Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Paradigma Kebijakan Pelayanan Publik Pada Era Otonomi Daerah

Analisis Paradigma Kebijakan Pelayanan Publik Pada Era Otonomi Daerah

Ratings: (0)|Views: 167 |Likes:
Published by Roudlotul Hidayah

More info:

Published by: Roudlotul Hidayah on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
Pelayanan publik 
 
2012
PENDAHULUAN
Pelayanan publik menjadi isu kebijakan yang semakin strategis karena perbaikan
 pelayanan publik di Indonesia cenderung “berjalan di tempat” sedangkan implikasinya
sangatlah luasdalam kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya dan lain-lain. Dalamkehidupan ekonomi, perbaikan pelayanan publik akan bisa memperbaiki iklim investasi yangsangat diperlukan bangsa ini agar bias segera keluar dari krisis ekonomi yangberkepanjangan. Buruknya pelayanan publik di Indonesia seing menjadi variable yangdominan mempengaruhi penurunan investasi yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja.Sayangnya, perbaikan pelayanan publik dalam berbagai studi yang dilakukan tidaklahberjalan linier dengan reformasi yang dilakukan dalam berbagai sector sehingga pertumbuhanekonomi yang diharapkan dapat menolong bangsa ini keluar dari berbagai krisis ekonomibelum terwujud (Sinambela dkk., 2006).Rendahnya kualitas pelayanan publik di Indonesia sudah lama menjadi keluhanmasyarakat. Para pengusaha mengeluh mengenai rumit dan mahalnya harga pelayanan,sementara masyarakat sering mengalami kesulitan untuk memperoleh akses terhadappelayanan publik, sedangkan pelayanan publik pada hakikatnya dirancang dandiselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan membangun kinerjapelayanan publik yang baik, sesungguhnya pemerintah bisa membangun hubungan yangbaikdengan masyarakat dan memperluas legitimasinya di mata publik (Policy Brief, 2001).Salah satu buah dari reformasi yang digulirkan oleh para mahasiswa pada tahun 1998adalah dengan diberlakukannya otonomi daerah. Dengan otonomi daerah, maka harapan akanberubahnya bentuk pelayanan ke arah yang lebih baik menjadi terbuka. Karena salah satu daritujuan diberlakukannya otonomi daerah (menurut UU No. 22 Tahun 1999 dan sekarangdiubah dengan UU No. 32 Tahun 2004), adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Halini akan ditandai dengan berubahnya bentuk pelayanan, dari pelayanan yang sulit menjadimudah, yang mahal menjadi murah, yang tadinya memakan waktu yang lama menjadi lebihcepat, dan yang jauh menjadi lebih dekat.Pemberian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnyakesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran sertamasyarakat. Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik yangdilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah, selama ini didasarkan pada pendekatanparadigma
rule government 
(legalitas) yang dalam prosesnya senantiasa menyandarkan atau
 
Pelayanan publik 
 
2012
berlindung pada peraturan perundang-undangan, atau mendasarkan pada pendekatanlegalitas. Penggunaan paradigma
rule government 
atau pendekatan legalitas, dewasa inicenderung mengedepankan prosedur, urusan dan kewenangan, dan kurang memperhatikanproses, serta tidak melibatkan stakeholder baik di lingkungan birokrasi, maupun masyarakatyang berkepentingan.Perubahan signifikan pada pelayanan publik, dengan sendirinya akan dirasakanmanfaatnya oleh masyarakat dan berpengaruh terhadap meningkatnya kepercayaanmasyarakat kepada pemerintah. Terselenggaranya pelayanan publik yang baik, menunjukkanindikasi membaiknya kinerja manajemen pemerintahan, dan disisi lain menunjukkanadanyaperubahan sikap mental dan perilaku aparat pemerintahan menjadi lebih baik.Meningkatnya kualitas pelayanan publik, sangat dipengaruhi oleh kepedulian dan komitmentop pimpinan/top manajer dan aparat penyelenggara untuk menyelenggarakankepemerintahan yang baik. Tidak kalah pentingnya, pelayanan publik yang baik akanberpengaruh menutuppeluang dan/atau mempersempit terjadinya peluang KKN, yang dewasaini telah merebak disemua lini ranah pelayanan publik, serta dapat menghilangkandiskriminasi pelayanan.Dalam konteks pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, perbaikan ataupeningkatan kualitas pelayanan publik yang dilakukan pada jalur dan cara yang benar,memiliki nilai strategis dan bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan investasi dankegiatan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat luas (masyarakat dan swasta).Paradigma
good governance
sangat relevan dan menjiwai kebijakan pelayanan publicyang diarahkan untuk meningkatkan kinerja manajemen pemerintahan, mengubah sikapmental dan perilaku aparat penyelenggara pelayanan, serta menumbuhkan kepedulian dankomitmen pimpinan dan aparat penyelenggara dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaankebijakan pelayanan publik yang dilandasi prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik, sangatditentukan oleh kepedulian dan komitmen pimpinan daerah dan aparat penyelenggaranya.Pemerintahan daerah pada dasarnya mempunyai dua peran, yaitu sebagai lembagapenyedia pelayanan dan sebagai institusi politik, pelaksanaan kedua peran tersebutharusterintegrasi. Dalam memberikan pelayanan publik, Pemerintahan Daerah harusmengetahui dan memahami kebutuhan, serta memperhatikan aspirasi masyarakat pemilihnya.Penyediaan pelayanan, disesuaikan dengan kebijakan publik yang ditetapkan oleh pemerintah
 
Pelayanan publik 
 
2012
daerah atau pemerintah, artinya penyelenggaraan pelayanan harus didasarkan pada aturanhukum dan Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Daerah atau DPR.Dalam konteks di Indonesia, pengaturan pelayanan publik diatur dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pelaksanaannya diatur dalamberbagaiPeraturan Perundang-undangan Sektoral, dan diantaranya dengan Undang-UndangNomor 32Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah dan perubahannya. Pemerintahan Daerahmenurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, adalah Pemerintah Daerah dan DPRD ataudikenal dengan eksekutif dan legislatif yang memiliki fungsi menyelenggarakan pelayananpublik dan fungsi sebagai lembaga politik. Pada hakekatnya, Kepala Daerah adalah lembagapolitik, dan harus dipahami sebagai Top Pimpinan Daerah/Top Manager, keberadaannyadipilih oleh masyarakat (konstituen) melalui proses politik pemilihan Kepala Daerah(PILKADA) yang diajukan oleh kereta PartaiPolitik. Oleh karenanya, kebijakanpenyelenggaraan pelayanan publik di daerah dalam prakteknya, dipengaruhi oleh komitmenpolitik dari Kepala Daerah dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Komitmen politik disini dimaksudkan, bahwa Kepala Daerah sebagai pimpinanPemerintah Daerah (eksekutif) yang ditugasi melaksanakan fungsi pelayanan publik (perintahPerda dan/atau Peraturan Perundang-undangan), seharusnya memiliki komitmen dankemauanuntuk menyelenggarakan pelayanan publik yang baik dan berorientasi padakepentingan konsituennya atau masyarakat pemilihnya, untuk tujuan mensejahterakanmasyarakat. Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis tertarik menganalisistentang
“Paradigma Kebijakan Pelayanan Publik pada Era Otonomi Daerah”.
 
Pengertian Pelayanan
 Berbagai Pengertian mengenai Pelayanan (
Service
) banyak dikemukakan olehparaahli; diantaranya menurut American Marketing Association, seperti dikutip oleh Donald
W,Cowell (1984:22) menyatakan bahwa; “Pelayanan pada dasarnya adalah merupakan
kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan padahakekatnya tidak berwujud serta tidak menghasilkan kepememilikan sesuatu, proses
 produksinya mungkin danmungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik”.Sementara menurut Lovelock, Christoper H (1991:7), bahwa “service adalah produk yangtidak berwujud, berlangsung sebentar dan dirasakan atau dialami”. Artinya ser 
vicemerupakan produk yang tidak ada wujud atau bentuknya sehingga tidak ada bentuk yangdapat dimiliki, dan berlangsung sesaat atau tidak tahan lama, tetapi dialami dan dapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->