagi masyarakat sekitar.5.
 
Mempunyai status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usialanjut.6.
 
Adanya perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yanglebih muda.7.
 
Penyesuaian diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yangdisebabkan oleh sikap sosial yang negatif.8.
 
Ada keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat penuaan.
 
C.
 
Tugas Perkembangan
1.
 
Menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik. Misalnya adanya perubahanpenampilan pada wajah wanita, menggunakan kosmetik untuk menutupi tanda-tandapenuaan pada wajahnya. Pada bagian tubuh, khususnya pada kerangka tubuh,mengerasnya tulang sehingga tulang menjadi mengapur dan mudah retak atau patah.2.
 
Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan keluarga.3.
 
Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup.4.
 
Menjalin hubungan dengan orang-orang disekitarnya.5.
 
Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan.6.
 
Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes dan harmonis.
D.
 
Perubahan Kemampuan Mental pada Usia Lanjut
Pada masa lalu di duga bahwa kerusakan mental yang tidak dapat dihindari jugadiikuti oleh kerusakan fisik. Menurunnya kondisi fisik yang menunjang kerusakanmental telah ditunjukan dengan fakta bahwa perlakuan terhadap hormon seks padawanita berusia lanjut dapat meningkatkan kemampuan berfikir, mempelajari bahan baru,menghafal, mengingat, dan meningkatkan kemauan untuk mengeluarkan energiintelektual. Pada pihak lain beberapa kondisi pathologis seperti tekanan darah tinggi,mengarah pada hilangnya kemampuan intelektual pada usia lanjut meskipun menurutWilkie dan Eisdorfer bahwa gangguan-gangguan semacam itu bukan merupakan bagiandari proses ketuaan yang normal (Hurlock, 1980).Seberapa besar penurunan kemampuan mental pada usia lanjut? Ada yang pentinguntuk diketahui bahwa menurunnya kemampuan mental yang berhubungan dengan usialanjut mungkin tidak sepopuler yang diduga orang atau seperti yang diduga orang atauseperti yang dilaporkan oleh hasil studi terdahulu. Dalam beberapa hal, adalah untuk penurunan mental yang kelihatatan yang menyertai pertambahan usia. Sebagai tambahan,selama diketahui bahwa kecepatan bergerak menurun secara bertahap sesuai denganpertambahan usia, maka tes terhadap kemampuan mental yang menekankan pada elemenwaktu dianggap tidak sesuai bagi orang berusia lanjut. Karena adanya bukti-bukti yangsaling bertentangan dewasa ini tentang menurunnya kemampuan mental, Horn danDonaldson memperingatkan bahwa (82):
 Ada hal yang menyebabkan bertentangan pandangan, bahwa semua kemampuan yang dipercayai terlibat dalam kecerdasan menurun atau menurun dalam cara yangsama; beberapa kemampuan menurun atau tidak sama sekali. Disamping itu juga ada
 
hasil yang bertentangan dengan yang diharapkan, bahwa penurunan kemampuanmental terjadi bagi seluruh sabjek atau yang sudah diatur sedini mungkin seperti yang diharapkan data antar bagian secara terpisah.
Tidak ada usia tertentu yang dianggap sebagai awal mula terjadinya penurunan mentaldan tidak ada pola khusus dalam penurunan mental yang berlaku untuk semua orang.
E.
 
Lingkungan Sosial Orang Dewasa Lanjut1.
 
Teori-teori sosial mengenai penuaan
Menurut Santrock (2002) Tiga teori yang menonjol, yaitu :
a.
 
Teori pemisahan (
 disangagement theory
)
Teori pemisahan menyatakan bahwa orang-orang dewasa lanjut secara perlahan-lahan menarik diri dari masyarakat (Cumming & Henry (2002), dalam Santrock).Penurunan interaksi sosial dan peningkatan kesibukan terhadap diri sendiridianggap mampu meningkatkan kepuasan diantara orang-orang dewasa lanjut,rendahnya semangat juang akan mengiringi aktifitas yang tinggi dan pemisahantidak dapat dihindari bahkan dicari-cari oleh orang usia lanjut. Serangkaianpenelitian gagal mendukung penelitian ini (Maddox, 1968; Neugarten,Havighurst & Tobin, 1968; Reichard, Levson & Peterson, 1962). Ketika individuterus hidup secara aktif, energik, dan produktif sebagai orang dewasa lanjut,kepuasan hidup mereaka tidak menurun; sering kali tetap meningkat.
b.
 
Teori aktifitas (
 activity theory
)
Teori aktifitas menyatakan semakin orang-orang dewasa lanjut aktif dan terlibat,semakin kecil mereka mersa renta dan semakin besar kemungkinan merekamerasa puas dengan kehidupannya. Teori ini menyatakan bahwa individu-individu seharusnya melanjutkan peran-peran masa dewasa tengahnyadisepanjang masa dewasa akhir; jika peran-peran itu diambil dari mereka (PHK),penting bagi mereka untuk menemukan peran-peran pengganti yangmemmelihara keaktifan dan keterlibatan mereka di dalam aktifitas-aktifitaskemasyarakatan.
c.
 
Teori rekonstruksi gangguan sosial (
 social breakdwown-reconstruction theory
)
Teori ini menyatakan bahwa penuaan dinyatakan melalui fungsi psikologisnegatif yang dibawa oleh pandangan-pandang negatif tentang dunia sosial dariorang-orang dewasa lanjut yang tidak memadainya penyediaan layanan untuk 

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Akbar Prasetya liked this
Indras Wari liked this
Muhammad Shukri liked this
Setya Rani liked this
Maximilla Anna liked this
A Cut Qonita R liked this
Aqilah_Anua_4110 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->