Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Pendidikan

Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 2,001 |Likes:

More info:

Published by: Yulvitriyani Sebayang on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH SOSIAL BUDAYA TERHADAP PENDIDIKANBAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangManusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat secara individu, selalu berkeinginanuntuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya. Keinginan hidup bersama initerutama pada aktivitas hidup yang berhubungan dengan lingkungannya. Dalam menjawabtantangan alam, manusia saling berhubungan satu dengan yang lain, sehingga suatumasyarakat dan aturan yang menyebabkan suatu hubungan antar individu, individu dengankelompok dan kelompok dengan kelompok. Adanya norma-norma, adat istiadat, kepercayaandalam suatu masyarakat, semuanya berhubungan dengan keseimbangan. Agar tercipta suatuhubungan yang serasi, baik dalam pengelolaan alam maupun dalam hubungan sosial. Melihathubungan tersebut maka kebudayaan menjadi mekanisme kontrol bagi kelakuan manusia.Adanya tantangan alam dan respon masyarakat, mengakibatkan kehidupan iniberkembang menjadi masyarakat menjadi dinamis. Setiap saat timbul berbagai pemikiranuntuk memberikan respon terhadap tantangan alam tersebut. Dinamika masyarakatmemberikan kesempatan kebudayaan untuk berkembang. Sehingga secara singkat dapatdikatakan bahwa tidak ada kebudayaan tanpa masyrakat, dan tidak ada masyarakat tanpakebudayaan sebagai wadah pendukung. Sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan danmasyarakat merupakan satu kesatuan sistem.Pendidikan di sekolah bukan hanya ditentukan oleh usaha murid secara individualatau berkat interaksi murid dan guru dalam proses belajar-mengajar, melainkan juga olehinteraksi murid dengan lingkungan sosialnya dalam berbagai situasi sosial yang dihadapinyadi dalam maupun diluar sekolah. Anak itu berbeda-beda bukan hanya karena berbeda bakatatau pembawaannya akan tetapi terutama karena pengaruh lingkungan sosial yang berlain-lainan. Ia datang ke sekolah dengan membawa kebudayaan rumah tangganya, yangmempunyai corak tertentu, bergantung antara lain pada golongan atau status sosial, kesukuan,agama, nilai-nilai dan aspirasi orang tuanya. Di sekolah ia akan memilih teman, kelompok,yang ada pada suatu saat akan sangat mempengaruhi tingkah lakunya. Selanjutnya anak dipengaruhi oleh kepala sekolah dan guru-guru, yang masing-masing mempunyai kepribadiansendiri-sendiri yang antara lain terbentuk atas golongan sosial dari mana ia berasal dariorang-orang yang dipilihnya sebagai kelompok pergaulannya. Pendidikan sendiri dapatdipandang sebagai sosialisasi, yang terjadi dalam interaksi sosial. Maka karena itu sudahsewajarnya seorang pendidik harus berusaha menganalisa lapangan pendidikan dari segisosiologi, mengenai hubungan antara manusiawi dalam keluarga di sekolah, diluar sekolah,dalam masyarakat dan sistem-sistem sosialnya. Selain memandang anak sebagai makhluk sosial, sebagai anggota dari berbagai macam lingkungan sosial.1.2. Rumusan masalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah :a. Apa yang dimaksud dengan sosiologi dalam pendidikan ?b. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan dalam pendidikan ?
 
c. Apa yang dimaksud dengan sekolah dan perubahan masyarakat ?1.3. Batasan MasalahBerdasarkan perumusan masalah diatas, maka yang menjadi batasan masalahnyaadalah bagaimana pengaruh sosial budaya terhadap pendidikan1.4. Tujuan PembahasanAdapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang landasansosial budaya dalam pengembangan ilmu pendidikanBAB IIPEMBAHASAN2.1 Sosiologi dan pendidikanSecara harfiah atau etimologis, sosiologi berasal dari bahasa latin : socius = teman,kawan, sahabat, dan logos = ilmu pengetahuan. Jadi sosilogi adalah ilmu pengetahuan tentangcara berteman, berkawan, dan bersahabat yang baik dalam masyarakat.Ada beberapa pemngertian sosiologi pendidikan yaitu :a. Menurut Prof. DR. S. Nasution, MA, sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadianindividu agar lebih baik.b. Menurut F. G. Robbins dan Brown, sosiologi pendidikan ialah ilmu yang membicarakan danmenjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkanserta mengorganisasikan pengalaman. Sosilogi pendidikan mempelajari kelakuan sosial sertaprinsip-prinsip untuk mengontrolnya.Ciri-Ciri SosiologiSosiologi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :a. sosiologi bersifat empiris yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan padaobservasi terhadap kenyataan dan akal serta hasilnya bersifat sekulatif.b. Sosilogi bersifat teoristis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusunabstraksi dari hasil-hadil observasi. Abstraksi terfsebut merupakan kerangka unsur-unsuryang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebabakibat, sehingga menjadi teori.c. Sosiologi bersifat komulatif yang berati bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasarteori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas sertamemperluas teori-teoriyang lama.d. Bersifat non-etis, yakni yang mempersoalkan bukanlah buruk baiknya fakta tertentu akantetapi tujuannya dalah untuk menjelaskan fakata tersebut secara analistis.Peran Sosiologi Dalam Dunia PendidikanKenyataan menjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan sangat cepat,
 progresif, dan kerap kali menunjukkan gejala “disintegratif” (berkurangnya kesetiaan
 
terhadap nilai-
nilai umum), perubahan sosial yang sangat cepat menimbulkan “cultural lag”
(ketinggalan kebudayaan akibat adanya hambatan-hambatan). Cultural lag ini merupakansumber masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Masalah-masalah sosial juga dialami didunia pendidikan, sehingga lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengatasinya. Makalembaga-lembaga pendidikan mengharapkan ahli sosiologi dapat menyumbangkanpemikirannya untuk ikut memecahkan masalah-maswalah pendidikan yang fundamental.Dalam hal ini adalah sosiologi pendidikan.Agar para pendidikan dapat mengajar atau memberitahu bagaimana siswa dapatmemiliki kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat, dan akrab maka pendidik harusmemahami dan dibekali dengan sosiologi. Mengapa para guru dan calon guru harusmemahahami dan dibekali dengan sosiologi? Guru adalah seorang administrator, informator,konduktor, dan sebagainya, dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakat. Dari guru,sebagai pendidik dan pembangun maka generasi baru diharapkan memiliki tingkah laku yangbermoral tinggi demi masa depan bamngsa dan negara. Selain itu kepribadian guru dapatmempengaruhi suasana kelas/sekolah, baik kebebasan yang dinkmati anak dalammengeluarkan buah pikiran, dan mengembangkan kreatifitasnya ataupun pengekangan danketerbatasan yang dialami dalam pengembangan pribadinya.Proses sosial dimulai dari interaksi sosial yang didasarkan pada faktor-faktor berikutini :
 
ImitasiPeniruan yang bisa bersifat positif atau negatif yang dilihat peserta didik dari lingkungannya
 
SugestiSesorang yang memiliki sifat tertarik atau menerima pada pandangan atau sikap orang lainyang berwibawa atau berwewenang atau mayoritas.
 
IdentifikasiSeorang anak akan mensosialisasikan lewat identifikasi, ia akan berusaha menyamakandirinya dengan orang lain baik secara sadar maupun tidak sadar.
 
SimpatiSikap ini akan terjadi jika sesorang tertarik terhadap orang lain.Faktor perasaan disini sangat dominan dan biasanya terjadi hubungan yang akrabdiantaranya.Keempat faktor tersebut yang mendasari sosialisasi anak-anak dimana terjadi suatutingkatan keterlibatan hati anak-anak dalam mengadakan proses sosial. Untuk memudahkanterjadinya sosialisasi dalam pendidikan, guru haruslah menciptakan situasi pada dirinyasendiri, agar faktor-faktor yang mendasari sosialisasi itu muncul pada diri anak-anak.Proses sosialisasi yang dilakukan dengan baik akan sangat membantu pelaksanaansosiologi pendidikan. Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses membimbing individu kedalam dunia sosial. Sosialisasi dilakukan dengan mendidik individu/siswa pada kebudayaanyang harus dimiliki dan diikutinya, agar ia menjadi anggota masyarakat yang baik termasuk  juga kedalam berbagai kelompok khusus. Jadi sosialisasi juga dapat dianggap sebagaipendidikan atau masyarakat atau memanusiakan diri. Sebagai pendidikan adalah prosesmemanusiakan manusia secara manusiawi, disesuaikan dengan perkembangan situasi dankondisi sosialnya.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
fatus_228935261 liked this
Teh Eka Sobiatin liked this
dayanzr liked this
Roslina Rawi liked this
Marta Dinata liked this
Reni Mutmutz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->