Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Efisiensi termal

Efisiensi termal

Ratings: (0)|Views: 210|Likes:
Published by Misddar Achyar

More info:

Published by: Misddar Achyar on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
Efisiensi termal
 
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
efisiensi termal
adalah ukuran tanpa dimensi yang menunjukkanperforma peralatan termal seperti mesin pembakaran dalam dan sebagainya. Panas yang masuk adalah energi yang didapatkan dari sumber energi. Output yang diinginkan dapat berupa panas atau kerja,atau mungkin keduanya. Jadi, termal efisiensi dapat dirumuskan denganBerdasarkan hukum pertama termodinamika,output tidak bisa melebihi input, sehingga Ketika ditulis dalam persentase, efisiensi termal harus berada di antara 0% dan 100%. Karenainefisiensi seperti gesekan, hilangnya panas, dan faktor lainnya, efisiensi termal mesin tidak pernah mencapai 100%. Seperti contoh, mesin mobil bensin memiliki efisiensi 25%, danmesin pembangkit listrik tenaga batu bara yang besar memiliki efisiensi maksimum 46%.Mesin diesel terbesar di dunia memiliki efisiensi maksimum 51,7%.
Daftar isi
 
o
 
 
 
 
[sunting]Mesin kalor
Ketika mengubah energi termal menjadi energi mekanik  (kerja), efisiensi termal dari mesin kalor adalah persentase dari energi panas yang ditransformasikan menjadi kerja. Efisiensitermalnya didefinisikan dengan
[sunting]Efisiensi Carnot
 
Hukum kedua termodinamika menaruh batas fundamental pada efisiensi termal dari mesinkalor. Dan secara mengejutkan, bahkan mesin ideal yang tak memiliki gesekan tidak bisamengubah seluruhnya panas yang masuk menjadi kerja. Faktor yang membatasi diantaranyatemperatur panas yang masuk ke mesin, , dan temperatur pembuangan, , yang diukurdengan suhu mutlak Kelvin.Batas nilai ini dinamakan
efisiensi siklus Carnot
karena siklus yang menggerakannyadinamakan siklus Carnot.Di dunia ini belum ada mesin kalor yang bisa melebihi efisiensi ini, bagaimanapun desainnya.Contoh dari adalah temperatur dari uap panas yang menggerakkan turbin pembangkitlistrik, atau temperatur bahan bakar yang dibakar di mesin pembakaran dalam. biasanya adalah temperatur di mana mesin itu berada, atau temperatur air dano / laut di mana panasdari pembangkit listrik dibuang.Dalam kenyataannya, tidak ada mesin yang mampu mengoperasikan siklus yang menyamaiefisiensi mesin Carnot. Mesin Carnot hanya berlaku pada mesin yang menggunakan kalorsebagai inputnya. Mesin yang tidak membakar bahan bakar untuk menjadikannya kerjaseperti fuel cell,memiliki efisiensi yang melebihi efisiensi Carnot. Karena bergantung pada temperatur di mana mesin berada, peran pendingin mesin sangatberguna untuk meningkatkan efisiensi mesin.
[sunting]Konversi energi
Untuk alat konversi seperti pemanas ruangan, boiler,atau pembakar,efisiensi termalnya dirumuskan dengan.Sehingga untuk boiler yang memproduksi 210 kW panas dengan input 300 kW bahan bakarmemiliki efisiensi sebesar 210/300=0,70, atau 70%. Ini berarti, 30% energi terbuang kelingkungan.
[sunting]Pompa kalor
Pompa kalor, pendingin ruangan,dan lemari es menggunakan kerja untuk memindahkan panas dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas, sehingga fungsi kerjanyaberlawanan dengan mesin kalor. Efisiensi mereka diukur dengan koefisien performa (COP). Karena pompa kalor pada dasarnya adalah konsep mesin kalor yang dibalik, efisiensi mereka juga dibatasi oleh efisiensi siklus Carnot. Namun karena pompa kalor memindahkan kalordengan menggunakan kerja,
bukan
menggunakan kalor untuk menghasilkan kerja, makaefisiensi mereka dapat melebihi 100%.
 
 
[sunting]Referensi
 
Howell John R and Buckius Richard O. 1987.
Fundamentals of EngineeringThermodynamics
. New York: McGraw-Hill
Mesin Kalor dan Mesin
 
Pendingin
 
Berdasarkan curhatan Grace Duma yang sampai berulang kali sms, maka saya bahas sedikitmengenai Mesin Kalor (sesuai siklus Carnot) dan Mesin Pendingin.Mesin kalor dan mesin pendingin menggunakan siklus energi kalor secara spontan dan tidak spontan. Jika mesin kalor kalor menyerap energi dari benda bersuhu tinggi ~ sebabdanbenda yang bersuhu rendah akan secara spontan menyerap energi tersebut. Benda bersuhurendah dinyatakan mempunyai energi sebesar .Berdasar prinsip mesin pemanas tersebut, maka perhitungan efisiensi mesin panas menjadi :x 100%Mengapa dihitung efisiensi ? Berdasarkan pernyataan Clausius, bahwa
tidak ada mesin yangmenyerap energi seluruhnya kemudian mampu mengubah seluruh energi yang diserapsepenuhnya menjadi kerja/ usaha
nah, berdasar pernyataan tersebut maka muncul efisiensimesin (atau nilai kinerja mesin) yang dinyatakan dengan koefisien
yang dibaca “eta”
 pertanyaannya mengapa dikurangi ? Karena adalah energi yang diserap mesin padatandon (reservoir energi) bersuhu tinggi yang akan melepaskan kalor (energi) secara spontan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->