Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesenjangan Wilayah di Indonesia

Kesenjangan Wilayah di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,699|Likes:
Published by Diantha Arafia
Jurnal ini mereview artikel tentang kesenjangan wilayah yang ada di Indonesia berdasarkan kawasan, yaitu kawasan barat indonesia dan kawasan timur indonesia.
Jurnal ini mereview artikel tentang kesenjangan wilayah yang ada di Indonesia berdasarkan kawasan, yaitu kawasan barat indonesia dan kawasan timur indonesia.

More info:

Published by: Diantha Arafia on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
ABSTRAK
Kesenjanganwilayahadalahhalyangwajarbagiprosesperkembangansuatuwilayah,karenaperbedaankarakteristikwilayahdansumberdayaantarwilayah.Kesenjanganmenjadimasalahapabilawilayahyangtertinggalmerasahaltersebutterjadikarenakesalahandanlegagalansistempembangunan.PadakasuskesenjangandiIndonesia,kesenjanganterjadiantaraKBI(KawasanBaratIndonesia)danKTI(KawasanTimurIndonesia)ditinjaudarifaktorekonomikarenaperbedaandistribusiPDRByangamattimpang.HalinidapatdiminimalisasidengancarapelaksanaanscenarioyangtelahdibuatolehBappenas.Namun,hasilproyeksiketimpanganantaraKBIdanKTIatasdasardistribusiPDRBtidakakuratkarenatidakmemperhitungkanfaktorlainsepertifaktorjumlah pendudukdanfaktor-faktorlainnya.Skenarioyangdibuatjugatidakrelevanuntukmemprediksikesenjanganwilayahkarenascenariotersebutharusselaludiperbaharuisecaraberkalamengikutiperkembanganzamandankondisipolitiksertawilayahyangselaluberubah-ubah.
KataKunci:kesenjanganwilayah,KBI,KTI,PDRBI.PENDAHULUAN
Kesenjanganselalumenjadimasalahyangpelikdalampembangunan.Kesenjanganyangdapatberupakesenjanganantargolonganmaupunantarpelakuekonomi,merupakanhalyangterjadidimana-mana.Padatingkatnegarasertabagiandarinegara,kesenjanganini jugaseringditemukan.Kesenjanganinidaptberupakesenjanganantaragolonganekonomi.Kesenjanganinicontohnyaadalahkesenjanganantaragolonganekonomikuatdangolonganekonomilemahataudapatjugakesenjanganantarwilayah.Contohkesenjanganantarwilayahiniadalahkesenjanganantarwlayahmajudanberkembangsertadenganwilayahtertinggal.Padatingkatapapun,kesenjanganselaluada,karenakesenjanganadalahhalyangwajardalamsuatuprosespembangunan,menurutWilliamson.Kesenjanganmerupakanmasalah,karenatidakadaseorangpun,satuwilayahpun,satunegarapunyangbersediamenjadiyangtertinggal.Kesenjanganinimenjadipersoalanterutamakalaumerekayangtertinggalmerasabahwaketertinggalanmerekadisebabkanolehadanyasistemyangmenyebabkanmerekatertinggal.Dalamilmuekonomiterdapatkeadaanyangmemungkinkanbahwaterdapatgolongantertentuyangmendapatkesempatanbesaruntukberkembangdangolonganlainselalutertinggal.Keadaaninicontohnyaadaapabilapotensiatauaktivitasekonomidikuasaiolehsegolongantertentusajadangolonganlainhanyamendapatsebagiankecildaripotensidanaktivitasekonomi.Halinicontohnyaterjadipadasituasimonopoli,oligopoly,maupunkonglomerasi.Dalamekonomiwilayah,keadaaninidapatterjadikalausuatuwilayahmempunyaistrukturekonomisedemikianrupasehinggaterdapatkemungkananbahwaterjadi
backwasheffect 
atau
 polarizationeffect 
darifaktor-faktorekonomidariwilayah-wilayahyangkurangberkembangolehwilayahyanglebihberkembang.
II.RINGKASANARTIKEL
Kesenjanganatauketimpanganadalahsesuatuhalyangwajar,baikdarifaktorsumberdayaalammaupundarifaktorgeografis.Sumberdayaalamantarwilayahtidakadayangsama,begitupuladenganlokasisuatuwilayahyangpastimemilikikelebihandankekuranganmasing–masing.Denganbegituwajarapabikasatuwilayahmempunyaikesempatanberkembangyangberbedadenganwilayahyanglain,sehinggamungkinsajaterjadikesenjangan(Hirchman,1968:184).MenurutWilliamson,kesenjanganjugamerupakansuatuhalyangwajardanharusdialamibagisuatuwilayahkarenamerupakansalahsatuprosesperkembangannegara.Dimanaketikasuatunegarabelumberkembangmakakesenjanganwilayahyangadasangat
 
kecil.Seiringdenganperkembanganwilayahtersebut,kesenjanganwilayahakannaikdanketikanegaraitulebihberkembanglagiekonominya,makakesenjanganakanmenurunlagi.Kesenjanganwilayahmenjadipersoalanketikakesenjanganinidirasaterlalubesar,atauketikawilayahyangtertinggalmerasabahwakesenjanganiniterjadikarenaadanyasistemyangsalahdalampembangunanatauadanya
backwasheffect.
DalamartikelinikesenjanganyangdibahasadalahkesenjangandiIndonesai,yaitukesenjanganantaraIBB(IndonesiaBagianBarat)danIBT(IndonesiaBagianTimur).Kesenjanganantara2wilayahiniterjadipadabidangekonomidansosial.Padabidangekonomiterjadikesenjanganyangcukupbesardiantara2wilayahini.Indikatorpadabidangekonomiadalahjumlahpendapatan/perkapita,pertumbuhanpendapatan/perkapita,tingkatpartisipasiangkatankerja,persentasenilaitambahsektormanufakturterhadapPDBtotalprovinsi,persentasetenagakerjayangbekerjapadasekotormanufakturdibandingkandengantenagakerjatotalprovinsi,tingkatpenanamanmodalasingdandalamnegerisecarakumulatif,persentasependudukyangtinggaldiperkotaandanpanjangjalan/10.000km2luasprovinsi.Padabidangsosial,kesenjanganinitidakterlalubesar.IndikatorpadabidangsosialadalahPQLI(PhysicalQualityofLifeIndex),Jumlahmuridsekolahdasar/jumlahpenduduktotal,persentasetenagakerjayangberpendidikanakademi/universitas,rasiogurusekolahdasar/10.000muridsekolahusia,rasiodokter/10.000pendudukdanrasiotempattidursakit/10.000penduduk.Setelahdilakukanperhitunganterhadapindikator–indikatortersebut,didapatkanhasilbahwapadatahun1971-1989terjadiketimpanganyangcukupbesar(IBBjauhlebihtinggidaripadadiIBT)danmemilikikecenderunganuntukmembesardalamaspeksosialekonomi.Walaupunterdapatketimpanganyangcukupbesar,bukanberartitidakadawilayahdiIndonesiabagianTimuryangmempunyaipotensiuntukberkembang,salahsatucontohnyaadalahpulauKalimantan.KetikapembagianwilayahIndonesiamengalamiperubahanmenjadiKawasanBaratIndonesia(KBI)danKawasanTimurIndonesia(KTI),PulauKalimantantermasukkedalamKTIbersamadenganPulauSulawesi,Iriandanpulau–pulautimurIndonesia.SedangkanyangtermasukdalamKBIadalahPulauSumatera,PulauJawadanPulauBali.DenganmasuknyaPulauKalimantankeKTImakaterjadidampakyangcukupbesarterhadapukurandariketimpangan,yaitukesenjanganmenjadisemakinkecil.IndekspendapatanperkapitaantaraIBBdanIBTpadatahun1989adala112,1terhadap72,7(indeksIndonesia=100),dengaadanyaPulaukalimantankeKTImakaindekspendapatanperkapitaantaraKBIdanKTIuntuktahun1991adalah102terhadap93(IndeksIndonesia=100).DenganbegituPulauKalimantanmerupakantitikyangberperandalamanalisiskesenjangananatarabaratdantimurIndonesia,sehinggasecaratotalwilayahIndonesiabagiantimurmengalamipertumbuhan.TetapisebenarnyaadanyaPulauKalimantankewilayahtimurtidakmengurangikesenjangansecaramenyeluruhkarenadilihatdariPDRBperkapitatotal,tingkatpertumbuhanKTI(3,2%)tetaplebihrendahdaritingkatpertumbuhannasional(4,3%)padatahun1988–1991.DilihatdariperkembangannilaiindeksPDRB,PDRBnonmigasmaupunPDRBtotal,indeksPDRBperkapitadiKTImengalamipenurunan.HalinimenunjukkanbahwadilihatdariPDRBperkapita,kesenjanganantaraKBIdanKTIbertambahbesar.KemudiandilihatdarianalisisBappenas,pangsapendudukdiKTInaik,sedangkanpangsaPDRBnyatetap,makakesenjangandalamPDRBperkapitamakinbesar.Dalamuraiandibawahiniakandibahasmengenaikesenjanganwilayahapabiladilihatdarisectorekonomiyanglebihrinci,sehinggadapatterlihatsectorekonomimanakahyangmenjadipenyebabkesenjanganwilayahdiIndonesia.SektorpenyebabkesenjangandapatdilihatdaribesarnyaindeksWilliamson(Vw)yangmempertimbangkanjumlahpendudukdanpendapatperkapitauntuktiapsektorekonomidanmembandingkandari
 
masing-masingsektor.SemakinbesarVw,makaperansektortersebutterhadapkesenjangansemakinbesar,sedangkanapabilamemilikiVwsemakinkecil,akanmemilikiperanyanglebihkecildalamkesenjangandandapatmenyebabkanpemerataan.BerikutadalahtabelyangberisisectorekonomibesertaVwnya:
TABEL1SektorEkonomidanIndeksWilliamsondiIndonesiatahun1990
Daritabelini,dapatterlihatbahwasectoryangmenjadipenyebabkesenjanganadalahsectorpertambanganmigaskarenamemilikiVwyangpalingtinggidansectorpemerintahdanpertahanberkontribusipalingkeciluntukmenyebabkankesenjangan.Untukmengetahuikonsentrasimasing-masingsektorakandiperlihatkanpadatabelberikut:
TABEL2KonsentrasiSektor-sektorPenyebabKesenjangan
Daritabeldiatasterlihatbahwasectorlembagakeuangan,listrik,gas,jasa-jasa,danindustripengolahanterkonsentrasidiwilayah-wilayahyangperkembangannyasudahtinggisepertidiDKIJakartadanprovinsilainnyadiPulauJawa.Daritabel2jugadapatdiambilkesimpulanbahwaPulauJawadanBalimerupakankonsentrasidarihampirseluruhaktivitasekonomi.DiPulauSumaterajugamerupakanwilayahyangcukupbanyakterjadikonsentrasiaktivitas.HalinimemperkuatargumenmengapaterjadikesenjangandiKBIdanKTI.DiKTI,hanyaPulauKalimantandanSulawesisajayangmempunyaikonsentrasiaktivitasyangcukupbesar.SedangkanPulauIrianJayahanyamenonjoldibidangpertambangannonmigas.SektorpertambanganmigasdannonmigasmemperbesarkesenjangankarenamemilikiVwyangbesar.Akantetapi,karenasectorpertambanganmigasdannonmigasterkonsentrasidiwilayahKTI,makadengannilaiVwyangbesarinijustrusectorinimemperkecilkesenjanganantaraKBIdanKTIkarenamenyeimbangkanjumlahVwantarkawasan.Disampingitu,terdapatpulasectorlainyangmemperkecilkesenjanganatausectoryangmeratakanpembangunanyaitusectordenganVwkecilyaitupertaniandanperemintahanpertahan
Sumber:Nurzaman,1996:29Sumber:Nurzaman,1996:30

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->