Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penatalaksanaan Fibrilasi Atrium Pascabedah Jantung Management of Atrial Fibrillaton After Cardiac Surgery

Penatalaksanaan Fibrilasi Atrium Pascabedah Jantung Management of Atrial Fibrillaton After Cardiac Surgery

Ratings: (0)|Views: 437|Likes:
Published by Arif Kurniadi

More info:

Published by: Arif Kurniadi on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
 ABSTRACT 
Post-operave atrial fibrillaon (POAF) is themost common complicaon encountered aer cardiacsurgery. The incidence of POAF reported in previous stud-ies varies between 20% and 50%, depends on definionsand methods of detecon. The peak incidence of POAF isbetween postoperave days 2 and 4 and it is seldom seenaer the first week of surgery. Although generally well tolerated and seen as atemporary problem related to surgery, POAF can be lifethreatening, parcularly in elderly paents and thosewith le ventricular dysfuncon. POAF associated withincreased post-operave thromboembolic risk and stroke,hemodynamic compromise, ventricular dysrhythmias,and iatrogenic complicaons associated with therapeucintervenons.The pathophysiology of POAF aer heart surgery is not precisely known, but the mechanisms are thought to be mulfactorial. Different risk factors have been re- ported, and many studies have evaluated the prophylac-c effect of different pharmacologic or physical interven-ons. Thus, opmal prevenve and treatment strategiesare importance to reduce the impact of POAF.
Keywords:
atrial fibrillaon, cardiac surgery, postoperave management 
ABSTRAK
Post-operave atrial fibrillaon (POAF)
meru-pakan komplikasi yang sering terjadi pasca bedah jan-tung. Insidensnya berkisar antara 20-50%, bergantungpada metode dan definisi yang dipergunakan. Puncak in-sidens POAF terjadi antara hari kedua dan hari keempatpascaoperasi dan jarang terjadi setelah seminggu pas-caoperasi.Meskipun POAF umumnya bisa ditoleransi dansifatnya sementara, POAF dapat mengancam nyawa, ter-utama pada pasien tua dan pasien dengan disfungsi ven-trikel kiri. POAF dihubungkan dengan peningkatan risikoterjadinya morbiditas dan mortalitas stroke pascaopera-si, gangguan hemodinamik, disritmia ventrikel, dan kom-plikasi iatrogenik akibat intervensi terapi yang diberikan.Patofisiologi terjadinya POAF belum sepenuhnyadiketahui, akan tetapi mekanismenya diperkirakan mul-faktorial. Berbagai faktor risiko dilaporkan dapat menye-babkan terjadinya POAF dan beberapa penelian telahmengevaluasi efek profilaksis dari beberapa obat danteknik intervensi yang digunakan. Strategi pencegahandan pengobatan yang opmal diperlukan untuk mengu-rangi komplikasi POAF.
Kata kunci
: fibrilasi atrium, operasi jantung,penatalaksanaan pascaoperasi
PENDAHULUAN 
Fibrilasi atrium merupakan aritmia supraven-trikular yang ditandai dengan akvasi atrium yang dakterkoordinasi dengan konsekuensi terjadinya perubahanfungsi mekanik atrium. Pada elektrokardiogram (EKG), AFditunjukkan dengan hilangnya gelombang P akibat osi-lasi cepat atau gelombang fibrilasi yang bervariasi dalamukuran, bentuk, dan waktunya, diiku dengan responsventrikel yang cepat, sering, dan ireguler saat konduksiatrioventrikuler (AV) masih utuh. AF respons cepat didefi-nisikan sebagai AF yang denyut respons ventrikulernyalebih dari 100 denyut per menit.
1
Insidens POAF berkisar antara 20-50%, bergan-tung pada kondisi pasien, pe pembedahan, dan definisiyang digunakan.
2
Pasien yang hanya mengalami oper-asi CABG mengalami insidens POAF yang lebih rendahdibandingkan dengan pasien yang mengalami operasikatup atau kombinasi keduanya. Sebuah studi meta-analisis dari 24 penelian memperkirakan insidens POAF
I TINJAUAN PUSTAKA I
Penatalaksanaan Fibrilasi Atrium Pascabedah Jantung
Management of Atrial Fibrillaon Aer Cardiac Surgery 
I Made Adi Parmana, Herdono Poernomo
I Made Adi Parmana, Herdono Poernomo
Bagian Anestesi dan Perawatan Intensif RS Pusat Jantung dan Pembuluh DarahHarapan Kita, Jakarta
• Anestesia & Critical Care • Vol 28 No.3 September 2010 • 65•
 
• Anestesia & Critical Care • Vol 28 No.3 September 2010 • 66•
sekitar 26,7%.
3
Tabel 1.
Penelian
 
POAF pada lebih dari 500 pasien:insidens dan risiko preopera
3
Variable Almasi et al. Aranki et al. Creswell et al. Fuller et al. Gavaghan etal.Hashimoto etal.
Patients, nPatients with AF,n385511425701893983137816664731247297800186Incidence of AF,%30 33 35 28 24 23Definitions of AFPatients withAF/patients withsurgery, n/n (%)CABG aloneCABG and aorticvalvereplacementCABG and mitralvalvereplacementAortic valvereplacementMitral valvereplacementTransplantationOthersMultivariate predictors of AF :Odds ratios(95%CI)AgeHypertensionMale sexPrevious AF NS863/3126(28)83/228(36)21/35(60)76/231(33)20/41(49)79/194(41)1.6(1.5-1.8)‡P < 0.0011.2(1.0-1.4)P < 0.05AF requiringmedication or pacing189/570(33)2.0(1.3-3.0)§P < 0.0011.6(1.0-2.3)P < 0.051.7(1.1-2.7)P = 0.01AF detected bytelemetry andrequiringtreatment905/2833(32)95/158(60)65/103(63)83/170(49)43/97(44)15/136(11)172/486(35) NSP < 0.001‡‡‡‡Any duration of AF detected bycontinuoustelemet‡ry473/1666(28) NSP = 0.001‡‡ NSP < 0.05 NS225/898(25)26/116(22)8/52(15)8/181(4)Any new onsetof AF186/800(23)2.4¶P < 0.001‡‡‡‡2.5¶Previouscongestive heartfailure
‡‡
Secara umum, POAF terjadi pada 30% pasienyang mengalami CABG, 40% pasien yang mengalami op-erasi katup, dan 50% atau lebih pada pasien yang men-galami kombinasi keduanya.
4
 FAKTOR RISIKO TERJADINYA POAF
Faktor penyebab terjadinya POAF bersifat mul-faktorial dan belum sepenuhnya dimenger.
1,2,4
Tabel 2.
Faktor predisposisi terjadinya POAF
2
 
Faktor preoperafFaktor intraoperaFaktor pascaop-eraf 
Usia lanjutJejas atrial akibatbedahKelebihan volumeHipertensiIskemia atrialPeningkatan
aer-load 
DiabetesPembukaan venapulmonerHipotensiObesitasKanulasi venaSindrom metabolikPerubahan volumesecara akutPembesaran atriumkiriDisfungsi diastolikHipertrofi ventrikelkiriPredisposisi genek
Beberapa faktor penyebab POAF antara laininflamasi perikardial, produksi katekolamin yang ber-lebihan, kedakseimbangan otonom selama periodepascaoperasi, serta perpindahan cairan intersisial yang
Penatalaksanaan Fibrilasi Atrium Pascabedah Jantung I
Management of Atrial Fibrillation After Cardiac Surgery
Tabel 3
. Skor untuk memprediksi terjadinya POAF
7
 
• Anestesia & Critical Care • Vol 28 No.3 September 2010 • 67•
menyebabkan perubahan pada volume, tekanan, danneurohormonal. Faktor-faktor tersebut menyebabkanperubahan dan perlambatan konduksi atrial. Beberapafaktor risiko untuk terjadinya POAF antara lain:
2,3
 Faktor usia merupakan faktor independen yangsering dihubungkan dengan terjadinya POAF. Pening-katan usia dihubungkan dengan beberapa perubahanseper dilatasi atrium, atrofi miokard, dan penurunankonduksi atrial. Akvasi neurohormonal dapat mening-katkan kepekaan terjadinya POAF. Peningkatan akvitassimpas dan parasimpas dapat menyebabkan peruba-han atrial refrakter (misalnya pemendekan periode efek-vitas
refractory atrial 
). Hal ini pernah dilaporkan olehHogue
 
yang mendapatkan terjadinya peningkatan ataupenurunan variabilitas interval RR akibat peningkatantonus vagal atau simpas sebelum terjadinya aritmia.Oleh karena itu, ndakan intervensi, baik pada sistemsaraf simpas maupun parasimpas, bermanfaat untukmenekan terjadinya aritmia pascaoperasi.
2,3
 Dalam hal obesitas, faktor tersebut menyebab-kan peningkatan curah jantung, serta menyebabkan uku-ran ventrikel kiri dan atrium kiri yang lebih besar. Hal itudapat menyebabkan terjadinya POAF. Sebagai tambahandari proses tersebut, beberapa mekanisme patofisiologilain juga memegang peranan penng untuk terjadinyaPOAF, termasuk kelebihan volume, faktor genek yangdihubungkan dengan varian gen dengan promotor in-terleukin-6, perubahan akibat stres oxidaf atrium, danpeningkatan protein koneksin 40 pada taut kedap.
2,5,6
 Faktor-faktor risiko POAF kemudian dikelompok-kan sehingga dapat dilakukan idenfikasi secara akuratkelompok mana yang berisiko nggi dan berisiko rendahmengalami POAF.
PATOFISIOLOGI DAN MEKANISME TERJADINYA FIBRILA-SI ATRIUM 
Beberapa faktor risiko POAF menyebabkan pe-rubahan refraktori dan perlambatan konduksi atrial.
 
Gel-ombang
re-entry 
mulpel yang terjadi akibat perubahanrefrakter atrial tampaknya merupakan mekanisme elek-trofisiologi yang melatarbelakangi terjadinya POAF.
2
Faktor intraoperaf dan pascaoperaf seperiskemik atrium dan cedera atrium sewaktu operasi dapatmenyebabkan perubahan substrat atrium. Inflamasi jugamemegang peranan penng dalam terjadinya POAF. Be-berapa penelian menunjukkan bahwa inflamasi dapatmenyebabkan perubahan konduksi atrial, memfasili-tasi mekanisme
re-entry 
, serta mencetuskan terjadinyaPOAF. Sirkulasi ekstrakorporeal yang menyebabkan ter- jadinya respons inflamasi sistemik sering menyebabkanterjadinya POAF.
2,8
KOMPLIKASI POAF
Meskipun fibrilasi atrium sering merupakan tan-da beratnya penyakit, beberapa komplikasi yang mbuldapat terjadi akibat langsung dari aritmia tersebut. Fi-brilasi atrium dapat menyebabkan hipotensi atau edemaparu, stroke, dan perubahan
cardiac index 
. Pasien den-gan fibrilasi atrium lebih sering memerlukan
 pacemaker 
 permanen dan perawatan yang lebih lama di unit per-
I MADE ADI PARMANA, HERDONO POERNOMO
Gambar 1.
Patofisiologi dan mekanisme terjadinya fibrilasi atrium
7

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->