Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Kebijakan Publik

Model Kebijakan Publik

Ratings: (0)|Views: 43 |Likes:
Published by Arsadi Putra Bangsa

More info:

Published by: Arsadi Putra Bangsa on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2012

pdf

text

original

 
I. PENDAHULUAN
Setiap pimpinan berkewajiban membuat kebijaksanaan, yang kemudian mengikat bagi setiaporang yang dipimpin, Kebijakan (policy) seringkali disamakan dengan istilah seperti politik,program, keputusan, undang-undang, aturan, ketentuan-ketentuan, kesepakatan, konvensi, danrencana strategis.Kebijakan Publik (Public Policy) juga bisa diartikan sebagai keputusan-keputusan yang mengikatbagi orang banyak pada tataran strategis atau bersifat garis besar yang dibuat oleh pemegangotoritas publik. Sebagai keputusan yang mengikat publik maka kebijakan publik haruslah dibuatoleh otoritas politik, yakni mereka yang menerima mandat dari publik atau orang banyak, umumnyamelalui suatu proses pemilihan untuk bertindak atas nama rakyat banyak. Selanjutnya, kebijakanpublik akan dilaksanakan oleh administrasi negara yang di jalankan oleh birokrasi pemerintah.Institusi-institusi pemerintah adalah institusi pembuat kebijakan, sekaligus juga institusi pelaksanakebijakan. Fokus utama kebijakan publik dalam negara modern adalah pelayanan publik kebijakantersebut adalah bersumber pada masalah-masalah yang tumbuh dalam mansyarakat luas, yangmerupakan segala sesuatu yang bisa dilakukan oleh negara untuk mempertahankan ataumeningkatkan kualitas kehidupan orang banyak. Menyeimbangkan peran negara yang mempunyaikewajiban menyediakan pelayan publik dengan hak untuk menarik pajak dan retribusi; dan padasisi lain menyeimbangkan berbagai kelompok dalam masyarakat dengan berbagai kepentinganserta mencapai amanat konstitusiSebenarnya dengan adanya definisi yang sama dikalangan pembuat kebijakan, ahli kebijakan, danmasyarakat yang mengetahui tentang hal tersebut tidak akan menjadi sebuah masalah yang kaku.Namun, diharapkan adanya titik temu dalam persepsi kebijakan itu sendiri.Memang dalam kenyataan bahwa kebijakan yang lahir belum tentu menyenangkan dan dapatditerima oleh semua yang terkena sekaligus pelaksana kebijakan tersebut, mamun jika kebijakantersebut tidak diambil, bisa jadi pula dapat merugikan semuanya. Sehingga dengan demikiankebijakan merupakan suatu keharusan sebagai suatu dinamisasi dalam penomena danpermaslahan yang ada.Dalam hal ini, penulis ingin menyampaikan makalah yang berkenaan dengan model-model
 
kebijakan, dalam kaitannya dengan kebijakan publik. Sehingga dengan demikian diharapkanadanya persepsi dan pemahaman tentang model kebijakan dan kebijakan publik itu sendiri.
II. PEMBAHASANA. KONSEP TENTANG MODEL KEBIJAKAN
Ada banyak definisi/pengertian tentang konsep model. Model digunakan karena adanya eksistensimasalah publik yang kompleks. Model pada hakikatnya merupakan bentuk abstraksi dari suatukenyataan (a model is an abstraction of reality).Disamping itu Model juga merupakan representasi sederhana mengenai aspek-aspek yang terpilihdari suatu kondisi masalah yang disusun untuk tujuan tertentu. Model kebijakan dinyatakan dalambentuk konsep/teori, diagram, grafik atau persamaan matematis.Dengan model dapat dilakukan analisis yang menjelaskan secara sederhana pemikiran-pemikirantentang politik dan kebijakan publik.
B. KARAKTERISTIK MODEL KEBIJAKAN PUBLIK
Secara garis besar bahwa model dalam kebijakan publik itu memiliki karakteristik, sifat dan ciritersendiri. Karakteristik tersebut antara lain ialah:Model dalam kebijakan publik itu harus Sederhana & jelas (clear) Ketepatan dalam indentifikasiaspek penting dalam problem kebijakan itu sendiri (precise) Menolong untuk pengkomunikasian(communicable) Usaha langsung untuk memehami kebijakan publik secara lebih baik(manageable) Memberikan penjelasana & memprediksi konsekuensi (consequences)
C. MODEL PEMBUATAN KEBIJAKAN
 Ada beberapa pendapat para ahli tentang model dalam hal pembuatan kebijakan, antara lain:model kebijakan berkembang sesuai dengan kondisi real yang ada. Diantara beberapa modelkebijakan antara lainnya adalah:1. MODEL ELTEKebijakan publik dalam model elite dapat dikemukakan sebagai preferensi dari nilai-nilai elite yangberkuasa. Teori model elite menyarankan bahwa rakyat dalam hubungannya dengan kebijakanpublik hendaknya dibuat apatis atau miskin informasi.Dalam model elite lebih banyak mencerminkan kepentingan dan nilai-nilai elite dibandingkan
 
dengan memperhatikan tuntutan-tuntutan rakyat banyak. Sehingga perubahan kebijakan publikhanyalah dimungkinkan sebagai suatu hasil dari merumuskan kembali nilai-nilai elite tersebut yangdilakukan oleh elite itu sendiri.Dalam model ini ada 2 lapisan kelompok sosial:a. Lapisan atas, dengan dengan jumlah yang sangat kecil (elit) yang selalu mengatur.b. Lapisan tengah adalah pejabat dan administrator.c. Lapisan bawah (massa) dengan jumlah yang sangat besar sebagai yang diatur.Isu kebijakan yang akan masuk agenda perumusan kebijakan merupakan kesepakatan dan jugahasil konflik yang terjadi diantara elit politik sendiri. Sementara masyarakat tidak memiliki kekuatanuntuk mempengaruhi dan menciptakan opini tentang isu kebijakan yang seharusnya menjadiagenda politik di tingkat atas. Sementara birokrat/administrator hanya menjadi mediator bagi jalannya informasi yang mengalir dari atas ke bawah.2. MODEL KELOMPOKModel kelompok merupakan abstraksi dari proses pembuatan kebijakan. Dimana beberapakelompok kepentingan berusaha untuk mempengaruhi isi dan bentuk kebijakan secara interaktif.Dengan demikian pembuatan kebijakan terlihat sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan dariberbagai kelompok kepentingan dengan cara bargaining, negoisasi dan kompromi.Tuntutan-tuntutan yang saling bersaing diantara kelompok-kelompok yang berpengaruh dikelola.Sebagai hasil persaingan antara berbagai kelompok kepentingan pada hakikatnya adalahkeseimbangan yang tercapai dalam pertarungan antar kelompok dalam memperjuangkankepentingan masing-masing pada suatu waktu. Agar supaya pertarungan ini tidak bersifatmerusak, maka sistem politik berkewajiban untuk mengarahkan konflik kelompok. Caranya adalah:1. Menetapkan aturan permainan dalam memperjuangkan kepentingan kelompok2. Mengutamakan kompromi dan keseimbangan kepentingan3. Enacting kompromi tentang kebijakan publik4. Mengusakan perwujudan hasil kompromiKelompok kepentingan yang berpengaruh diharapkan dapat mempengaruhi perubahan kebijakanpublik. Tingkat pengaruh kelompok ditentukan oleh jumlah anggota, harta kekayaan, kekuatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->