Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
51Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metode Penelitian Ilmu Sosial

Metode Penelitian Ilmu Sosial

Ratings: (0)|Views: 39,876|Likes:
Published by ELzhe LuphlyNa Yoma

More info:

Published by: ELzhe LuphlyNa Yoma on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENCARIAN KEBENARANA. Dapatkah Manusia Mencapai Kebenaran?
Pada zaman dahulu orang beranggapan bahwa kebenaran itu tidak bisa dimiliki olehmanusia. Kebenaran adalah milik Tuhan. Namun ada beberapa kelompok yang berbedapendapat. Kelompok yang berbeda ini ada dua kelompok yaitu kelompok Agnotisisme danNotisisme. Kelompok Notisisme beranggapan bahwa setiap manusia memiliki keterbatasnya,dan untuk mencapai suatu kebenaran maka kebenaran yang kan didapatkan adalah kebenaranyang relatif. Sedangkan kelompok Agnotisisme menjelaskan bahwa kebenaran yang akandicapai manusia adalah kebenaran yang absolute dan pasti tidak akan berubah sampaikapanpun.
B. Cara Mencari Kebenaran
Manusia akan selalu berkembang disaat mekera menyadari bahwa ada sesuatu halyang tidak diketahui didalam diriny. Hal itulah yang membuat manusia ingin selalu mencari
kebenaran dengan kata lain manusia selalu ingin mencari “sesuatu” dan sesuatu inilah yang
menjadikan manusia selalu memiliki rasa keingi tahuan untuk mengambangkan ilmupengetahuan dan untuk mencari sebuah kebenaran. Perkembangan manusia yangmenggunakan nalar untuk mencari pengetahuan. Ada beberapa hal yang mendasari bahwanalar dan ilmu pengetahuan berhubungan untuk menemukan sebuah kebenaran. Secaraprinsip, penggunaan kedua hal ini memiliki perbedaan dari beberapa sisi.Pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui strukter-struktur teori dan diujikonsistensi internalnya. Hal ini berbeda dengan nalar sehat yang sangat sulit untuk mencaristruktur teorinya. Kedua, dalam upaya mengembangkan struktur teori tersebut dalam ilmupengetahuan, dilakukan tes maupun pengujian empiris, yang dapat dilakukan semua orang.Seandainya dilakukan uji mepiris hasil antara orang yang satu dengan orang yang lainnyaberbeda, tergantung kemampuan daya nalar yang bersangkutan. Ketiga, dalam ilmupengetahuan, pengujian-pengujian dilakukan dengan menggunakan berbagai prasyarat yangberfungsi untuk memberikan kontrol. Keempat, berbeda dengan pengunaan nalar sehat, ilmupengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadra dan sistematis.Pola hubungan yang dilakukan tidak dilakukan secara asal-asalan.Dalam penjelasan sebelumnya dijelaskan bahwa manusia dalam hidupnya selaluberusaha untuk mencari sesuatu yang dianggapbenar yaitu kebenaranitu sendiri. banyak carayang dilakukan untuk mendapatkan kebenaran dari mulai menggunakan cara yang tidak disengaja (secara kebeltulan) ataupun dengan model yang dapat dipertanggungjawabkan
 
2
secara ilmiah. Proses pencarian kebenaran dapat dilakukan dengan cara kebetulan, trial daneror, melalui otoritas, metode problem solving, berpikir kritis berdasarkan pengalaman,melalui penyelidikan ilmiah. Berikut adalah beberapa pamaparan mengenai masing-masingcara.
1.
 
Secara Kebetulan
Secara kebetulan bisa juga diartikan bahwa bagaimana kita menemukan sebuahkebenaran atau sebuah ilmu pengetahuan secra tidak sengaja. Contohnya adalahpenemuan yang secra tidak sengaja kemudian diteliti secara intensif. Peristiwaseorang ilmuan yang tercengang saat masuk kedalambak mandinya (bathtub) danmelihat air keluar dari bak mandi saat dirinya masuk dan berendam. Peristiwa itudiulangi berkali-kali hingga akhirnya dia bisa menemukan sebuah teori ilmu fisikadan ilmuan itu bernama Archimedes yang secara gemilang menemukan hukum yangsekarang kita kenal dengan hukum Archimedes.
2.
 
Trial dan Eror
Model Trial dan Eror adalah model untuk mendaptkan sebuah kebenaran dimananaluri manusia untuk manemukan kebenaran yang belum mengetahuinya. Motode inibisa juga disebut dengan model spekulasi atau biasa disebut sebagai model untung-untungan karena lebih banyak mengandlakn faktor keberuntngan. Model trial dan erorini bisa dilakukan dengan cara terus mencoba dan jika melakukan kegagalan makapengalaman sebelumnya dapat dijadikan sebuah pelajaran. Namun, metode ini hanyabisa dikatakan mengandalkan naluri manusia saja bukan secara ilmiah. Jadi metodeini sebaiknya dihindari.
3.
 
Melalui Otoritas
Otoritas dapat dimaknai sebagai kekuasaan atau wewenang. Dalam artian orang yangmempunyai kekuasaan yang bisa mendapatkan sebuah kebenaran atau dapatmengeluarkan sebuah kebenaran. Namun, otoritas ini memiliki kelamahan karenahanya berpihak pada kelompok tertentu yang memiliki otoritas. Dalam artian hanyamementingkan golongan. Sehingga, penentuan kebenaran tidak dapat dipertanggung jawabkan.
4.
 
Metode Problem Solving
Metode problem solving yang dikembangkan oleh Karl. Popper pada tahun 1937merupan variasi moden trial dan eror. Metode ini menunjukkan skema sebagaiberikut.
P1-TS-EE-P2
 
3
P1:
Problem awal
TS :
Solusi tentatif - teori yang dicoba ajukan
EE :
 
“eror diminution” evaluasi dengan tujuan menemukan dan membuang
kesalahan
P2 :
Situasi baru yang diakibatkan oleh evaluasi kritis atas solusi tentatif terhadapproblem awal sehingga timbul problem baru.
5.
 
Berpikir Kritis/ Berdasarkan Pengalaman
Contoh dari metode berpikir kritis berdasarkan pengalaman adalah berpikir secarainduktif dan deduktif yang diciptakan olrh Francis Bacon. Secara deduktif artinyaberpikir dari hal yang umum ke yang khusus, dam berpikir induktif adalah berpikiryang khusus ke umum. Metode deduktif dan induktif merupakan cara berpikir danbukan metode untuk menganalisis data.
6.
 
Melalui Penyelidikan Ilmiah
Bagi kalangan akademis, kebenaran inilah yang dikedepankan, yaitu kebenaran yangdidasari pada temuan empiris ilimiah, bukan nebenaran spekulasi tentatif. Kebenaranilmiah memungkinkan orang untuk melacak dan membuktikan benar atau tidaknyaungkapan teori yang diajukan.
C. Kriteria Kebenaran1.
 
Teori Koherensi
Teori koherensi yaitu bahwa suatu pernyataan dianggap bila pernyataan tersebutbersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yangdianggap benar. Dalam materi geografi dijelaskan bahwa bumi bulat. Pernyataan inibenar sebab pernyataan terdahulu juga menyebutkan hal yang sama.
2.
 
Teori Korespondensi
Tokoh utama teori korespondensi adalah Bertrand Ussel. Dalam teori ini suatupernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandungberkorespondensi dengan objek yang dituju pernyataan tersebut.
3.
 
Teori Pragmatis
Tokoh dari teori pragmatis adalah Charle S. Piere. Pemahaman yang dimunculkandalam teori ini adalah bahwa kebenaran adalah suatu pernyataan ukur melalui kriteriaapakah pernyataan tersebut bersifat fungsiaonal dalam kehidupan praktis. Secarasederhana dijelaskan bahwa seseuatu itu dianggap benar jika hal itu memilikikegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->