Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemberdayaan Pranata Sosial_Pengalama Empiris

Pemberdayaan Pranata Sosial_Pengalama Empiris

Ratings: (0)|Views: 53 |Likes:

More info:

Published by: Wahyu Ari Andriyanto on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
 
1 
Pemberdayaan Pranata Sosial:Pengalaman Empiris
Oleh : Harry HikmatKebijakan dan
Program Penanganan Kemiskinan
Upaya penanganan masalah kemiskinan dalam situasi krisis secara nasionaltelah dilaksanakan melalui program Jaring Pengaman Sosial (
Social Safety Net atau SSN)
dan Program Kompensasi
(Compesantory Program atau CP)
, yangdipadukan dengan program penanganan kemiskinan atau
Poverty Alleviation(PA)
.Pada prinsipnya, program JPS bertujuan untuk membantu penduduk miskinagar tidak menjadi sangat terpuruk dan agar bisa hidup layak, sedangkanProgram Kompensasi atau CP bersifat jangka pendek, dan bertujuan untuk menolong penduduk yang terkena dampak krisis sementara akibat kebijakanpenyesuaian struktural ekonomi
(economic structural adjusment 
) yang jugaberlangsung secara bersamaan, seperti pekerja yang terkena pemutusanhubungan kerja (Haryono, 1998: 23).JPS masuk ke Indonesia termasuk kedalam paket program strategipenyesuaian struktural atau
Structure Adjusment Programme (SAP
) yangdibiayai oleh lembaga internasional seperti
 International Monetary Fund (IMF)
 dan
the World Bank 
, bergandengan dengan pinjaman yang akan dikucurkan.Salah satu dari pelaksanaan program JPS yaitu kegiatan yang dilakukan olehpemerintah melalui Dinas Sosial yaitu Program Pemberdayaan Masyarakatmelalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Tujuan program ini yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dikategorikan miskin. Namundemikian, KUBE yang tersebar di setiap kecamatan lebih diutamakan kegiatanyang bersifat ekonomi produktif dan masyarakat baru terlibat secara nyata padatahap pelaksanaan program atau pada saat dana untuk modal usaha sudahditerima. Untuk tahap perencanaan dan evaluasi dilaksanakan oleh penanggung jawab program, yaitu aparat Dinas Sosial. Program ini merupakan programrintisan dalam pengembangan koperasi bagi usaha kecil dan menengah. KoperasiUnit Desa (KUD).Berdasarkan penelitian Harry (2002) di Kota Bekasi dengan melakukandialog dan penemuan bersama dengan pengelola program (pimpinan proyek) danpejabat teknis yang terkait (Kasubdit dan kepala seksi) diketahui ciri-ciri programpemberdayaan yang diprakarsai pemerintah, yaitu:(1)
 
Program pemberdayaan masyarakat yang dimaksud merupakan program pusatyang telah lama dirintis oleh Departemen Sosial. Kebijakan otonomi daerahtelah mendorong Dinas Sosial untuk mengadopsi program tersebut yangdisesuaikan dengan kondisi lokal.
 
 
2(2)
 
Jangkauan pelayanan program hanya mencakup antara 2 sampai 5 % darimasyarakat miskin yang membutuhkan untuk setiap kecamatan.(3)
 
Struktur dan mekanisme program telah diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan danPetunjuk Teknis dengan landasan formal Surat Keputusan Gubernur danKeputusan Menteri Sosial. Juklak dan Juknis ini merupakan acuan utamapelaksana program di daerah dan sifatnya mengikat.(4)
 
Keterlibatan masyarakat terbatas dalam pelaksanaan, sedangkan tahapperencanaan dan evaluasi dari Petugas Sosial Kecamatan (PSK) dan aparatDinas Sosial(5)
 
Sumber daya manusia mengandalkan Petugas Sosial Kecamatan (PSK)sebagai supervisor dan pelaksana teknis di lapangan, terutama dalammelaksanakan tugas pendampingan atau intervensi sosial. Sebanyak 3kecamatan, PSK dibantu oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yangmerupakan relawan sosial bentukan pemerintah.(6)
 
Pengendalian program ditinjau dari pencapaian target administratif berupapengembalian modal bergulir dan belum ada mekanisme pemantauanpencapaian aspek-aspek fungsional yang menunjukkan perkembangankeberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial dan kemiskinan dilingkungannya.(7)
 
Dalam perkembangan dua tahun terakhir banyak menghadapi masalah, sepertidana tidak digulirkan oleh kelompok, terjadinya penyalahgunaan uang modal,bantuan tidak sampai kepada khalayak sasaran, pemaksaan jenis usahaekonomi.Berdasarkan kasus tersebut, pelaksanaan program JPS dihadapkan padakenyataan adanya keterbatasan kemampuan keuangan negara pada satu sisi danbesarnya masalah yang harus ditangani pada sisi lainnya.Di pihak lain program-program penanganan masalah kemiskinan nampaknyatidak dapat menahan laju marginalisasi komunitas sangat miskin (komunitas yangtinggal di daerah ilegal, slum area, gelandangan pengemis), bahkan diantaranyaada yang mengalami kesulitan akses terhadap program yang mengatasnamakan
 pemberdayaan masyarakat 
”, seperti terhadap program JPS dan ProgramPenanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP).Kesulitan akses adalah karena komunitas tersebut tidak mempunyai KTP danKartu Keluarga serta tidak tercatat dalam daftar penduduk di RT, RW atauKelurahan. Kejelasan status penduduk tersebut merupakan persyaratan untuk akses pada program pemberdayaan masyarakat. Keberadaan mereka bahkan tidak diakui oleh pengurus RT atau RW setempat. Kondisi ini menunjukkan bahwakomunitas sangat miskin semakin terpinggirkan bukan hanya dari sisi kepemilikanaset tanah, tetapi juga mereka tidak dapat terlibat dalam proses pembangunan disekitarnya, termasuk hak mereka untuk bisa akses terhadap sistem pelayanansosial dasar.Dalam kondisi demikian, berbagai upaya yang sama dilakukan juga olehLembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Sosial, dunia usaha dan masyarakatuntuk menangani masalah kemiskinan dan menanggulangi dampak sosial krisisekonomi. Program Pemulihan Keberdayaan Masyarakat (PKM) merupakanprogram yang dikelola oleh jaringan LSM atas dukungan teknis dan keuangan dari
 
 
3Bank Dunia, UNDP, UNICEF, ADB dan lain-lain; dengan menggunakanmekanisme langsung disalurkan melalui LSM dan dipimpin masyarakat madani.PKM ditujukan untuk membantu masyarakat yang paling parah terkena dampak krisis sosial ekonomi dengan menyalurkan berbagai sumber daya gunamendukung lembaga atau kelompok swadaya masyarakat yang melaksanakanproyek bantuan tersebut (Bambang, 1998:90). Program ini dikelola oleh 27 LSMdengan sasaran lokasi tersebar di 26 propinsi dan kegiatan utama yaitupemberdayaan masyarakat miskin.Berbeda dengan struktur dan mekanisme program pemberdayaan yangdiprakarsai pemerintah, maka program pemberdayaan masyarakat yang dilakukanoleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada umumnya dapat melepaskandiri dari keterikatan kepada struktur organisasi pemerintah secara vertikal maupunwilayah administrasi, sehingga LSM dapat mengembangkan masyarakatdisesuaikan dengan kebutuhan aktual masyarakat.Pada Diagram 1 disajikan tentang struktur organisasi program pemulihankeberdayaan masyarakat, sedangkan pada Diagram 2 disajikan mekanismepenyaluran dana Program Pemulihan Keberdayaan Masyrakat. Kedua gambartersebut menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang kepada masyarakat,khususnya kelompok swadaya masyarakat diberikan untuk mengelola programpemberdayaan masyarakat dan menggunakan sumber dana yang tersedia dari luar.Sumber dana yang disalurkan diharapkan dapat langsung sampai kepadakelompok swadaya masyarakat. Sementara itu, peran pihak eksternal lebihbertumpu kepada fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. Informasi daritenaga sukarela atau pendamping LSM, diketahui bahwa teknik pemberdayaanmasyarakat berbasiskan pendekatan partisipatif, terutama menggunakan teknik-teknik 
Participatory Rural/ Urban Appraisal
.
Makna Pemberdayaan, Strategi Program dan Keberdayaan Masyarakat
Di tengah gencarnya kebijakan dan upaya penanggulangan dampak sosial darikrisis ekonomi sejak tahun 1997 pada berbagai sektor pembangunan, seringterungkap kata-kata dan istilah-istilah, yang arti-hakikinya agak berbeda dari apayang dimaksud oleh para ahli atau ilmuwan. Kadang-kadang terselip
distorsi
atau penyelewengan terhadap arti sebenarnya. Ini sering terjadi apabila kata-kataasing yang dipergunakan. Salah satu contoh yang menarik adalah penggunaanistilah
empowerment 
atau diterjemahkan secara bebas menjadi
 pemberdayaan
.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->